London – Arsenal berhasil memimpin 1-0 atas Bayer Leverkusen pada paruh pertama pertandingan sengit yang berlangsung di Emirates Stadium, Rabu (18/3) malam waktu setempat. Keunggulan The Gunners dipastikan oleh sepakan voli spektakuler dari Eberechi Eze pada menit ke-36, setelah sebelumnya kiper Leverkusen, Janis Blaswich, tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan krusial yang menunda keunggulan tuan rumah. Laga ini menyajikan dominasi serangan Arsenal yang tanpa henti, berhadapan dengan pertahanan kokoh dan performa heroik sang penjaga gawang tim tamu.

sulutnetwork.com – Pertandingan antara Arsenal dan Bayer Leverkusen merupakan salah satu duel yang paling dinanti di kancah sepak bola Eropa, mempertemukan dua tim dengan ambisi besar di kompetisi masing-masing. Arsenal, yang tengah berjuang untuk meraih gelar juara di liga domestik dan melangkah jauh di kompetisi Eropa, memasuki laga ini dengan kepercayaan diri tinggi, didukung oleh rekor kandang yang impresif dan performa para pemain kunci yang sedang on-fire. Di sisi lain, Bayer Leverkusen datang sebagai salah satu tim paling mengejutkan musim ini, terkenal dengan gaya bermain menyerang yang atraktif di bawah arahan Xabi Alonso, meskipun pada laga ini mereka lebih banyak dipaksa bertahan oleh gempuran tuan rumah.

Sebelum peluit kick-off dibunyikan, atmosfer di Emirates Stadium sudah memanas. Para pendukung Arsenal memadati stadion, berharap melihat tim kesayangan mereka melanjutkan tren positif dan mengamankan keunggulan penting di leg pertama. Pelatih Mikel Arteta menurunkan formasi terbaiknya, mengandalkan kekuatan di lini tengah dan kecepatan para penyerang sayap. David Raya dipercaya mengawal gawang, dilindungi oleh kuartet bek Ben White, William Saliba, Gabriel Magalhaes, dan Piero Hincapie. Lini tengah dipercayakan kepada trio Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Eberechi Eze, yang bertugas mengatur tempo permainan dan mendistribusikan bola. Untuk lini serang, Bukayo Saka dan Leandro Trossard di sisi sayap siap menyokong Viktor Gyokeres sebagai penyerang tunggal.

Di kubu tim tamu, Bayer Leverkusen juga tidak ingin menyerah begitu saja. Pelatih Xabi Alonso menyiapkan strategi yang cenderung pragmatis, menyadari kekuatan Arsenal di kandang. Janis Blaswich berdiri di bawah mistar gawang, dengan kuartet pertahanan yang terdiri dari Jarell Quansah, Robert Andrich, Odilon Tapsoba, dan Felix Poku. Lini tengah diisi oleh Ezequiel Palacios dan Alejandro Garcia, yang bertugas memutus serangan Arsenal dan melancarkan transisi. Sementara itu, Florian Terrier, Alex Maza, dan Jean Kofane diplot untuk menjadi ancaman di lini serang, memanfaatkan setiap celah untuk melakukan serangan balik cepat. Komposisi ini menunjukkan bahwa Leverkusen siap untuk bertarung, meskipun di atas kertas mereka sedikit di bawah Arsenal dari segi kedalaman skuad.

Sejak peluit sepak mula dibunyikan oleh wasit, Arsenal langsung menunjukkan intensitas tinggi. Mereka mengambil inisiatif serangan, mendominasi penguasaan bola, dan menerapkan pressing ketat yang menyulitkan para pemain Leverkusen untuk mengembangkan permainan. Bola-bola pendek nan cepat menjadi ciri khas serangan Arsenal, mencoba membongkar pertahanan rapat tim tamu dari berbagai sisi. Aliran bola dari lini tengah ke sayap, terutama melalui Bukayo Saka di kanan dan Leandro Trossard di kiri, menjadi senjata utama The Gunners.

Percobaan serius pertama Arsenal datang pada menit ke-15. Leandro Trossard, yang terlihat sangat aktif di sisi kiri, menerima umpan matang di tepi kotak penalti. Dengan satu sentuhan, ia melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke pojok kanan atas gawang. Bola melaju deras, namun Janis Blaswich dengan sigap terbang untuk melakukan penyelamatan akrobatik, menepis bola keluar lapangan dan menghasilkan sepak pojok. Penyelamatan ini menjadi sinyal awal performa gemilang Blaswich di babak pertama.

Tekanan Arsenal tidak mengendur. Pada menit ke-23, giliran Declan Rice yang mengancam. Gelandang Inggris tersebut menunjukkan kemampuannya dalam melakukan penetrasi ke depan. Ia melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti yang tampaknya akan bersarang di gawang, namun lagi-lagi Blaswich menunjukkan refleks luar biasa. Dengan ujung jarinya, kiper asal Jerman itu berhasil menipis bola melewati mistar gawang. Sepak pojok kembali didapatkan Arsenal, dan dari situasi ini, Bukayo Saka mencoba peruntungannya dengan sundulan. Sayangnya, sundulan Saka terlalu lemah dan mudah diamankan oleh Blaswich, yang tampaknya mulai menikmati tantangan yang diberikan oleh lini serang Arsenal.

