Babak 16 besar Liga Europa musim 2025/2026 telah rampung, menyajikan serangkaian pertandingan mendebarkan yang penuh kejutan dan drama. Salah satu sorotan utama adalah tersingkirnya AS Roma, salah satu tim unggulan, di tangan sesama wakil Italia, Bologna, dalam laga yang berlangsung dramatis hingga babak tambahan. Sementara itu, tim-tim kuat seperti Aston Villa dan Nottingham Forest berhasil mengamankan tempat di perempatfinal, menegaskan dominasi Liga Primer Inggris. Spanyol dan Portugal juga menunjukkan kekuatan mereka dengan masing-masing meloloskan dua tim, melengkapi daftar delapan besar yang akan memperebutkan gelar juara Eropa kedua paling bergengsi ini.
sulutnetwork.com – Rangkaian laga sengit babak 16 besar Liga Europa yang dihelat pada Jumat (20/3/2026) dini hari WIB telah menorehkan catatan penting bagi sejumlah klub Eropa. Di Olimpico, kandang kebanggaan AS Roma, harapan Giallorossi untuk melaju lebih jauh di kompetisi Eropa harus pupus setelah takluk 3-4 dari Bologna dalam pertandingan leg kedua yang berjalan hingga babak tambahan waktu. Kekalahan ini membuat Roma harus tersingkir dengan agregat tipis 4-5. Hasil ini sekaligus menjadikan Bologna sebagai satu-satunya wakil Italia yang tersisa di perempatfinal, membawa beban ekspektasi seluruh negeri. Di sisi lain, Aston Villa, yang juga digadang-gadang sebagai kandidat kuat juara, berhasil melenggang mulus ke perempatfinal setelah mengamankan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Lille, mengakhiri perjalanan klub Prancis itu dengan agregat 3-0. Lille, yang tidak diperkuat bek timnas Indonesia Calvin Verdonk, menunjukkan perlawanan, namun tidak cukup untuk membendung Villa.
Kisah Dramatis AS Roma vs Bologna: Pertarungan Saudara yang Penuh Ketegangan
Pertarungan antara AS Roma dan Bologna menjadi epicentrum perhatian di babak 16 besar. Leg pertama yang berakhir dengan skor imbang 1-1 di markas Bologna telah memberikan indikasi bahwa pertemuan kedua tim akan berjalan ketat. Namun, sedikit yang menduga bahwa drama di Olimpico akan mencapai puncaknya sedemikian rupa. AS Roma, di bawah asuhan pelatih yang memiliki rekam jejak bagus di kompetisi Eropa, memasuki pertandingan ini dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka memiliki keuntungan bermain di hadapan publik sendiri yang fanatik, sebuah faktor yang seringkali menjadi pendorong semangat tim. Dukungan penuh dari Curva Sud diharapkan dapat memompa performa para pemain untuk meraih tiket perempatfinal.
Namun, Bologna datang dengan misi yang jelas dan determinasi tinggi. Tim asuhan pelatih Thiago Motta telah menunjukkan performa yang menjanjikan sepanjang musim ini, baik di Serie A maupun di kancah Eropa. Mereka dikenal dengan gaya bermain yang agresif, disiplin, dan mampu memanfaatkan setiap celah pertahanan lawan. Sejak peluit kick-off dibunyikan, pertandingan langsung berjalan dengan intensitas tinggi. Kedua tim saling berbalas serangan, menciptakan peluang-peluang berbahaya. Bologna berhasil mencuri gol di babak pertama, mengejutkan publik Olimpico dan mengubah dinamika pertandingan. Gol tersebut memaksa Roma untuk bermain lebih menyerang, membuka ruang di lini belakang yang dimanfaatkan dengan baik oleh Bologna.
