Sulutnetwork.com – Area test drive di Indonesia International Motor Show 2026 selalu jadi indikator awal minat konsumen.
Setelah tujuh hari pameran berjalan, berdasarkan pengamatan media jaringan Promedia, terlihat pola menarik dari pengunjung yang mencoba lini mobil PT Suzuki Indomobil Sales.
Beberapa model terlihat lebih sering antre untuk dicoba, terutama di segmen SUV dan hybrid yang memang sedang naik daun.
Suzuki Fronx
Fronx menjadi salah satu unit yang paling sering dicoba. Banyak pengunjung penasaran dengan dimensinya yang kompak namun tetap bergaya SUV. Radius putar yang ringkas dan fitur 360 camera jadi daya tarik utama, terutama bagi pengemudi urban yang mengutamakan kemudahan parkir dan manuver di ruang sempit.
Di lintasan test drive yang tidak terlalu luas, karakter lincah Fronx cukup terasa.
Suzuki Grand Vitara
Grand Vitara juga masuk daftar favorit. Fitur seperti ventilated seat dan electronic parking brake cukup menarik perhatian, terutama bagi pengunjung yang mengutamakan kenyamanan kabin.
Di segmen SUV menengah, model ini bersaing dengan sejumlah nama besar. Namun minat test drive menunjukkan masih ada konsumen yang mempertimbangkan alternatif di luar pemain dominan.
Suzuki XL7 Hybrid
Model ini tetap jadi magnet tersendiri. Statusnya sebagai SUV 7-penumpang dengan teknologi hybrid ringan membuatnya relevan untuk keluarga muda yang ingin efisiensi bahan bakar tanpa masuk ke harga mobil listrik penuh.
Di tengah tren elektrifikasi, minat terhadap hybrid masih terlihat stabil.
SUV dan Hybrid Jadi Primadona
Dari pantauan selama tujuh hari pertama IIMS 2026, minat pengunjung terhadap model SUV dan hybrid terlihat dominan. Dibanding model city car atau hatchback, kategori ini lebih sering terlihat mengisi slot test drive.
Fenomena ini sejalan dengan tren pasar nasional, di mana SUV tetap menjadi segmen dengan pertumbuhan paling konsisten.
Bagi pengunjung yang ingin mencoba langsung, area test drive Suzuki masih dibuka hingga akhir pameran di Hall A. Karena di pameran otomotif, sering kali angka spesifikasi kalah penting dibanding sensasi langsung di balik kemudi.