Saka terus menjadi ancaman konstan di sisi kanan. Beberapa menit berselang, ia mendapatkan ruang tembak setelah melakukan dribel brilian melewati satu bek lawan. Tanpa ragu, winger lincah itu langsung melepaskan tembakan keras di kesempatan pertama. Bola melaju dengan kecepatan tinggi menuju gawang, namun Blaswich lagi-lagi berada di posisi yang tepat untuk menepis bola keluar. Penyelamatan ini semakin mengukuhkan reputasinya sebagai tembok terakhir yang sulit ditembus.

Puncak dari dominasi Arsenal di paruh pertama terjadi pada menit ke-29, ketika Leandro Trossard mendapatkan peluang emas. Bukayo Saka mengirimkan umpan terobosan akurat yang membelah pertahanan Leverkusen, menempatkan Trossard dalam posisi satu lawan satu dengan Blaswich. Penyerang Belgia itu mencoba menempatkan bola melewati kiper, namun Blaswich berhasil menutup ruang tembak dengan sangat baik dan menggagalkan upaya Trossard. Bola muntah kemudian disambar kembali, memicu kemelut di depan gawang, tetapi pertahanan Leverkusen berhasil membersihkan area tersebut.

Tekanan tanpa henti Arsenal kembali mengancam gawang tim tamu. Kali ini, sebuah sepak pojok menjadi awal dari serangkaian kejadian menegangkan. Bola yang dihalau pertahanan Leverkusen jatuh tepat di kaki Trossard yang berdiri di depan kotak penalti. Tanpa kontrol, ia langsung melepaskan tembakan keras yang lagi-lagi berhasil dihalau oleh Blaswich. Bola terlepas dari tangkapan sang kiper, memicu kemelut di dalam kotak penalti. Ben White, yang ikut maju membantu serangan, menyambar bola dari jarak dekat, namun Blaswich, yang sudah terjatuh, dengan sigap menggunakan kakinya untuk melakukan penyelamatan heroik terakhir, menjaga gawangnya tetap perawan.

Namun, ketahanan Blaswich akhirnya runtuh pada menit ke-36, dan gol yang ditunggu-tunggu Arsenal pun tercipta melalui cara yang spektakuler. Eberechi Eze, yang bermain sebagai gelandang serang, menerima bola tak jauh di depan kotak penalti dalam posisi membelakangi gawang. Dengan sentuhan pertama yang brilian, ia memutar tubuhnya untuk menghadapi gawang, lalu tanpa menunggu bola menyentuh tanah, Eze melepaskan sepakan voli yang sangat keras dan akurat. Bola melesat lurus ke sudut gawang, tak mampu dihentikan oleh Blaswich yang sudah berjuang keras sepanjang babak ini. Gol tersebut disambut gegap gempita oleh para pendukung di Emirates Stadium, memberikan Arsenal keunggulan 1-0 yang memang pantas mereka dapatkan setelah serangkaian serangan.

Setelah gol tersebut, tekanan Arsenal sedikit mereda. The Gunners tampak lebih tenang dalam mengontrol bola, mencoba menjaga keunggulan dan tidak terburu-buru dalam melancarkan serangan. Leverkusen, di sisi lain, berusaha bangkit dan membangun serangan untuk menyamakan kedudukan, namun mereka kesulitan menembus pertahanan Arsenal yang terorganisir dengan baik. Lini tengah Arsenal, yang dipimpin oleh Declan Rice dan Martin Zubimendi, berhasil mematikan pergerakan para gelandang Leverkusen, sehingga suplai bola ke lini serang mereka menjadi terhambat.

Pelatih Mikel Arteta tampak puas dengan performa timnya di babak pertama, terutama dengan bagaimana mereka mampu menciptakan banyak peluang dan akhirnya memecah kebuntuan. Gol Eze bukan hanya indah, tetapi juga sangat penting untuk memecah kebuntuan dan memberikan keunggulan moral menjelang babak kedua. Sementara itu, Xabi Alonso di kubu Leverkusen memiliki pekerjaan rumah yang besar di ruang ganti. Mereka perlu menemukan cara untuk menembus pertahanan Arsenal dan menciptakan lebih banyak peluang jika ingin membalikkan keadaan atau setidaknya menyamakan kedudukan.

Secara keseluruhan, babak pertama adalah demonstrasi dominasi Arsenal, yang diwarnai oleh performa luar biasa dari Janis Blaswich di bawah mistar gawang Leverkusen dan gol spektakuler Eberechi Eze. Arsenal berhasil unggul 1-0 saat turun minum, memberikan mereka modal berharga untuk menghadapi 45 menit kedua yang diprediksi akan berjalan lebih sengit. Pertandingan ini menjanjikan drama yang lebih menarik di babak kedua, dengan Leverkusen yang pasti akan tampil lebih agresif dan Arsenal yang berusaha mempertahankan keunggulan mereka.

Susunan pemain yang diturunkan oleh kedua tim di babak pertama adalah sebagai berikut:

Arsenal: Raya, White, Saliba, Gabriel, Hincapie, Zubimendi, Rice, Saka, Eze, Trossard, Gyokeres

Bayer Leverkusen: Blaswich, Quansah, Andrich, Tapsoba, Poku, Palacios, Garcia, Grimaldo, Terrier, Maza, Kofane