Babak kedua berjalan semakin panas. Roma yang tertinggal berusaha keras menyamakan kedudukan, dan beberapa kali upaya mereka nyaris membuahkan hasil. Namun, pertahanan Bologna yang terorganisir dengan baik, ditambah penampilan apik dari kiper mereka, berhasil meredam serangan-serangan Giallorossi. Bologna bahkan berhasil menambah keunggulan, membuat agregat semakin menjauh. Roma tidak menyerah begitu saja. Dengan semangat pantang menyerah, mereka berhasil mencetak dua gol balasan, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu. Atmosfer di Olimpico semakin memanas, antara harapan dan ketegangan.
Di babak tambahan, stamina dan mentalitas menjadi kunci. Bologna, meskipun bermain di kandang lawan, menunjukkan ketahanan fisik yang luar biasa. Mereka kembali berhasil mencetak gol krusial, memanfaatkan kelengahan lini belakang Roma yang mulai kelelahan. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Roma, meskipun mereka masih sempat mencetak satu gol lagi di menit-menit akhir. Namun, waktu sudah tidak memungkinkan. Peluit panjang dibunyikan, mengakhiri pertandingan dengan skor 3-4 untuk kemenangan Bologna. Agregat 4-5 menjadi penentu, dan AS Roma harus mengakui keunggulan lawan mereka. Kekecewaan jelas terpancar dari wajah para pemain dan staf pelatih Roma, serta para pendukung yang memadati stadion. Bagi Bologna, ini adalah pencapaian luar biasa, sebuah pembuktian bahwa mereka adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di Eropa. Mereka kini mengemban harapan Italia sebagai satu-satunya wakil yang tersisa.
Dominasi Inggris dan Perjalanan Mulus Aston Villa
Di sisi lain, Liga Primer Inggris berhasil mengirimkan dua wakilnya ke perempatfinal, menegaskan reputasi mereka sebagai salah satu liga terkuat di dunia. Aston Villa, yang di bawah tangan dingin Unai Emery menunjukkan performa konsisten, berhasil melaju dengan meyakinkan. Setelah memetik kemenangan 1-0 di kandang Lille pada leg pertama, Villa tampil solid di leg kedua di Villa Park. Mereka berhasil mengamankan kemenangan 2-0, menutup perjalanan Lille dengan agregat telak 3-0. Pertandingan ini menunjukkan kematangan dan kedalaman skuad Villa, yang mampu mengontrol jalannya laga dan menciptakan peluang-peluang efektif. Emery, dengan pengalaman segudang di kompetisi Eropa, sekali lagi membuktikan kemampuannya dalam menuntun tim melaju di turnamen ini. Kemenangan ini memberikan suntikan moral yang besar bagi Villa untuk menghadapi fase selanjutnya yang akan semakin menantang.
Selain Aston Villa, Nottingham Forest juga berhasil mencatatkan namanya di daftar perempatfinalis. Perjalanan Forest tidaklah mudah. Mereka harus melewati adangan Midtjylland dalam laga yang berakhir imbang 2-2 secara agregat. Pertandingan di kandang Midtjylland pada leg kedua menjadi penentu. Setelah bermain imbang di waktu normal, pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti yang menegangkan. Dalam drama adu tos-tosan, Forest menunjukkan mental baja dan keberuntungan yang berpihak kepada mereka, memenangkan adu penalti dengan skor 3-0. Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras, semangat juang, dan ketahanan mental para pemain Forest. Bagi klub yang baru beberapa musim kembali ke kasta tertinggi Liga Inggris, pencapaian ini merupakan langkah besar dan indikasi positif untuk masa depan mereka di kancah Eropa.
Kekuatan Spanyol dan Portugal, Serta Kejutan dari Jerman
Liga Europa musim ini juga menyoroti kekuatan wakil-wakil dari Spanyol dan Portugal, yang secara tradisional memang selalu kuat di kompetisi ini. Spanyol berhasil mengirimkan dua tim ke perempatfinal, yakni Real Betis dan Celta Vigo. Real Betis menunjukkan dominasi penuh saat menghadapi Panathinaikos. Setelah meraih kemenangan tandang 1-0 di leg pertama, Betis tampil superior di kandang sendiri dengan mencukur Panathinaikos 4-0. Kemenangan agregat 4-1 ini menunjukkan kualitas lini serang dan pertahanan Betis yang solid. Mereka kini menjadi salah satu kandidat kuat yang patut diwaspadai di babak selanjutnya.
