Al Nassr berhasil mengamankan tiga poin krusial dalam lanjutan Liga Arab Saudi setelah menaklukkan rival beratnya, Al Ittihad, dengan skor 2-0 pada pertandingan Matchday ke-20 yang digelar di Al Awwal Stadium, Sabtu (7/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini diraih tanpa kehadiran megabintang mereka, Cristiano Ronaldo, yang untuk kesekian kalinya absen dan diyakini masih melancarkan aksi mogok bermain sebagai bentuk protes terhadap manajemen Public Investment Fund (PIF) selaku pemilik klub. Gol kemenangan Al Nassr dicetak di menit-menit akhir babak kedua oleh Sadio Mane melalui titik putih dan ditutup oleh gol spektakuler dari Angelo Gabriel, memastikan Al Nassr tetap berada di jalur persaingan gelar juara.

sulutnetwork.com – Absennya kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, dari daftar skuad Al Nassr kembali menjadi sorotan utama menjelang pertandingan penting ini, sebuah situasi yang telah menimbulkan berbagai spekulasi dan kekhawatiran di kalangan penggemar serta pengamat sepak bola Saudi. Meskipun demikian, tim berjuluk The Global Club tersebut menunjukkan kematangan dan kedalaman skuadnya, mampu mengatasi tekanan dan mengamankan kemenangan vital yang menjaga posisi mereka di papan atas klasemen Liga Arab Saudi. Pertarungan sengit sepanjang 90 menit akhirnya berpihak pada Al Nassr, yang berhasil memecah kebuntuan di menit-menit krusial dan memberikan pukulan telak bagi Al Ittihad.

Absennya sang ikon global, Cristiano Ronaldo, bukan lagi insiden tunggal, melainkan sebuah pola yang mulai mengkhawatirkan stabilitas internal Al Nassr. Pemain berjuluk CR7 ini, yang dikenal dengan profesionalisme dan dedikasinya yang tak tertandingi di lapangan, dilaporkan tengah berselisih paham dengan manajemen yang terafiliasi dengan PIF terkait beberapa aspek krusial dalam pengelolaan klub. Sumber-sumber internal yang tidak disebutkan namanya mengindikasikan bahwa ketidakpuasan Ronaldo berakar dari perbedaan visi mengenai arah strategis klub, kebijakan transfer pemain, dan kemungkinan juga terkait dengan janji-janji yang belum terpenuhi sejak kedatangannya ke Riyadh pada awal tahun 2023. Kehadiran Ronaldo di Al Nassr tidak hanya membawa dampak signifikan di lapangan, tetapi juga secara drastis meningkatkan profil Liga Arab Saudi secara global, menjadikannya salah satu liga yang paling banyak disaksikan. Oleh karena itu, mogok mainnya sang ikon menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas internal klub dan masa depannya di Timur Tengah. Tanpa kehadiran Ronaldo, yang biasanya menjadi tumpuan utama dalam mencetak gol dan menarik perhatian lawan, Al Nassr harus beradaptasi dan menemukan sumber kreativitas serta gol dari pemain lain, sebuah tantangan yang berhasil mereka atasi dalam pertandingan krusial ini.

Pertandingan antara Al Nassr dan Al Ittihad selalu menjadi salah satu duel paling dinanti dalam kalender Liga Arab Saudi, seringkali disebut sebagai "El Clasico Saudi". Kedua tim memiliki sejarah panjang persaingan sengit, dengan deretan gelar dan pemain bintang yang pernah memperkuat mereka, serta basis penggemar yang besar dan fanatik. Bagi Al Nassr, pertandingan ini memiliki urgensi tinggi untuk terus menempel ketat Al Hilal di puncak klasemen. Sebelum laga ini, Al Nassr berada di posisi kedua dengan 46 poin, tertinggal beberapa angka dari pemuncak klasemen. Kemenangan akan memperkecil jarak dan menjaga asa mereka dalam perburuan gelar juara Liga Pro Saudi musim ini. Sementara itu, Al Ittihad, yang merupakan juara bertahan dan musim lalu menunjukkan performa impresif, saat ini masih berjuang untuk menemukan konsistensi mereka. Berada di posisi ketujuh dengan 34 poin, Al Ittihad sangat membutuhkan poin penuh untuk kembali ke jalur persaingan memperebutkan tiket ke kompetisi antarklub Asia. Tekanan untuk meraih hasil positif ada pada kedua tim, membuat duel di Al Awwal Stadium diprediksi akan berjalan ketat dan penuh tensi tinggi. Atmosfer stadion yang penuh sesak dengan para suporter fanatik kedua tim menambah panasnya persaingan di lapangan, menciptakan suasana yang mendebarkan bagi setiap pemain.

