Atalanta berhasil mengamankan tiga poin krusial dalam lanjutan Serie A Liga Italia setelah menundukkan tamunya, Cremonese, dengan skor tipis 2-1. Pertandingan yang berlangsung sengit di Gewiss Stadium, Bergamo, ini diwarnai oleh gol-gol cepat dari Nikola Krstovic dan Davide Zappacosta di babak pertama, yang kemudian dibalas oleh gol hiburan Morten Thorsby di penghujung laga, memastikan La Dea tetap berada di jalur persaingan ketat papan atas klasemen Serie A.

sulutnetwork.com – Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan Atalanta di kandang sendiri, meskipun Cremonese, yang diperkuat kiper berdarah Indonesia Emil Audero Mulyadi, menunjukkan perlawanan gigih hingga menit terakhir. Laga yang digelar pada Selasa dini hari WIB, 10 Februari 2026, sebagai bagian dari Giornata ke-24 Serie A, memperlihatkan perjuangan kedua tim dengan ambisi yang berbeda; Atalanta memburu posisi Eropa, sementara Cremonese berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi. Dengan hasil ini, Atalanta mempertahankan posisinya di urutan ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 39 poin, sedangkan Cremonese tertahan di peringkat ke-16 dengan 23 poin, masih dalam ancaman serius degradasi.

Sebelum peluit kick-off dibunyikan, atmosfer di Gewiss Stadium sudah memanas dengan dukungan penuh dari para tifosi Atalanta. Bagi La Dea, tiga poin adalah harga mati untuk menjaga asa mereka finis di zona kompetisi Eropa, mengingat persaingan ketat di papan tengah atas Serie A. Pelatih Gian Piero Gasperini menurunkan formasi menyerang dengan Nikola Krstovic sebagai ujung tombak didukung oleh Giacomo Raspadori dan Lazar Samardzic, berharap dapat mengulang performa impresif di laga-laga kandang sebelumnya. Di sisi lain, Cremonese datang ke Bergamo dengan misi sulit. Meskipun berada di posisi ke-16, mereka hanya berjarak beberapa poin dari zona merah, sehingga setiap poin sangat berharga dalam perjuangan mereka untuk bertahan di Serie A. Tim tamu, di bawah asuhan pelatih mereka, mengandalkan kekuatan pertahanan dan kecepatan serangan balik, dengan Emil Audero Mulyadi menjadi palang pintu terakhir yang diharapkan mampu meredam gempuran Atalanta.

Begitu pertandingan dimulai, Atalanta langsung tancap gas, mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Tim tuan rumah menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola dan melancarkan serangkaian serangan berbahaya ke jantung pertahanan Cremonese. Pressing tinggi yang diterapkan Atalanta membuat para pemain Cremonese kesulitan mengembangkan permainan dan seringkali kehilangan bola di area tengah lapangan. Upaya Atalanta membuahkan hasil cepat. Ketika laga baru berjalan 13 menit, gemuruh di Gewiss Stadium pecah menyambut gol pembuka. Berawal dari skema serangan yang terorganisir rapi, Giacomo Raspadori, yang beroperasi di sisi kiri serangan, melepaskan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti. Bola meluncur tepat ke arah Nikola Krstovic yang berdiri bebas. Dengan gerakan cerdik, Krstovic mengontrol bola, membalikkan badan, dan melepaskan tendangan keras yang tak mampu dijangkau Emil Audero Mulyadi. Bola bersarang telak di jala gawang Cremonese, membawa Atalanta unggul 1-0. Gol ini menjadi suntikan motivasi besar bagi La Dea dan pukulan telak bagi mental Cremonese yang berharap bisa mempertahankan gawangnya lebih lama.

Setelah gol pertama, Atalanta tidak mengendurkan serangannya. Mereka terus menekan pertahanan Cremonese, mencari celah untuk menggandakan keunggulan. Para pemain Atalanta tampak percaya diri, mengalirkan bola dengan kombinasi umpan-umpan pendek dan terobosan cepat. Cremonese, di sisi lain, kesulitan menemukan ritme permainan mereka. Mereka berusaha merespons dengan membangun serangan, namun selalu terbentur solidnya lini tengah dan pertahanan Atalanta. Emil Audero Mulyadi pun harus bekerja keras di bawah mistar gawang, melakukan beberapa penyelamatan penting untuk mencegah gawangnya kebobolan lebih banyak.

