sulutnetwork.com – Jakarta Aquarium Safari (JAQS), destinasi wisata edukasi dan hiburan terkemuka di Jakarta, kembali menghadirkan inovasi menarik selama bulan suci Ramadan tahun ini melalui program spesial bertajuk ‘The Golden Hour to Iftar’. Program ini dirancang untuk menawarkan pengalaman ngabuburit yang tidak hanya berbeda namun juga imersif, memadukan keajaiban kehidupan bawah laut dengan nuansa budaya Turki yang eksotis, terutama melalui replika terowongan Cappadocia yang memukau. Pada hari ke-19 Ramadan, Senin, 9 Maret 2026, sebuah tim dari media berkesempatan untuk menyelami langsung suasana istimewa ini, yang berlokasi strategis di Central Park Mall II, Jakarta Barat.
Program ‘The Golden Hour to Iftar’ merupakan upaya JAQS untuk memberikan nilai tambah pada kunjungan Ramadan, mengubah momen menunggu berbuka puasa menjadi petualangan yang kaya akan visual dan edukasi. Pengunjung tidak hanya disuguhi keanekaragaman satwa air yang menakjubkan, mulai dari spesies laut dalam hingga penghuni akuatik tropis, tetapi juga diajak untuk merasakan atmosfer tematik ala Turki yang autentik. Puncak dari pengalaman ini adalah terowongan Cappadocia yang dirancang dengan detail, menawarkan latar belakang yang sempurna dan sangat "instagramable" bagi para pengunjung yang ingin mengabadikan momen spesial mereka.
Konsep "The Golden Hour" sendiri merujuk pada waktu-waktu menjelang matahari terbenam, di mana cahaya alami memancarkan rona keemasan yang indah. Di JAQS, konsep ini diinterpretasikan melalui penataan pencahayaan khusus yang menciptakan suasana hangat dan magis di seluruh area akuarium, terutama saat menjelang waktu berbuka. Suasana ini secara efektif mendukung kegiatan ngabuburit, di mana pengunjung dapat bersantai, berinteraksi dengan pameran, atau sekadar menikmati keindahan lingkungan sekitar dalam balutan cahaya yang menenangkan.
Terowongan Cappadocia menjadi salah satu daya tarik utama yang membedakan program Ramadan JAQS tahun ini. Didesain untuk menyerupai lanskap geologi Cappadocia yang terkenal dengan formasi batu unik dan balon udaranya, terowongan ini menciptakan ilusi visual yang memukau. Dengan dekorasi yang cermat, mulai dari ornamen khas Turki hingga efek pencahayaan yang dramatis, pengunjung seolah dibawa melintasi benua ke salah satu destinasi paling ikonik di dunia. Setiap sudut terowongan ini dirancang untuk menjadi latar foto yang estetik, mengundang para JAQSplorer, sebutan untuk pengunjung JAQS, untuk berbagi pengalaman mereka di media sosial.
Avatara, Regional Business Manager JAQS, dalam keterangannya, menekankan visi di balik program inovatif ini. "Melalui program ‘The Golden Hour to Iftar’, kami ingin menghadirkan pengalaman Ramadan yang berbeda bagi JAQSplorer. Tidak hanya menikmati ngabuburit yang seru dengan keindahan satwa dan tema unik, tetapi juga menutup hari dengan momen berbuka yang hangat bersama keluarga di Ciao Gio Pizzeria," ujarnya, menggarisbawahi komitmen JAQS untuk menciptakan kenangan tak terlupakan bagi setiap pengunjung. Pernyataan ini menegaskan bahwa JAQS tidak hanya menawarkan hiburan visual, tetapi juga pengalaman sosial dan kuliner yang terintegrasi, menjadikan ngabuburit dan iftar sebagai satu kesatuan yang harmonis.
