Musim 2025/2026 menjadi periode yang penuh tantangan bagi Liverpool di bawah arahan manajer Arne Slot. Kekalahan ke-10 mereka di Premier League, yang terjadi saat bertandang ke markas Brighton & Hove Albion, memicu kekhawatiran serius dari Slot mengenai potensi klub untuk mencatatkan rekor negatif di akhir musim. Perjalanan yang penuh gejolak ini menyoroti sejumlah masalah mendasar yang dihadapi The Reds, mulai dari badai cedera hingga inkonsistensi performa, yang secara kolektif mengancam posisi historis klub di kancah sepak bola Inggris.

sulutnetwork.com – Performa Liverpool di Premier League musim ini terus menjadi sorotan tajam setelah mereka menelan kekalahan kesepuluh kalinya saat menghadapi Brighton & Hove Albion di Amex Stadium pada Sabtu, 21 Maret 2026 malam WIB. Hasil pahit ini, di mana The Reds takluk 1-2 dari tim tuan rumah, bukan hanya menambah daftar kekalahan mereka tetapi juga memicu alarm bahaya di kalangan staf kepelatihan dan penggemar. Dengan tujuh pertandingan tersisa, manajer Arne Slot secara terbuka menyatakan kekhawatirannya bahwa Liverpool bisa saja mencetak rekor buruk dalam sejarah klub mengenai jumlah kekalahan dalam satu musim Premier League.

Kekalahan di Amex Stadium menjadi pukulan telak bagi ambisi Liverpool untuk mengakhiri musim dengan kuat. Pertandingan tersebut berlangsung sengit, namun Brighton berhasil memanfaatkan keuntungan bermain di kandang dan efektivitas serangan mereka untuk mengamankan tiga poin penting. Bagi Liverpool, hasil ini memperpanjang catatan negatif mereka di liga, menambah tekanan yang sudah besar pada Slot dan para pemainnya. Sepanjang 31 pertandingan yang telah dimainkan, Liverpool kini telah menelan 10 kekalahan, sebuah statistik yang sangat kontras dengan standar tinggi yang telah mereka tetapkan dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan sebelumnya.

Angka 10 kekalahan dalam 31 pertandingan adalah statistik yang mengkhawatirkan dan sudah menyamai catatan terburuk Liverpool dalam satu dekade terakhir. Kali terakhir The Reds mengalami kekalahan sebanyak ini adalah pada musim 2015/2016, sebuah musim yang juga dikenal sebagai periode transisi dan pembangunan kembali. Namun, dibandingkan dengan standar Premier League yang diikuti 20 tim dan 38 pertandingan, rekor kekalahan terbanyak Liverpool dalam satu musim adalah 14 kali, yang terjadi pada musim 2011/2012. Jauh sebelum itu, pada musim 1993/1994 ketika liga masih diikuti 22 tim dan memainkan total 42 pertandingan, Liverpool mencatatkan 16 kekalahan.

Dengan tujuh pertandingan sisa di Premier League 2025/2026, ancaman untuk melampaui rekor 14 kekalahan menjadi sangat nyata dan menghantui skuad. Jika Liverpool tidak mampu membalikkan keadaan dan mengamankan hasil positif di sisa laga, mereka berisiko mencatatkan salah satu musim terburuk dalam sejarah Premier League mereka. Situasi ini bukan hanya berdampak pada posisi mereka di tabel klasemen, tetapi juga berpotensi merusak moral tim dan kepercayaan diri para pemain menjelang musim berikutnya.

Arne Slot, yang baru mengambil alih kemudi tim, tidak menutupi kekhawatirannya mengenai prospek ini. Ketika ditanya oleh BBC Sport apakah ia khawatir Liverpool akan "menciptakan rekor yang salah," Slot menjawab dengan tegas, "Tentu saja. Itu menunjukkan beberapa hal." Pernyataan ini mencerminkan pengakuan Slot akan beratnya tantangan yang dihadapi dan betapa signifikannya angka kekalahan ini. Ia melanjutkan dengan menjelaskan pandangannya, "Pertama, itu menunjukkan hebatnya tim dan manajer yang dimiliki Liverpool dalam 10 tahun terakhir." Komentar ini merupakan penghormatan tersirat kepada era kesuksesan sebelumnya di bawah Jürgen Klopp, sekaligus pengakuan akan standar tinggi yang harus ia penuhi.

Slot juga mencoba menjelaskan beberapa faktor yang menurutnya berkontribusi pada banyaknya kekalahan musim ini. "Saya bisa memberi tahu Anda semua alasan kenapa kami sudah kalah 10 kali musim ini," ujarnya. Salah satu faktor utama yang ia soroti adalah "gol menit-menit akhir," yang menunjukkan masalah konsentrasi atau kebugaran di penghujung pertandingan yang telah merugikan Liverpool dalam beberapa kesempatan. Selain itu, Slot secara spesifik menyoroti dampak dari krisis cedera yang melanda tim. "Hari ini merangkum semuanya dalam hal masalah cedera. Menghadapi ini tanpa tiga pencetak gol hebat (Ekitike, Isak, dan Salah) tidak pernah membantu untuk tim mana pun," lanjutnya. Pernyataan ini, meskipun menimbulkan sedikit kebingungan karena Ekitike dan Isak adalah pemain yang umumnya tidak terkait dengan Liverpool, menggarisbawahi poin Slot tentang betapa krusialnya kehilangan pemain kunci di lini serang. Kehadiran Mohamed Salah, salah satu top skorer utama Liverpool, di daftar cedera atau tidak tersedia untuk pertandingan tersebut, tentu saja merupakan pukulan besar bagi daya gedor tim.

