Pertarungan sengit terjadi di The City Ground pada Minggu (22/2/2026) malam WIB, di mana Nottingham Forest berhasil mengejutkan raksasa Premier League, Liverpool. Dalam sebuah pertandingan yang diwarnai intensitas tinggi dan tekanan tanpa henti dari tuan rumah, Liverpool terlihat kewalahan dan kesulitan mengembangkan permainan terbaiknya. Determinasi Forest akhirnya membuahkan hasil di menit-menit akhir, memastikan kemenangan tipis yang berharga bagi tim asuhan Nuno Espírito Santo, sekaligus memberikan pukulan telak bagi ambisi Si Merah di jalur juara.
sulutnetwork.com – Nottingham Forest sukses memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri dengan menekan Liverpool sejak peluit kick-off dibunyikan, menciptakan atmosfer yang membakar di The City Ground. Laga yang diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Forest ini justru berbalik menjadi malam penuh perjuangan bagi Liverpool. Meski sempat menjaga skor 0-0 hingga sebagian besar pertandingan berjalan, gol tunggal Forest di penghujung laga menjadi penentu, menandai kekalahan tak terduga bagi skuad Jurgen Klopp.
Sejak awal pertandingan, Nottingham Forest menunjukkan niat serius untuk tidak membiarkan Liverpool nyaman. Hanya beberapa menit setelah peluit kick-off, tekanan agresif Forest langsung membuahkan peluang emas. Callum Hudson-Odoi, yang menunjukkan kegesitan di sayap, menerima umpan terobosan cerdik dari Ibrahim Sangare. Dengan ruang tembak yang cukup, Hudson-Odoi melepaskan tembakan mendatar ke arah gawang, namun kesigapan Alisson Becker di bawah mistar gawang Liverpool patut diacungi jempol. Kiper asal Brasil itu dengan refleks cepat berhasil menghalau bola, menjaga gawangnya tetap perawan.
Tidak puas dengan satu peluang, Forest terus menggempur. Pada menit ke-10, giliran Elliot Anderson yang mencoba peruntungannya dari jarak jauh. Gelandang muda ini melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti yang sayangnya masih melenceng tipis ke kiri gawang Alisson. Serangan bertubi-tubi dari Forest ini menunjukkan betapa siapnya mereka menghadapi salah satu tim terkuat di liga, sekaligus memperlihatkan betapa sulitnya Liverpool untuk mengendalikan tempo permainan.
Liverpool, yang datang dengan ambisi besar untuk meraih poin penuh, juga tidak tinggal diam. Pada menit ke-14, mereka mendapatkan kesempatan dari tendangan bebas yang strategis. Bola lambung yang dikirimkan ke dalam kotak penalti disambut dengan sundulan oleh Hugo Ekitike, penyerang yang diandalkan di lini depan. Namun, upaya Ekitike masih belum menemui sasaran, melenceng di atas mistar gawang Forest yang dijaga oleh Ortega. Momen ini menjadi indikasi awal bahwa Liverpool akan menghadapi malam yang frustrasi di depan gawang lawan.
Pertandingan terus berjalan dengan tensi tinggi. Pada menit ke-22, Alisson kembali diuji oleh tembakan berbahaya dari Omari Hutchinson. Pemain Forest ini menemukan celah di pertahanan Liverpool dan melepaskan tendangan akurat. Namun, sekali lagi, Alisson menunjukkan kelasnya dengan sigap mengantisipasi dan menggagalkan peluang tersebut. Penampilan Alisson menjadi salah satu sorotan di babak pertama, menjadi benteng terakhir yang kokoh di tengah gempuran Forest.
Kewalahan Liverpool semakin terlihat jelas pada menit ke-31 ketika Virgil van Dijk harus melakukan tekel krusial. Igor Jesus, penyerang Forest, berhasil lolos dari kawalan dan berpacu menuju gawang Alisson. Tanpa aksi cepat dan tepat waktu dari Van Dijk yang memotong bola, Jesus bakal tinggal menghadapi Alisson satu lawan satu, yang berpotensi besar berujung pada gol. Tekel heroik Van Dijk ini menjadi momen penting yang menyelamatkan Liverpool dari kebobolan.
Forest tak mengendurkan serangan. Mereka terus mengetuk pertahanan Liverpool dengan upaya-upaya dari Morgan Gibbs-White dan Elliot Anderson. Keduanya mencoba melepaskan tembakan dari berbagai posisi, namun solidnya pertahanan Liverpool yang digalang Konate dan Van Dijk, didukung oleh kerja keras gelandang, berhasil memblokir upaya-upaya tersebut. Pertahanan Si Merah, meskipun di bawah tekanan, masih mampu menjaga disiplin.
Momen terakhir di babak pertama kembali menjadi milik Forest. Tembakan melengkung Anderson dari depan kotak penalti pada menit ke-45 meluncur tipis saja di atas gawang Alisson, nyaris memecah kebuntuan. Peluang ini menjadi penutup babak pertama yang intens, di mana Forest mendominasi dari segi peluang dan inisiatif menyerang. Babak pertama pun tuntas tanpa gol, dengan Liverpool merasa lega bisa menjaga skor tetap imbang, meskipun harus bekerja keras di bawah tekanan.
Memasuki babak kedua, Jurgen Klopp diyakini telah memberikan instruksi khusus kepada anak asuhnya untuk meningkatkan intensitas dan kreativitas. Namun, Forest tidak sedikit pun mengendurkan tekanan mereka. Atmosfer di The City Ground semakin memanas, memberikan energi tambahan bagi para pemain tuan rumah. Forest terus bermain dengan gaya agresif, menekan lini tengah Liverpool dan membatasi ruang gerak Mac Allister serta Gravenberch.
