Sulutnetwork.com – Influencer sekaligus relawan bencana Sumatera, Meicy Villia alias Vilmei membagikan pengalamannya saat kembali melihat kondisi wilayah di Aceh usai banjir bandang.

Setelah 3 bulan sejak peristiwa itu terjadi pada akhir November 2025, keadaan sekolah setelah diterjang banjir bandang di Aceh hingga kini disebut telah sulit untuk direnovasi.

“Banyak sekolah yang sudah tidak bisa direnovasi di Aceh,” kata Vilmei melalui unggahan Instagram pribadinya @vilmei, pada Minggu, 1 Maret 2026.

Kendati demikian, Vilmei memuji semangat anak-anak yang turut menjadi korban bencana demi tetap bisa menimpa ilmu di tengah keterbatasan.

Ruko dan Tenda Jadi Tempat Belajar

Dalam pernyataannya, Vilmei lantas menyoroti ruko dan tenda darurat yang menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar.

“Ini sekolah darurat di Aceh, akhirnya para murid belajar di ruko dan sebagian belajar di tenda sebagai sekolah darurat,” tutur Vilmei.

Berkaca dari hal itu, bencana besar yang melanda sejumlah pemukiman warga di Aceh sejatinya telah merusak berbagai infrastruktur dan akses jalan.

Sebagian korban bahkan dilaporkan masih harus bertahan di tenda darurat karena hunian mereka yang telah hilang terbawa arus banjir bandang.

Vilmei: 137 Rumah Sementara

Dalam postingan Instagram yang berbeda, pada Sabtu, 28 Februari 2026, Vilmei menuturkan terkait hunian sementara bagi para korban.

Vilmei menyebutkan, setidaknya terdapat 137 rumah sementara yang masih dalam pembangunan sebagai bantuan untuk para korban bencana di Aceh.

“137 rumah sementara untuk warga Aceh,” ungkap Vilmei.

“Sederhana, tapi cukup bikin nyaman. bulan ini semoga bisa selesai, Aamiin,” tukasnya.

Sampai dengan Minggu, 1 Maret 2026, pukul 14.30 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 58,3 ribu pengguna Instagram.***