Di tengah performa impresif yang menempatkan mereka di puncak klasemen Liga Primer Inggris, Arsenal justru tak luput dari sorotan dan kritik. Mantan penyerang legendaris Manchester United, Wayne Rooney, tampil ke depan untuk membela The Gunners, menilai bahwa kritik yang ditujukan kepada gaya bermain mereka sama sekali tidak adil dan tidak beralasan. Rooney menegaskan bahwa sepak bola adalah permainan yang dinamis dengan berbagai pendekatan, dan Arsenal telah menemukan formula kemenangan yang efektif dan patut diapresiasi.

sulutnetwork.com – Saat ini, Arsenal kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dengan perolehan 67 poin dari 30 pertandingan, unggul tujuh angka dari rival terdekatnya, Manchester City, yang baru memainkan 29 laga. Meski demikian, tim besutan Mikel Arteta ini kerap menjadi sasaran empuk kritik, terutama terkait taktik dan pendekatan permainan mereka yang dianggap pragmatis, bahkan kadang-kadang cenderung membuang waktu, sebuah tudingan yang mengemuka usai laga kontra Brighton. Narasi ini menciptakan paradoks: bagaimana sebuah tim yang memimpin liga dengan selisih poin signifikan justru dihujani kritik mengenai gaya bermainnya? Rooney, dengan pengalamannya yang luas di dunia sepak bola, menawarkan perspektif yang berbeda, menekankan bahwa efektivitas adalah kunci, dan Arsenal telah menunjukkan hal itu secara konsisten sepanjang musim.

Musim 2022/2023 menjadi periode kebangkitan yang luar biasa bagi Arsenal di bawah arahan Mikel Arteta. Setelah beberapa musim yang kurang memuaskan, The Gunners berhasil membangun skuad yang solid, bermental baja, dan memiliki identitas permainan yang jelas. Perjalanan mereka menuju puncak klasemen bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras, rekrutmen cerdas, dan pengembangan pemain muda berbakat yang dikombinasikan dengan beberapa pemain berpengalaman. Pemain-pemain seperti Martin Odegaard, Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, William Saliba, dan Thomas Partey telah menjadi pilar penting dalam mesin kemenangan Arsenal. Konsistensi mereka dalam meraih poin, terutama di paruh pertama musim, menempatkan mereka sebagai penantang serius gelar juara yang sebelumnya banyak diragukan oleh pengamat. Mereka menunjukkan kemampuan untuk memenangkan pertandingan dengan berbagai cara, baik melalui permainan menyerang yang atraktif maupun dengan pertahanan yang kokoh dan efisien.

Namun, di balik rentetan kemenangan dan posisi puncak, kritik terhadap gaya bermain Arsenal terus bergulir. Salah satu kritik paling mencolok adalah tudingan tentang taktik membuang waktu. Insiden pasca-laga melawan Brighton menjadi sorotan utama, di mana Arsenal dituding sengaja memperlambat tempo permainan, menunda tendangan gawang, dan membuang-buang waktu di akhir pertandingan untuk menjaga keunggulan. Beberapa pihak bahkan menyebut Arsenal "bikin aturan sendiri" dan "tidak niat main" karena pendekatan ini. Kritik semacam ini seringkali muncul dari ekspektasi akan "sepak bola indah" yang menyerang sepanjang waktu, mengabaikan realitas taktis dalam sebuah pertandingan yang ketat, terutama di Liga Primer yang sangat kompetitif.

Selain itu, ketergantungan Arsenal pada skema bola mati juga menjadi target kritik. Beberapa pengamat berpendapat bahwa jumlah gol Arsenal dari tendangan sudut atau tendangan bebas terlalu tinggi, mengindikasikan kurangnya kreativitas atau efektivitas dalam permainan terbuka (open play). Diperkirakan sekitar 30% dari total gol Arsenal musim ini berasal dari skema bola mati, angka yang relatif tinggi dibandingkan tim-tim papan atas lainnya. Tudingan ini menyiratkan bahwa Arsenal "tidak murni" dalam mencetak gol, atau bahwa mereka terlalu mengandalkan trik daripada kemampuan teknis dan taktis dalam alur permainan.

Menanggapi gelombang kritik ini, Wayne Rooney, yang dikenal sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah Liga Primer dan memiliki pemahaman mendalam tentang tuntutan sepak bola di level tertinggi, tampil membela. Rooney menyatakan bahwa ia sama sekali tidak melihat ada yang salah dengan gaya bermain Arsenal. "Saya sudah dengar banyak orang bicara soal Arsenal dan cara mereka main tapi saya kira mereka luar biasa," ujar Rooney dalam sebuah wawancara dengan BBC. Mantan kapten Inggris itu menekankan bahwa sepak bola adalah permainan yang dimainkan dengan berbagai cara, dan setiap tim memiliki hak untuk mengembangkan filosofi permainannya sendiri.

Rooney membandingkan situasi Arsenal dengan era keemasan tim-tim besar lainnya, termasuk Manchester City di bawah Pep Guardiola dan tim Manchester United yang ia perkuat di bawah Sir Alex Ferguson. "Man City sempat di era ketika mereka sangat hebat, begitu juga dengan tim Man United saya," kenang Rooney. Ia menjelaskan bahwa setiap tim sukses memiliki karakteristik uniknya sendiri. Yang terpenting bukanlah bagaimana cara mereka bermain secara estetika, melainkan seberapa efektif mereka dalam mencapai tujuan, yaitu memenangkan pertandingan dan gelar.