Liverpool mencoba merespons dengan lebih banyak penguasaan bola, namun setiap upaya membangun serangan seringkali terputus di tengah jalan oleh pressing ketat Forest. Salah, Jones, dan Gakpo kesulitan menemukan ritme permainan mereka, jarang mendapatkan suplai bola yang memadai atau ruang untuk melakukan penetrasi berbahaya. Pertahanan Forest yang digalang Milenkovic dan Murillo tampil sangat disiplin, berhasil meredam pergerakan penyerang-penyerang Liverpool.
Pada menit ke-58, Forest kembali menciptakan peluang berbahaya. Kali ini, sebuah skema serangan balik cepat membuat Igor Jesus berhadapan dengan Konate. Jesus berhasil melewati adangan pertama dan melepaskan tembakan keras, namun Alisson kembali menjadi pahlawan dengan menepis bola keluar. Beberapa menit kemudian, Liverpool mencoba peruntungannya melalui tendangan sudut. Bola yang dikirimkan ke kotak penalti disambut oleh sundulan Konate, namun sundulannya masih melebar tipis dari gawang Ortega.
Klopp kemudian melakukan perubahan taktis, memasukkan Darwin Nunez dan Harvey Elliott untuk menggantikan Ekitike dan Jones pada menit ke-65, berharap injeksi energi baru bisa mengubah jalannya pertandingan. Perubahan ini sedikit meningkatkan tempo serangan Liverpool, namun pertahanan Forest tetap kokoh. Nunez sempat menciptakan ruang dengan pergerakan agresifnya, namun tembakannya dari sudut sempit masih bisa diblok oleh Aina.
Seiring berjalannya waktu, pertandingan semakin terbuka. Liverpool mulai mengambil lebih banyak risiko untuk mencari gol kemenangan, yang justru membuka celah di pertahanan mereka. Forest dengan cerdik memanfaatkan celah ini. Pada menit ke-78, Morgan Gibbs-White melakukan dribel brilian melewati dua pemain Liverpool sebelum melepaskan umpan terobosan tajam kepada Hudson-Odoi. Sayangnya, tendangan Hudson-Odoi masih bisa dihalau oleh kaki Alisson.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang tanpa gol, drama terjadi di menit ke-87. Sebuah serangan balik cepat dari Nottingham Forest dimulai dari lini tengah. Sangare memenangkan duel perebutan bola dan langsung mengirimkan umpan panjang ke sayap kanan kepada Neco Williams. Mantan pemain Liverpool itu melakukan sprint kencang, melewati penjagaan Kerkez, dan mengirimkan umpan silang mendatar ke dalam kotak penalti. Bola melewati Van Dijk dan Konate, lalu disambar dengan tendangan kaki kanan oleh Igor Jesus yang berdiri bebas. Bola melesat deras ke pojok bawah gawang Alisson, yang tak mampu berbuat banyak untuk mencegahnya. The City Ground meledak dalam kegembiraan!
Gol tersebut membungkam para pendukung Liverpool dan memberikan keunggulan 1-0 untuk Nottingham Forest di menit-menit krusial. Liverpool mencoba merespons dengan sisa waktu yang ada, melancarkan serangan habis-habisan di injury time. Mereka mendapatkan beberapa tendangan sudut dan tendangan bebas di area berbahaya, namun pertahanan Forest, yang kini bermain dengan semangat membara, berhasil menahan semua gempuran. Ortega melakukan penyelamatan penting di menit terakhir dari tembakan Mac Allister, memastikan kemenangan dramatis bagi tuan rumah.
Peluit panjang dibunyikan, menandai kemenangan 1-0 Nottingham Forest atas Liverpool. Hasil ini menjadi kejutan besar di Premier League, sekaligus menjadi bukti nyata determinasi dan kerja keras Forest. Bagi Liverpool, kekalahan ini menjadi pukulan telak dalam perburuan gelar juara. Mereka gagal memanfaatkan peluang untuk memperlebar jarak di puncak klasemen, dan kini harus mengevaluasi kembali strategi serta performa mereka setelah tampil di bawah standar.
Analisis Pasca Pertandingan
Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin bagi Nottingham Forest, melainkan juga suntikan moral yang luar biasa. Hasil ini mengangkat mereka lebih jauh dari zona degradasi dan menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas untuk bersaing dengan tim-tim papan atas. Nuno Espírito Santo layak mendapat pujian atas taktiknya yang berani dan efektif, menekan Liverpool tanpa henti dan memanfaatkan setiap celah yang ada. Performa pemain seperti Ibrahim Sangare di lini tengah, Callum Hudson-Odoi di sayap, dan ketajaman Igor Jesus di lini depan menjadi kunci.
Di sisi lain, kekalahan ini menimbulkan pertanyaan serius bagi Liverpool. Meskipun Alisson tampil gemilang, lini tengah dan depan mereka tampak buntu menghadapi tekanan Forest. Kurangnya kreativitas dan ketajaman menjadi masalah utama. Jurgen Klopp kini memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk membangkitkan semangat tim dan menemukan solusi untuk mengatasi pertahanan rapat serta pressing tinggi lawan. Kekalahan ini bisa berdampak signifikan pada mentalitas tim dalam persaingan gelar yang semakin ketat. Mereka harus segera bangkit dan menunjukkan respons positif di pertandingan berikutnya jika tidak ingin impian juara mereka kandas.
Susunan Pemain
Nottingham Forest: Ortega, Aina, Milenkovic, Murillo, Williams, Sangare, Anderson, Hutchinson, Gibbs-White, Hudson-Odoi, Igor Jesus
Liverpool: Alisson, Szoboszlai, Konate, Van Dijk, Kerkez, Gravenberch, Mac Allister, Salah, Jones, Gakpo, Ekitike
