Jakarta – Arsenal sukses mengamankan tiket ke babak perempat final Liga Champions musim 2025/2026 setelah menunjukkan performa dominan di babak 16 besar. Klub raksasa London Utara tersebut berhasil menyingkirkan Bayer Leverkusen dengan agregat meyakinkan 3-1, dan kini bersiap menghadapi tantangan dari Sporting CP, tim asal Portugal yang juga tampil heroik dalam perjalanannya menuju delapan besar kompetisi paling bergengsi di Eropa ini.
sulutnetwork.com – Kepastian langkah Arsenal ke perempat final terjadi setelah mereka menundukkan Bayer Leverkusen 2-0 pada leg kedua yang digelar di kandang mereka, Emirates Stadium. Dua gol kemenangan krusial Meriam London dicetak oleh Eberechi Eze dan Declan Rice, memastikan superioritas mereka setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di leg pertama. Tantangan selanjutnya, Sporting CP, diprediksi akan menjadi ujian berat mengingat performa impresif mereka di kancah domestik dan kemampuan bangkit secara dramatis di Eropa.
Perjalanan Arsenal di babak 16 besar dimulai dengan kunjungan tandang ke BayArena, markas Bayer Leverkusen, pada leg pertama. Pertandingan yang digelar pada awal Maret 2026 tersebut berlangsung sengit dan penuh tensi. Leverkusen, yang dikenal dengan gaya bermain menyerang di bawah arahan Xabi Alonso, langsung mengambil inisiatif di hadapan publiknya sendiri. Florian Wirtz menjadi motor serangan utama mereka, menguji pertahanan Arsenal yang dikawal solid oleh William Saliba dan Gabriel Magalhães. Pada menit ke-38, Leverkusen berhasil memecah kebuntuan melalui gol spektakuler dari Wirtz yang melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti, tak mampu dijangkau oleh kiper Arsenal, Aaron Ramsdale. Arsenal tidak tinggal diam, merespons dengan tekanan balik di babak kedua. Kerja keras mereka membuahkan hasil pada menit ke-72 ketika umpan terobosan dari Martin Ødegaard berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Gabriel Martinelli yang lolos dari kawalan bek lawan dan menyarangkan bola ke gawang Leverkusen, mengubah skor menjadi 1-1. Hasil imbang tandang ini menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Mikel Arteta untuk leg kedua di kandang.
Memasuki leg kedua di Emirates Stadium pada pertengahan Maret, atmosfer sudah terasa membara. Lebih dari 60.000 pendukung Arsenal memadati stadion, memberikan dukungan penuh untuk tim kesayangan mereka. Mikel Arteta melakukan beberapa penyesuaian taktis, menempatkan Eberechi Eze di posisi sayap kiri untuk memberikan kecepatan dan kreativitas tambahan, sementara Bukayo Saka beroperasi di sayap kanan. Sejak peluit awal dibunyikan, Arsenal langsung tancap gas, mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang demi peluang. Tekanan intensif Arsenal akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Eberechi Eze, yang tampil gemilang, melakukan penetrasi apik dari sisi kiri, melewati dua bek Leverkusen sebelum melepaskan tembakan keras mendatar yang bersarang di sudut bawah gawang, membuat kiper Leverkusen tak berdaya. Gol ini memicu euforia di Emirates dan meningkatkan kepercayaan diri para pemain Arsenal.
Leverkusen mencoba bangkit dan menyamakan kedudukan, namun pertahanan Arsenal yang digalang Declan Rice di lini tengah dan soliditas barisan belakang sangat sulit ditembus. Justru, Arsenal yang kembali menambah keunggulan di babak kedua. Pada menit ke-63, sebuah skema tendangan sudut yang dieksekusi dengan brilian oleh Martin Ødegaard berhasil ditanduk oleh William Saliba, bola muntah kemudian disambar oleh Declan Rice dengan tendangan voli kaki kanan yang menghujam deras gawang lawan. Gol kedua ini praktis memupus harapan Leverkusen untuk membalikkan keadaan. Skor 2-0 bertahan hingga peluit akhir, memastikan Arsenal lolos ke perempat final dengan agregat 3-1.
Usai pertandingan, Declan Rice menyampaikan perasaannya kepada situs resmi UEFA, "Kami sekarang bermain melawan tim-tim terbaik, memasuki fase krusial kompetisi, dan ini akan sangat sulit. Kami memperkirakan tim yang akan menyerang kami dengan agresif, jadi kami akan siap menghadapi apa pun yang menghadang." Komentar Rice mencerminkan kesadaran akan tantangan yang semakin besar di fase gugur Liga Champions.
Di sisi lain undian, Sporting CP juga melalui perjalanan yang penuh drama untuk mencapai perempat final. Mereka berhadapan dengan kuda hitam asal Norwegia, Bodo/Glimt, di babak 16 besar. Leg pertama yang digelar di Aspmyra Stadion, Norwegia, menjadi mimpi buruk bagi Sporting. Bermain di bawah kondisi cuaca ekstrem dengan suhu yang sangat dingin dan lapangan yang menantang, Sporting CP kesulitan mengembangkan permainan mereka. Bodo/Glimt memanfaatkan betul keunggulan kandang dan berhasil meraih kemenangan mengejutkan 3-0. Tiga gol Bodo/Glimt dicetak oleh Albert Grønbæk, Amahl Pellegrino, dan Faris Pemi Moumbagna, menempatkan Sporting di ambang eliminasi dengan defisit tiga gol.
