Sulutnetwork.com – Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti konflik peperangan yang meletus antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump sempat menyinggung serangan gabungan negaranya dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Gugurnya Khamenei dalam insiden itu telah dikonfirmasi media pemerintah Iran pada Minggu, 1 Maret 2026.
Meluasnya konflik makin tampak hingga Selasa, 3 Maret 2026, tatkala Iran turut menyasar sektor energi di Arab Saudi dan Qatar yang disinyalir turut andil membantu AS dalam pusaran konflik perang Israel melawan Iran.
Berkaca dari hal itu, kini pernyataan seorang penceramah, Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun kembali mencuat ke permukaan sebagai analisis tajam terhadap dinamika global.
Beredar video ceramah lamanya yang direkam pada 2012 di Masjid Raya Klaten mendadak viral di media sosial.
“Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika,” kata Cak Nun dalam acara bertajuk ‘Islam Rahmatan Lil ‘Alamin’ di Klaten, Jawa Tengah, pada 22 Oktober 2012 silam.
Penceramah sekaligus budayawan asal Jombang, Jawa Timur itu kemudian membeberkan prediksinya terkait keterlibatan Arab Saudi dalam pusaran perang Israel melawan Iran.
“Dan nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel,” tambahnya.
Cak Nun: Indonesia Bela Mana?
Bukan sekadar ceramah, sebagian kalangan menilai Cak Nun membaca arah politik internasional berdasarkan pola hubungan kekuatan besar dunia di Timur Tengah.
Terlebih Cek Nun menyampaikan prediksi yang saat itu terdengar jauh, namun kini disebut-sebut menjadi kenyataan.
“Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia bela mana? Bela Iran apa bela Israel?” tuturnya.
“Kita pasti akan bertengkar sendiri nanti, separuh bela Iran separuh Israel atau nggak bela siapa-siapa karena nggak ngerti,” sebut Cak Nun.
Soroti Dampak Psikologis Umat
Dalam ceramahnya di Klaten, Cak Nun tidak hanya menyinggung konflik peperangan secara fisik, tetapi juga tentang dampak psikologis yang bisa timbul di negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Oleh sebab itu, Cak Nun menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap provokasi, baik dari luar maupun dari dalam negeri.
“Israel itu juga melakukan provokasi yang luar biasa di Arab Saudi dengan meningkatkan faham-faham yang kemudian menguasai Masjid Nabawi dan Masjidil Haram,” terangnya.
“Tujuannya sederhana, yakni memutus hubungan batin antara umat Islam dengan Rasulullah SAW,” paparnya.
Cak Nun lantas mengutarakan dampak psikologis itu sebenarnya telah nyata terjadi, dan perlu menjadi perhatian khusus bagi umat Islam.
“Pokoknya kuncinya di strategi Amerika dan Israel itu adalah putuskan hubungan hati cinta antara umat dengan Rasulullah,” jelas Cak Nun.
“Jadi tingkat provokasinya dari adu domba fisik sampe psikologi dan batin. Dan ini serius,” tandasnya.***