Namun, Slot dengan cepat menegaskan bahwa ia tidak berniat mencari-cari alasan. "Tapi bukan tugas saya untuk mencari alasan. Tugas saya adalah menemukan jawaban dan itulah yang coba saya lakukan lagi hari ini," kata Arne Slot. Mentalitas ini menunjukkan komitmennya untuk mengatasi masalah yang ada dan mencari solusi taktis serta strategis untuk membawa tim kembali ke jalur kemenangan. Pernyataan ini juga mencerminkan tekanan besar yang ada di pundaknya untuk segera memperbaiki keadaan.

Analisis lebih mendalam mengenai penyebab kemerosotan performa Liverpool di musim ini mengungkapkan beberapa faktor yang saling terkait. Salah satu yang paling signifikan adalah badai cedera yang tiada henti. Sepanjang musim, Liverpool harus menghadapi absennya pemain-pemain kunci di berbagai lini, mulai dari pertahanan, lini tengah, hingga lini serang. Cedera pada pilar-pilar penting tidak hanya mengurangi kualitas tim di lapangan, tetapi juga membatasi opsi taktis Slot dan memaksanya untuk sering melakukan rotasi atau menggunakan pemain di posisi yang kurang familiar. Kedalaman skuad yang seharusnya menjadi salah satu kekuatan Liverpool menjadi sangat teruji, dan terkadang terlihat rapuh ketika dihadapkan pada jadwal padat dan intensitas Premier League.

Selain cedera, tantangan taktis juga menjadi bagian dari masalah. Sebagai manajer baru, Slot mungkin masih dalam proses mengimplementasikan filosofi permainannya sepenuhnya. Transisi dari gaya bermain yang telah mapan di bawah manajer sebelumnya bisa jadi memerlukan waktu adaptasi yang lebih lama bagi para pemain. Inkonsistensi dalam performa individu beberapa pemain kunci juga terlihat jelas. Beberapa bintang yang diharapkan menjadi motor penggerak tim belum mampu mencapai level performa terbaik mereka secara konsisten, yang secara langsung berdampak pada hasil akhir pertandingan.

Tekanan dan kelelahan mental juga bisa menjadi faktor yang berkontribusi. Liverpool selalu bersaing di berbagai kompetisi, dan tuntutan untuk selalu tampil di level tertinggi bisa sangat menguras energi, baik fisik maupun mental. Kekalahan beruntun atau hasil yang tidak memuaskan dapat menumpuk tekanan, membuat tim sulit untuk bangkit. Selain itu, persaingan di Premier League yang semakin ketat juga tidak bisa diabaikan. Tim-tim lain terus memperkuat diri, dan setiap pertandingan menuntut performa maksimal.

Dengan tujuh pertandingan tersisa, setiap laga menjadi sangat krusial bagi Liverpool. Mereka tidak hanya harus berjuang untuk mengamankan posisi di kompetisi Eropa musim depan, tetapi juga untuk menghindari rekor kekalahan terburuk dalam sejarah modern klub. Jadwal pertandingan yang tersisa mungkin akan menantang, dengan lawan-lawan yang memiliki motivasi berbeda—baik untuk memperebutkan gelar, kualifikasi Eropa, atau menghindari degradasi. Kualitas dan karakter tim akan diuji secara maksimal di fase akhir musim ini.

Masa depan Arne Slot di Liverpool akan sangat bergantung pada bagaimana ia menangani situasi sulit ini dan bagaimana timnya merespons di sisa pertandingan. Musim panas mendatang kemungkinan akan menjadi periode yang sibuk di bursa transfer, di mana Slot mungkin akan mencari pemain baru untuk memperkuat skuad dan mengisi kekosongan yang ada, terutama di area yang terbukti rentan terhadap cedera atau kurangnya kedalaman. Tantangan Slot bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi juga tentang membangun fondasi yang kuat untuk proyek jangka panjangnya, mengembalikan kepercayaan diri tim, dan mengkalibrasi ulang ekspektasi di tengah dinamika Premier League yang selalu berubah.

Secara keseluruhan, kekalahan ke-10 Liverpool di Premier League musim ini bukan sekadar statistik belaka. Itu adalah cerminan dari tantangan besar yang dihadapi klub di bawah kepemimpinan baru, diperparah oleh badai cedera dan inkonsistensi performa. Kekhawatiran Arne Slot akan rekor buruk yang menghantui musim ini adalah valid, dan bagaimana Liverpool menanggapi tekanan ini di tujuh pertandingan terakhir akan menentukan narasi akhir musim mereka serta arah klub di masa mendatang.