Namun, semangat juang Sporting CP di bawah asuhan pelatih Ruben Amorim tidak padam. Mereka menunjukkan mentalitas juara di leg kedua yang digelar di kandang mereka, Estádio José Alvalade. Di hadapan puluhan ribu pendukungnya yang setia, Sporting tampil kesetanan sejak menit awal. Mereka membalas kekalahan 3-0 di leg pertama dengan kemenangan telak 5-0 di kandang, membalikkan agregat menjadi 5-3 dan memastikan tempat di perempat final. Gol-gol Sporting dicetak oleh Pedro Gonçalves yang mencetak brace, Marcus Edwards, Paulinho, dan satu gol dari Gonçalo Inácio. Kemenangan dramatis ini menjadi salah satu comeback paling heroik di Liga Champions musim ini, menegaskan bahwa Sporting bukanlah tim yang bisa diremehkan.
Pertemuan Arsenal dan Sporting CP di perempat final kali ini menghadirkan kembali kenangan dari "musim lalu" (musim 2024/2025), ketika kedua tim juga sempat bertemu di fase liga, yang kemungkinan besar adalah babak grup Liga Champions atau babak gugur Liga Europa. Pada pertemuan tersebut, Arsenal berhasil membantai Sporting dengan skor telak 5-1. Namun, Arteta menegaskan bahwa situasi kini sudah jauh berbeda. "Ini benar-benar berbeda (dari musim lalu, ketika Arsenal menang di sana pada fase liga). Saya menonton babak pertama pertandingan mereka dan mereka adalah tim papan atas. Ini akan sangat sulit," kata Arteta. Perbedaan signifikan yang dimaksud Arteta salah satunya adalah perpindahan Viktor Gyokeres dari Sporting CP ke Arsenal sebelum musim 2025/2026 dimulai. Kehadiran Gyokeres di Arsenal tentu menambah kekuatan lini serang The Gunners, sementara Sporting harus menemukan pengganti yang sepadan untuk bomber Swedia tersebut.
Analisis taktis menunjukkan bahwa duel ini akan menjadi pertarungan antara gaya bermain yang berbeda namun sama-sama atraktif. Arsenal di bawah Arteta dikenal dengan penguasaan bola dominan, pressing tinggi, dan serangan kombinasi yang cair. Kreativitas Martin Ødegaard di lini tengah, kecepatan Bukayo Saka dan Eberechi Eze di sayap, serta ketangguhan Declan Rice sebagai jangkar, menjadi senjata utama mereka. Sementara itu, Sporting CP di bawah Ruben Amorim dikenal dengan formasi 3-4-3 yang fleksibel, mengandalkan kecepatan sayap seperti Marcus Edwards dan kemampuan finishing dari Pedro Gonçalves. Mereka juga memiliki lini tengah yang dinamis dan pertahanan yang solid, terutama setelah comeback dramatis melawan Bodo/Glimt.
Pertandingan leg pertama akan digelar di Emirates Stadium, yang akan menjadi kesempatan bagi Arsenal untuk membangun keunggulan di kandang. Dukungan penuh dari para Gooners diharapkan dapat memberikan dorongan ekstra bagi para pemain. Kemudian, leg kedua akan dilangsungkan di Estádio José Alvalade, markas Sporting, yang terkenal dengan atmosfernya yang intens dan penuh gairah. Kemampuan Sporting untuk bangkit dari ketertinggalan menunjukkan bahwa mereka sangat kuat di kandang dan akan menjadi lawan yang sangat sulit untuk ditaklukkan.
Duel ini juga akan menjadi panggung bagi beberapa pertarungan individu menarik. Declan Rice yang tampil konsisten di lini tengah Arsenal akan berhadapan dengan gelandang-gelandang Sporting seperti Morten Hjulmand atau Hidemasa Morita, memperebutkan dominasi di lapangan tengah. Di lini depan, Bukayo Saka dan Eberechi Eze akan mencoba menembus pertahanan Sporting yang dipimpin oleh Gonçalo Inácio, sementara Gabriel Magalhães dan William Saliba harus mewaspadai pergerakan lincah Pedro Gonçalves dan Marcus Edwards.
Bagi Arsenal, mencapai perempat final Liga Champions adalah sebuah pencapaian penting dalam era Mikel Arteta, menandai kembalinya mereka ke panggung elite Eropa setelah beberapa tahun absen dari fase-fase akhir kompetisi ini. Ini adalah bukti nyata dari perkembangan tim yang konsisten dan ambisi untuk bersaing di level tertinggi. Sementara itu, bagi Sporting CP, ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka adalah kekuatan yang harus diperhitungkan, dan mampu menantang tim-tim raksasa Eropa. Dengan kedua tim sama-sama memiliki momentum positif dan motivasi tinggi, perempat final Liga Champions 2025/2026 antara Arsenal dan Sporting CP dipastikan akan menyajikan dua pertandingan yang mendebarkan dan penuh drama, dengan satu tiket semifinal yang sangat berharga menjadi taruhannya.
