Sulutnetwork.com – Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti peristiwa yang tak terduga dialami warga di wilayah Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim).
Dalam unggahan Instagram @jakarta.keras, pada Minggu, 1 Maret 2026, para warga mengaku kesal usai adanya aksi balap lari liar yang diduga digelar oleh sejumlah remaja di jalanan umum.
“Jalanan umum malah dipakai buat kepentingan pribadi yang tidak benar,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Disebutkan, peristiwa itu terekam kamera warga yang berada di Jalan Cipinang Jaya Raya, Jaktim, yang dibagikan pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Alhasil, para peserta aksi balap lari itu mendapatkan amukan warga setempat lantaran akses jalan yang susah dilewati oleh pengendara.
Lantas, bagaimana sebenarnya awal mula adanya aksi balap liar dengan menggunakan kecepatan lari itu hingga akhirnya kena geruduk warga? Begini ceritanya.
Jalan Umum Jadi Arena Balap
Dalam postingan itu, disebutkan situasi jalanan raya yang semula padat dengan pengendara mendadak berubah jadi sirkuit balap lari.
Hal itu sontak membuat warga sekitar naik pitam, pada sekitar pukul 01.00 WIB dinihari.
Para peserta dan penonton balap lari ini juga diduga nekat menutup badan jalan secara sepihak.
“Bikin kendaraan nggak bisa lewat sama sekali,” tulis postingan itu.
Ribut di Jam Istirahat Warga
Selain bikin macet di sekitar jalan, suara teriakan dan kerumunan massa yang tidak terkendali dinilai telah membuat keributan.
Hal tersebut, bahkan telah mengganggu ketenangan warga yang sedang tertidur di malam hari.
“Pelari liar seperti ini harusnya diangkut sekalian sama penontonnya biar jera,” tegas pengunggah video itu.
Hingga kini, belum ada keterangan lanjutan dari otoritas terkait usai adanya insiden balap lari secara liar di jalanan Cipinang, Jaktim.
Sampai dengan Minggu, 1 Maret 2026, postingan tersebut telah disukai oleh 31,6 ribu pengguna Instagram.***