Lebih lanjut, Rooney memuji keseimbangan dalam skuad Arsenal. Menurutnya, The Gunners memiliki "campuran yang bagus" antara pemain muda yang bersemangat dan pemain berpengalaman yang dapat diandalkan. "Mereka punya pemain berbeda-beda yang mencetak gol," tambah Rooney, menyoroti bahwa gol-gol Arsenal tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain bintang, melainkan berasal dari berbagai sumber, yang menunjukkan kedalaman skuad dan kekuatan kolektif. Aspek ini sangat krusial dalam sebuah liga maraton seperti Premier League, di mana kebugaran dan kontribusi dari seluruh tim sangat diperlukan.

Aspek lain yang ditekankan Rooney adalah ketahanan Arsenal. "Mereka sulit dilawan, mereka tidak kebobolan," ujarnya. Statistik pertahanan Arsenal memang menjadi salah satu yang terbaik di liga, dengan William Saliba dan Gabriel Magalhães membentuk duet bek tengah yang tangguh di depan Aaron Ramsdale. Soliditas pertahanan ini memungkinkan tim untuk membangun serangan dengan lebih percaya diri dan memberikan fondasi yang kuat untuk meraih kemenangan, bahkan ketika lini serang tidak sedang dalam performa terbaiknya. Rooney melihat ini sebagai kekuatan, bukan kelemahan, karena tim yang sulit ditembus cenderung lebih sering memenangkan pertandingan ketimbang tim yang hanya mengandalkan serangan.

Mengenai kritik terhadap ketergantungan pada bola mati, Rooney secara lugas menyatakan bahwa bola mati adalah bagian integral dari sepak bola modern. "Bola mati adalah bagian dari sepakbola, kenapa Anda tidak memanfaatkannya?" tanyanya retoris. Menurutnya, jika sebuah tim mampu menempatkan banyak pemain di kotak penalti lawan dan lawan tidak cukup ‘pintar’ atau tidak memiliki pemain yang memadai untuk mengatasinya, maka Arsenal tidak punya alasan untuk berhenti melakukannya. Ini adalah strategi yang sah dan efektif, dan jika sebuah tim dapat memaksimalkan peluang dari situasi bola mati, itu seharusnya dipuji sebagai kecerdasan taktis, bukan dikritik sebagai tanda kelemahan. Rooney bahkan menyarankan Mikel Arteta untuk lebih sering memanfaatkan skema ini. "Kalau jadi Mikel Arteta, saya akan melakukannya lebih lagi. Itu bagian dari permainan dan saya menyukainya, mereka tidak harus mengubah apa pun," tegasnya.

Rooney juga mengakui bahwa Arsenal mungkin tidak mencetak gol dari permainan terbuka sebanyak yang mereka inginkan, namun ia segera menimpali bahwa mereka "menutupinya dengan cara lain." Ini menunjukkan pemahaman Rooney tentang bagaimana tim yang sukses mengkompensasi satu area yang mungkin kurang kuat dengan memaksimalkan area lain. Dalam kasus Arsenal, ini bisa berarti kombinasi dari gol bola mati, pertahanan yang kokoh, dan kemampuan untuk mencetak gol-gol krusial di saat-saat penting. Sepak bola modern menuntut fleksibilitas dan adaptasi, dan Arsenal, di bawah Arteta, telah menunjukkan kemampuan tersebut.

Debat mengenai "sepak bola indah" versus "sepak bola efektif" bukanlah hal baru dalam dunia si kulit bundar. Banyak tim juara, dari Chelsea era Jose Mourinho hingga Leicester City yang fenomenal, seringkali dikritik karena gaya bermain mereka yang dianggap terlalu pragmatis atau defensif. Namun, pada akhirnya, yang diingat adalah trofi dan kemenangan. Arsenal saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat untuk meraih gelar Liga Primer pertama mereka dalam hampir dua dekade, dan itu adalah pencapaian yang luar biasa, terlepas dari bagaimana mereka melakukannya. Kritik yang muncul mungkin juga merupakan refleksi dari tekanan yang dirasakan oleh tim-tim pesaing dan para pengamat yang mungkin tidak siap melihat Arsenal kembali ke puncak.

Dalam konteks persaingan gelar yang semakin memanas dengan Manchester City, setiap detail kecil akan menjadi sorotan. Tekanan pada Arsenal akan terus meningkat seiring mendekatnya akhir musim. Namun, pembelaan dari figur sekaliber Wayne Rooney dapat memberikan dorongan moral yang signifikan bagi skuad Mikel Arteta. Ini menegaskan bahwa dari sudut pandang seorang profesional yang sangat berpengalaman, apa yang dilakukan Arsenal adalah hal yang benar dan efektif.

Kesimpulannya, Arsenal telah menunjukkan kualitas luar biasa sepanjang musim ini, menempatkan mereka di posisi terdepan dalam perburuan gelar Liga Primer. Kritik terhadap gaya bermain mereka, terutama mengenai taktik membuang waktu dan ketergantungan pada bola mati, mungkin memiliki dasar observasi, namun Wayne Rooney secara meyakinkan berargumen bahwa kritik tersebut tidak adil dan mengabaikan esensi dari sepak bola kompetitif. Sepak bola dimainkan untuk menang, dan jika Arsenal berhasil mencapai kemenangan dengan cara mereka sendiri, itu patut dihormati. Pendekatan taktis Mikel Arteta, yang memadukan talenta individu, kolektivitas, dan efisiensi dalam setiap aspek permainan, adalah kunci keberhasilan mereka. Rooney melihat Arsenal sebagai tim yang luar biasa, dengan campuran pemain yang tepat, sulit dikalahkan, dan tahu bagaimana memanfaatkan setiap peluang yang ada. Untuk Arsenal, nasihatnya jelas: teruslah bermain dengan cara Anda sendiri, karena itu telah membawa Anda ke puncak.