Celta Vigo juga tidak kalah impresif. Mereka berhasil melibas Lyon dengan agregat 3-1. Setelah menang 1-0 di kandang sendiri, Celta Vigo kembali menunjukkan performa apik di markas Lyon, meraih kemenangan 2-0. Hasil ini menegaskan kemampuan Celta Vigo untuk bersaing di level Eropa dan menyingkirkan lawan yang cukup tangguh dari Prancis. Dengan dua wakil di perempatfinal, Spanyol sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah salah satu kekuatan sepak bola teratas di Eropa.
Portugal juga tidak mau ketinggalan. Mereka berhasil menempatkan dua tim di perempatfinal, yaitu Porto dan Braga. Porto melaju setelah menyingkirkan Stuttgart dengan agregat 4-1. Setelah menang 2-1 di leg pertama, Porto kembali tampil perkasa di kandang sendiri dengan kemenangan 2-0. Performa konsisten ini menunjukkan ambisi Porto untuk meraih gelar Eropa. Sementara itu, Braga juga berhasil mengamankan tempat di perempatfinal, melengkapi representasi Portugal di babak delapan besar. Detail pertandingan Braga tidak disebutkan secara eksplisit, namun kehadiran mereka menegaskan kekuatan Liga Portugal di kancah Eropa.
Terakhir, Jerman juga berhasil mengirimkan satu wakilnya, SC Freiburg. Freiburg menunjukkan penampilan yang luar biasa saat menghadapi Genk. Setelah bermain imbang 1-1 di leg pertama, Freiburg tampil menggila di leg kedua dengan menghajar Genk 5-1. Kemenangan agregat 5-2 ini menjadi bukti bahwa Freiburg adalah tim yang tidak bisa diremehkan dan memiliki potensi untuk membuat kejutan lebih lanjut di turnamen ini.
Menuju Perempatfinal: Persaingan Semakin Memanas
Dengan lengkapnya delapan tim yang lolos ke perempatfinal, peta persaingan Liga Europa semakin memanas. Inggris dan Spanyol masing-masing mengirimkan dua wakil, sementara Portugal juga dengan dua tim, menunjukkan keseimbangan kekuatan di antara liga-liga top Eropa. Italia hanya memiliki Bologna sebagai satu-satunya harapan, sementara Jerman diwakili oleh Freiburg.
Daftar lengkap tim yang lolos ke perempatfinal adalah sebagai berikut:
- Bologna (Italia)
- Aston Villa (Inggris)
- Nottingham Forest (Inggris)
- Real Betis (Spanyol)
- Celta Vigo (Spanyol)
- Porto (Portugal)
- Braga (Portugal)
- Freiburg (Jerman)
Hasil lengkap pertandingan babak 16 besar Liga Europa malam tadi adalah sebagai berikut:
- Freiburg 5-1 Genk (Freiburg menang agregat 5-2)
- Lyon 0-2 Celta Vigo (Celta menang agregat 3-1)
- Midtjylland 1-3 Nottingham Forest (Forest menang adu penalti 3-0, agregat 2-2)
- AS Roma 3-4 Bologna (Bologna menang agregat 5-4)
- Aston Villa 2-0 Lille (Villa menang agregat 3-0)
- Real Betis 4-0 Panathinaikos (Betis menang agregat 4-1)
- Porto 2-0 Stuttgart (Porto menang agregat 4-1)
Undian perempatfinal akan segera dilakukan, dan semua tim pasti sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi lawan-lawan tangguh. Setiap pertandingan di fase ini akan menjadi final bagi tim-tim yang bertarung, di mana setiap kesalahan bisa berakibat fatal. Liga Europa musim 2025/2026 telah membuktikan dirinya sebagai kompetisi yang penuh kejutan dan drama, menjanjikan tontonan sepak bola kelas atas hingga akhir.