Ciao Gio Pizzeria, restoran yang terletak di dalam area JAQS, memainkan peran sentral dalam melengkapi pengalaman berbuka puasa ini. Dengan hidangan yang bervariasi dan suasana yang nyaman, restoran ini menjadi tempat ideal bagi keluarga dan teman untuk berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati hidangan iftar setelah seharian berpuasa dan menjelajahi keajaiban akuarium. Meskipun detail menu iftar spesifik tidak disebutkan, dapat diasumsikan bahwa Ciao Gio Pizzeria akan menyajikan pilihan hidangan yang sesuai untuk berbuka puasa, mungkin dengan sentuhan tematik yang selaras dengan tema Turki secara keseluruhan.
Sebagai sebuah destinasi, Jakarta Aquarium Safari sendiri adalah perpaduan unik antara akuarium dan kebun binatang mini (safari), yang menawarkan pengalaman melihat satwa air dan darat dalam satu lokasi indoor. Berlokasi di dalam pusat perbelanjaan besar seperti Central Park Mall II, JAQS menawarkan kemudahan akses dan kenyamanan bagi pengunjung, terutama bagi keluarga yang mencari kegiatan rekreasi dan edukasi di tengah kota. Sejak dibuka, JAQS telah berkomitmen pada misi konservasi dan edukasi, memperkenalkan pengunjung pada keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga lingkungan. Berbagai jenis satwa, mulai dari penguin Humboldt yang menggemaskan, berang-berang yang lincah, hingga beragam spesies ikan tropis dan hiu, dapat diamati dari dekat, seringkali melalui interaksi langsung atau presentasi edukatif.
Ramadan di Indonesia adalah bulan yang sarat dengan tradisi dan kebersamaan, dan ngabuburit serta iftar menjadi dua elemen krusial yang menguatkan ikatan sosial dan keluarga. Ngabuburit, aktivitas menunggu waktu berbuka puasa, seringkali diisi dengan berbagai kegiatan santai atau berburu takjil. Sementara itu, iftar atau buka puasa adalah momen puncak di mana keluarga dan teman berkumpul untuk menikmati hidangan bersama. Dengan menawarkan program seperti ‘The Golden Hour to Iftar’, JAQS tidak hanya menyediakan tempat rekreasi, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi Ramadan masyarakat, memberikan alternatif unik untuk merayakan kebersamaan.
Melihat antusiasme dan inovasi yang ditawarkan, Marcomm Manager JAQS, Ritzka Yauma, memprediksi adanya lonjakan signifikan dalam jumlah pengunjung menjelang libur Lebaran tahun ini. "Tahun ini diperkirakan kita akan ramai, ada lonjakan itu di tanggal 19 sampai tanggal 23 Maret," kata Ritzka di lokasi. Prediksi ini didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana JAQS mencatat sekitar 5.700 pengunjung per hari. Untuk tahun ini, angka tersebut diperkirakan akan menembus 5.000 hingga 6.000 pengunjung per hari pada periode puncak tersebut.
Lonjakan pengunjung ini dapat diatribusikan pada beberapa faktor. Pertama, libur panjang sekolah dan cuti bersama kantor yang bertepatan dengan periode akhir Ramadan hingga Lebaran mendorong masyarakat untuk bepergian dan mencari destinasi hiburan keluarga. Kedua, tema unik dan atraktif seperti ‘The Golden Hour to Iftar’ dengan nuansa Turki dan terowongan Cappadocia yang instagramable menjadi daya tarik kuat. Ketiga, setelah beberapa tahun pembatasan akibat pandemi, masyarakat memiliki keinginan yang lebih besar untuk berlibur dan menikmati pengalaman baru, terutama yang dapat dinikmati bersama keluarga. Keempat, reputasi JAQS sebagai destinasi edukasi dan hiburan yang terkemuka juga turut berkontribusi pada kepercayaan publik.
