Sulutnetwork.com – Smart City kini bukan sekadar konsep teknologi, melainkan kerangka strategis untuk mendorong investasi, inovasi, dan mobilitas ramah lingkungan di Indonesia.

Hal ini ditegaskan Raine Renaldi, Ketua Asosiasi Provider Smart City (APSI) Indonesia, saat menjadi narasumber di CNA Summit 2026, sesi live news yang juga disiarkan di platform digital Channel NewsAsia (CNA).

Dalam forum tingkat regional ini, Raine menekankan bahwa kota cerdas harus menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan peluang investasi dan teknologi.

Keberhasilan Smart City, menurutnya, bergantung pada kolaborasi ekosistem antara pemerintah, penyedia teknologi, investor, dan operator.

“Smart City bukan hanya proyek teknologi, tetapi kerangka pertumbuhan baru yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi ekosistem menjadi kunci agar setiap inisiatif siap investasi (investment-ready) dan nyata manfaatnya,” kata Raine.

Fokus utama yang dibawa Raine adalah percepatan transisi kendaraan menuju teknologi ramah lingkungan.

Dengan jumlah kendaraan di Indonesia yang mencapai 178 juta unit dan budaya penggunaan jangka panjang, pendekatan konversi kendaraan menjadi listrik lebih realistis dibanding mengganti seluruh armada.

“Transformasi mobilitas hijau harus didukung kebijakan konsisten dan insentif tepat. Melalui program EV-GO, kami mendorong konversi kendaraan menjadi listrik yang lebih terjangkau dan aplikatif,” jelasnya.

Raine menambahkan bahwa dukungan pemerintah untuk industri kendaraan listrik nasional semakin positif, terutama dari sisi kemudahan perizinan dan regulasi bagi investor.

Partisipasi APSI di CNA Summit 2026 juga menegaskan peran asosiasi sebagai penghubung antara penyedia solusi Smart City dan pemangku kepentingan global.

“Smart City dan mobilitas ramah lingkungan adalah dua sisi mata uang yang sama: inovasi untuk masyarakat sekaligus peluang ekonomi dan investasi,” tegas Raine.

Perlu diketahui, Asosiasi Provider Smart City Indonesia (APSI) menghimpun penyedia solusi Smart City dengan fokus pada kolaborasi, standardisasi, dan percepatan implementasi solusi kota cerdas yang adaptif dan berkelanjutan.