Namun, dominasi Atalanta akhirnya kembali berbuah gol pada menit ke-25. Kali ini, Davide Zappacosta yang menjadi aktor utama. Bek sayap kanan Atalanta ini menunjukkan insting menyerang yang tajam. Menerima bola di sisi kanan serangan, Zappacosta melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti. Dengan ruang tembak yang terbatas, ia melepaskan bola tembakan terukur yang melesat melewati penjagaan Audero dan menghujam pojok gawang. Sebuah gol indah yang semakin memperlebar jarak keunggulan Atalanta menjadi 2-0. Gol kedua ini semakin membenamkan Cremonese dan membuat tugas mereka di sisa pertandingan menjadi sangat berat. Skor 2-0 bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, dengan Atalanta sepenuhnya mengendalikan jalannya pertandingan.

Memasuki babak kedua, pelatih Cremonese melakukan beberapa perubahan taktis dan memasukkan pemain-pemain baru, termasuk Milan Djuric, dengan harapan dapat mengubah dinamika permainan. Tim tamu menunjukkan semangat yang berbeda, mencoba lebih agresif dalam menyerang dan menekan lini pertahanan Atalanta. Mereka mulai menciptakan beberapa peluang, meskipun masih belum terlalu mengancam gawang Marco Carnesecchi. Atalanta, dengan keunggulan dua gol, sedikit menurunkan tempo permainan, namun tetap menjaga disiplin pertahanan dan sesekali melancarkan serangan balik cepat yang berbahaya.

Salah satu peluang terbaik Cremonese di babak kedua datang pada menit ke-88. Pemain pengganti Milan Djuric berhasil menyambut umpan silang dengan sundulan keras yang mengarah ke gawang Atalanta. Namun, kiper Marco Carnesecchi menunjukkan refleks yang luar biasa dengan menepis bola tersebut, menjaga keunggulan timnya tetap aman. Penyelamatan Carnesecchi ini terbukti sangat krusial dalam menjaga tiga poin bagi Atalanta.

Drama pertandingan belum berakhir. Memasuki masa injury time, Atalanta sebenarnya sempat menambah gol melalui Berat Djimsiti. Pemain bertahan Atalanta ini berhasil menyambar bola liar di kotak penalti dan menceploskannya ke gawang Cremonese, memicu selebrasi meriah dari para pemain dan pendukung tuan rumah. Namun, kegembiraan tersebut tidak berlangsung lama. Wasit, setelah berkonsultasi dengan Video Assistant Referee (VAR), memutuskan untuk menganulir gol tersebut karena Djimsiti berada dalam posisi offside tipis. Keputusan VAR ini membuat skor tetap 2-0 dan memberikan sedikit harapan bagi Cremonese.

Tidak lama setelah gol Djimsiti dianulir, Cremonese berhasil memperkecil ketertinggalan mereka. Di menit-menit akhir pertandingan, Morten Thorsby berhasil mencetak gol melalui sepakan terukurnya setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Atalanta. Gol ini menjadi penutup akhir pertandingan, dengan skor 2-1 untuk kemenangan Atalanta. Meskipun hanya gol hiburan, gol Thorsby ini menunjukkan semangat pantang menyerah dari Cremonese hingga peluit akhir dibunyikan.

Kemenangan ini sangat berarti bagi Atalanta dalam perburuan posisi di kompetisi Eropa. Dengan 39 poin, mereka tetap berada di jalur yang benar untuk mengamankan tiket ke salah satu kompetisi kontinental musim depan. Namun, mereka tidak boleh lengah, mengingat ketatnya persaingan di Serie A. Bagi Cremonese, kekalahan ini semakin memperpanjang daftar hasil buruk mereka. Meskipun menunjukkan peningkatan performa di babak kedua dan mencetak gol di akhir laga, mereka gagal membawa pulang poin dari Bergamo. Posisi mereka di peringkat ke-16 dengan 23 poin masih sangat rentan dan memerlukan perjuangan ekstra keras di sisa musim untuk menghindari jurang degradasi. Penampilan Emil Audero Mulyadi di bawah mistar gawang Cremonese patut diacungi jempol, meskipun kebobolan dua gol, ia beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang menghindarkan timnya dari kekalahan yang lebih telak. Sementara itu, efektivitas serangan Atalanta di babak pertama menjadi kunci kemenangan mereka, dengan Krstovic dan Zappacosta tampil sebagai pahlawan.

Susunan Pemain

Atalanta: Marco Carnesecchi; Giorgio Scalvini, Berat Djimsiti, Sead Kolasinac; Davide Zappacosta, Ederson, Mario Pasalic, Nicola Zalewski; Lazar Samardzic, Giacomo Raspadori; Nikola Krstovic.

Cremonese: Emil Audero Mulyadi; Sebastiano Luperto, Federico Baschirotto, Federico Ceccherini; Giuseppe Pezzella, Yousef Maleh, Alberto Grassi, Morten Thorsby, Tommaso Barbieri; Jamie Vardy, Federico Bonazzolli.