Namun, Ritzka juga menjelaskan bahwa peningkatan kunjungan tidak terjadi secara instan. Ada fase peningkatan yang lebih lambat sebelum mencapai puncaknya. "Nah nanti untuk hari-hari sebelumnya (Lebaran) di tanggal 16 itu prediksi kita masih lumayan agak landai, tapi sudah mulai ramai. Karena kan sudah mulai libur Lebaran ya dari sekolah dan juga dari kantor," jelasnya. Periode "landai" ini, yang biasanya terjadi sekitar seminggu sebelum Lebaran, merupakan momen di mana keluarga mulai mengambil cuti dan sekolah mulai libur, sehingga menciptakan gelombang awal pengunjung yang secara bertahap meningkat hingga mencapai puncaknya menjelang hari raya.
Untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung yang diprediksi ini, JAQS kemungkinan besar akan menerapkan sejumlah strategi operasional. Hal ini bisa mencakup penambahan staf, terutama di area-area krusial seperti loket tiket, pintu masuk, area pameran interaktif, dan restoran, guna memastikan kelancaran alur pengunjung dan pelayanan yang optimal. Selain itu, manajemen kerumunan yang efektif, termasuk penyesuaian jam operasional atau pengaturan jalur pengunjung, mungkin juga akan diterapkan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan semua pihak. Protokol kebersihan dan kesehatan juga akan tetap menjadi prioritas, meskipun pandemi telah mereda, untuk memberikan rasa aman kepada pengunjung.
Sebagai informasi tambahan, selama bulan Ramadan ini, JAQS menawarkan beberapa opsi harga tiket yang disesuaikan untuk memberikan fleksibilitas kepada pengunjung. Pilihan yang paling terjangkau adalah tiket seharga Rp 150.000, yang memungkinkan pengunjung memasuki area JAQS setelah pukul 17.00 WIB. Opsi ini secara khusus dirancang untuk para "pemburu" ngabuburit yang ingin menikmati suasana sore hari dan berbuka puasa di dalam akuarium. Tiket ini menawarkan nilai yang sangat baik bagi mereka yang mencari pengalaman unik tanpa harus menghabiskan waktu seharian di sana.
Selain itu, tersedia pula tiket premium dengan harga Rp 225.000. Tiket ini memberikan akses penuh ke seluruh area JAQS mulai dari pagi hingga malam hari, memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi semua pameran dan menikmati berbagai pertunjukan tanpa batasan waktu. Ritzka menegaskan bahwa "Satu harga untuk anak-anak dan juga dewasa," yang menyederhanakan proses pembelian tiket dan memastikan bahwa semua anggota keluarga dapat menikmati pengalaman yang sama. Perbedaan harga dan waktu masuk ini memberikan pilihan yang fleksibel sesuai dengan preferensi dan anggaran masing-masing pengunjung, sekaligus mendorong lebih banyak orang untuk merasakan pengalaman Ramadan yang ditawarkan JAQS.
Kemudahan akses JAQS di dalam Central Park Mall II juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Pengunjung dapat dengan mudah mencapai lokasi menggunakan transportasi pribadi maupun umum, dan setelah selesai menjelajahi akuarium, mereka masih dapat melanjutkan kegiatan belanja atau bersantap di area mal. Ini menciptakan ekosistem hiburan yang terintegrasi, di mana JAQS berperan sebagai magnet utama bagi keluarga yang mencari hiburan dan edukasi selama musim liburan.
Secara keseluruhan, inisiatif ‘The Golden Hour to Iftar’ dari Jakarta Aquarium Safari bukan sekadar program musiman, melainkan sebuah refleksi dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pengalaman yang relevan dan berkesan bagi pengunjung. Dengan memadukan keindahan satwa akuatik, nuansa budaya Turki yang eksotis, dan kenyamanan momen berbuka puasa bersama keluarga, JAQS berhasil menciptakan destinasi ngabuburit yang unik di tengah hiruk pikuk kota Jakarta. Prediksi lonjakan pengunjung menjadi bukti nyata bahwa inovasi semacam ini mampu menarik perhatian publik dan memberikan kontribusi positif terhadap pariwisata domestik, khususnya selama periode Ramadan dan Lebaran.
