Las Vegas digegerkan oleh sebuah insiden mengejutkan yang melibatkan seorang turis Kanada yang, dalam keadaan mabuk, nekat menerobos masuk ke habitat flamingo di Flamingo Hotel, menculik seekor flamingo bernama Peachy, dan membawanya ke kamar hotelnya, di mana burung malang itu mengalami penganiayaan. Kejadian ini memicu kemarahan publik dan menyoroti pentingnya perlindungan satwa liar di fasilitas hiburan.
sulutnetwork.com – Mitchell Fairbarn, seorang turis berusia 33 tahun dari Ontario, Kanada, kini menghadapi dakwaan serius berupa penganiayaan hewan setelah aksinya yang sembrono terungkap. Insiden ini tidak hanya mengancam kesejahteraan satwa ikonik Las Vegas tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan fasilitas dan perilaku wisatawan yang bertanggung jawab. Pihak berwenang dan manajemen hotel segera bertindak tegas untuk menangani kasus ini, memastikan keadilan bagi hewan yang menjadi korban dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Kronologi kejadian dimulai pada Selasa dini hari, 3 Maret 2026. Sekitar pukul 05.00 pagi waktu setempat, Kepolisian Metropolitan Las Vegas menerima panggilan darurat dari Hotel Flamingo, salah satu properti di bawah Caesars Entertainment. Laporan tersebut menyebutkan adanya seorang pria yang secara paksa menerobos masuk ke dalam habitat flamingo yang dikelola oleh pihak hotel, sebuah atraksi populer yang telah menjadi ciri khas resor tersebut selama puluhan tahun. Habitat ini, yang dikenal sebagai rumah bagi kawanan Flamingo Chili, pelikan cokelat, dan berbagai spesies unggas air lainnya, tiba-tiba menjadi lokasi kejahatan yang tidak terduga.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) menjadi bukti kunci yang merekam setiap detik tindakan Fairbarn. Gambar-gambar tersebut menunjukkan Fairbarn dengan jelas memasuki area terlarang habitat burung. Dalam kondisi sangat terpengaruh alkohol, ia terlihat menangkap seekor flamingo yang kemudian diidentifikasi sebagai Peachy. Selama penyelidikan polisi, Fairbarn memberikan pengakuan yang membingungkan dan ironis. Ia mengklaim bahwa dirinya menerobos masuk ke habitat tersebut karena melihat Peachy tampak tertekan dan merasa tergerak untuk "membantu" burung tersebut. Fairbarn, yang mengaku sebagai anak petani, berdalih bahwa naluri yang salah arah untuk merawat hewan mendorongnya untuk bertindak. Namun, niat yang diakuinya itu berbanding terbalik dengan kekejaman yang ia lakukan.
Dalam upayanya untuk "menyelamatkan" Peachy, Fairbarn tidak hanya mengabaikan peraturan dan batasan keamanan, tetapi juga menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Ia dilaporkan melukai burung lain yang berada di dekat Peachy saat menerobos masuk ke kandang. Setelah berhasil menangkap Peachy, Fairbarn kemudian mencekik burung itu dan membawanya keluar dari habitat, menuju ke dalam gedung hotel. Rekaman CCTV yang sama menunjukkan Fairbarn memasuki lift sambil menggendong Peachy yang tampak tidak berdaya. Kebetulan, ada tamu hotel lain yang bersamanya di dalam lift, menjadi saksi bisu atas tindakan keji yang sedang berlangsung. Ekspresi terkejut dan ketidakpercayaan dari saksi tersebut menunjukkan betapa tidak lazim dan mengganggunya pemandangan itu.
Kebrutalan Fairbarn tidak berhenti di situ. Setibanya di kamar hotelnya, penyiksaan terhadap Peachy berlanjut. Menurut laporan, Fairbarn terus menerus mencekik burung itu. Yang lebih memprihatinkan, ia memaksa Peachy untuk berpose selfie dengannya, bahkan memaksanya untuk merentangkan sayapnya dalam upaya yang jelas-jelas menyakitkan. Petugas pengendalian hewan yang memeriksa Peachy setelah insiden tersebut melaporkan bahwa Fairbarn diduga telah melukai burung itu dengan menarik sayapnya keluar dari tubuhnya, sebuah tindakan yang sangat menyakitkan dan berpotensi menyebabkan kerusakan permanen. Sebagai bukti fisik dari penganiayaan ini, sebuah bulu besar milik Peachy ditemukan di kamar hotel Fairbarn, berlumuran noda darah, menguatkan dugaan penyiksaan yang dilakukan.
Insiden ini segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Fairbarn ditangkap dan didakwa dengan penganiayaan hewan, sebuah tindak pidana serius di negara bagian Nevada. Selama sidang penetapan dakwaan Fairbarn pada hari Rabu, Hakim Pengadilan Distrik Las Vegas, Suzan Baucum, menetapkan jaminan sebesar USD 12.000 (sekitar Rp 203 juta). Selain itu, pengadilan memerintahkan Fairbarn untuk tidak memiliki hewan peliharaan di masa mendatang dan menyerahkan paspornya, sebuah langkah untuk memastikan ia tidak melarikan diri dari yurisdiksi selama proses hukum berlangsung. Catatan pengadilan menunjukkan bahwa Fairbarn telah membayar jaminan tersebut pada hari Rabu, meskipun ia masih terdaftar di Pusat Penahanan Clark County hingga Rabu siang, menunjukkan kompleksitas prosedur hukum yang harus ia hadapi.
Habitat flamingo di Hotel Flamingo adalah salah satu daya tarik utama Las Vegas. Di situs webnya, Caesars Entertainment, sebagai pemilik hotel, menjelaskan bahwa habitat tersebut adalah oase tropis buatan yang telah ada selama lebih dari 30 tahun. Ini adalah rumah bagi kawanan Flamingo Chili yang sehat dan berkembang biak, serta pelikan cokelat dan berbagai spesies unggas air lainnya. Habitat ini dirancang untuk memberikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi burung-burung tersebut, lengkap dengan air terjun, laguna, dan vegetasi tropis yang rimbun, menjadikannya sebuah ekosistem yang dijaga ketat oleh tim perawatan hewan profesional. Insiden ini merupakan pelanggaran serius terhadap keamanan dan kesejahteraan hewan yang telah dijaga dengan cermat.
Menanggapi insiden yang sangat disesalkan ini, seorang juru bicara Caesars Entertainment mengeluarkan pernyataan resmi yang mencerminkan keseriusan dan komitmen mereka terhadap kesejahteraan hewan. "Kami mengetahui insiden yang sangat menyedihkan yang melibatkan seorang tamu yang ditangkap karena menerobos masuk ke habitat satwa liar kami dan menyerang flamingo kami," demikian bunyi pernyataan tersebut. "Keselamatan dan kesejahteraan kawanan ikonik kami sangat penting bagi kami, dan kami akan menuntut individu ini sepenuhnya sesuai hukum yang berlaku."
Juru bicara tersebut juga memberikan informasi mengenai kondisi burung-burung yang terdampak. "Burung-burung kesayangan kami, termasuk Peachy, yang secara kejam diambil dari habitatnya, saat ini berada dalam perawatan dokter hewan yang berdedikasi dan tim perawatan hewan Flamingo kami yang luar biasa," lanjut pernyataan itu. "Kami tetap berharap mereka akan pulih sepenuhnya." Caesars Entertainment juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah bertindak cepat. "Kami berterima kasih kepada Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas dan kepada tim keamanan dan perawatan hewan kami atas respons cepat mereka. Kami menghargai curahan keprihatinan dari para tamu dan masyarakat, dan kami tetap fokus untuk mendukung pemulihan berkelanjutan dari burung-burung yang luar biasa ini." Pernyataan ini menegaskan komitmen Caesars Entertainment untuk melindungi aset satwa liarnya dan untuk bekerjasama penuh dengan pihak berwenang dalam penegakan hukum.
Insiden ini bukan hanya sekadar kasus penganiayaan hewan biasa, melainkan sebuah pengingat akan kerentanan satwa yang hidup di lingkungan buatan manusia, bahkan yang dijaga ketat sekalipun. Kejadian ini memicu diskusi luas mengenai etika pariwisata dan tanggung jawab pengunjung terhadap lingkungan dan satwa liar di destinasi wisata. Para ahli konservasi hewan menyoroti trauma fisik dan psikologis yang mungkin dialami Peachy dan burung-burung lain akibat serangan tersebut. Pemulihan Peachy akan memerlukan perawatan intensif dan mungkin periode rehabilitasi yang panjang untuk memastikan ia dapat kembali hidup normal, baik secara fisik maupun mental.
Kasus Mitchell Fairbarn menjadi perhatian publik tidak hanya di Las Vegas tetapi juga di kancah internasional, mengingat kewarganegaraan Fairbarn dan lokasi insiden yang ikonik. Proses hukum yang akan dihadapi Fairbarn diperkirakan akan menjadi pelajaran penting bagi siapa pun yang berniat merugikan satwa liar atau melanggar peraturan di tempat-tempat wisata. Pihak berwenang dan Caesars Entertainment telah menunjukkan sikap tegas, menandakan bahwa tindakan sembrono terhadap hewan tidak akan ditoleransi. Fokus kini beralih pada pemulihan Peachy dan burung-burung lainnya, serta pada upaya pencegahan yang lebih ketat untuk memastikan habitat yang aman bagi seluruh penghuni Flamingo Hotel.