Peluit kick-off dibunyikan, menandai dimulainya babak pertama yang berlangsung dengan tempo sedang cenderung tinggi. Al Nassr, yang mengandalkan trio Sadio Mane, Joao Felix, dan Angelo Gabriel di lini serang, mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Joao Felix, dengan kelincahan, visi permainan, dan kemampuan dribbling-nya, seringkali menjadi motor serangan Al Nassr, mencoba membongkar pertahanan rapat Al Ittihad yang digalang oleh Danilo Pereira dan Hassan Kadesh. Di lini tengah, duel sengit tersaji antara Marcelo Brozovic dari Al Nassr melawan Fabinho dan Mahamadou Doumbia dari Al Ittihad. Brozovic, dengan kemampuan distribusinya yang prima dan ketenangan dalam menguasai bola, berusaha mengontrol ritme permainan dan menjadi jenderal lapangan tengah, sementara Fabinho bertugas sebagai jangkar yang solid, memutus aliran bola lawan dan melindungi lini pertahanan.

Meskipun Al Nassr mendominasi penguasaan bola, mereka kesulitan menciptakan peluang bersih yang berarti. Pertahanan Al Ittihad yang terorganisir dengan baik, ditambah penampilan apik dari kiper Predrag Rajkovic yang beberapa kali melakukan penyelamatan penting, berhasil menggagalkan setiap upaya serangan tim tuan rumah. Sadio Mane, yang diharapkan menjadi pengganti Ronaldo dalam urusan mencetak gol dan menjadi ujung tombak, beberapa kali mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun belum menemui sasaran yang tepat. Di sisi lain, Al Ittihad tidak hanya bertahan secara pasif; mereka juga sesekali melancarkan serangan balik cepat melalui sayap yang dihuni Moussa Diaby dan Ahmed Al Jelidan, dengan Youssef En-Nesyri sebagai target man yang kuat di lini depan. Namun, lini belakang Al Nassr yang dikawal Mohamed Simakan dan Inigo Martinez tampil disiplin dan kokoh, berhasil meredam ancaman-ancaman tersebut dengan koordinasi yang baik. Babak pertama berakhir dengan skor kacamata, 0-0, mencerminkan ketatnya pertandingan dan kesulitan kedua tim dalam menembus pertahanan lawan yang solid.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat secara signifikan. Al Nassr, yang bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri, semakin gencar melancarkan serangan dan meningkatkan tekanan terhadap pertahanan Al Ittihad. Pelatih Al Nassr tampaknya memberikan instruksi untuk meningkatkan agresivitas, bermain lebih direct, dan mencoba lebih banyak penetrasi ke kotak penalti lawan. Joao Felix dan Sadio Mane terus bergerak mencari celah dan ruang kosong, sementara Angelo Gabriel sesekali mencoba peruntungannya dengan dribbling solo yang mengancam. Al Ittihad, di bawah arahan pelatih mereka, tetap setia pada strategi pertahanan solid dan mengandalkan serangan balik cepat, namun tekanan dari Al Nassr mulai membuat mereka sedikit goyah.

Waktu terus berjalan, dan kebuntuan tak kunjung pecah hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan. Ketegangan mulai terasa di Al Awwal Stadium, dengan para penggemar kedua tim menahan napas dan cemas menanti gol. Namun, pada menit ke-84, momen yang dinanti-nantikan oleh pendukung Al Nassr akhirnya tiba. Sebuah penetrasi berbahaya dari salah satu pemain Al Nassr ke dalam kotak penalti Al Ittihad memaksa bek lawan, Danilo Pereira, melakukan pelanggaran. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, memberikan hadiah penalti kepada Al Nassr. Keputusan ini memicu protes keras dari para pemain Al Ittihad, namun wasit tetap pada keputusannya setelah berkonsultasi singkat dengan VAR, mengonfirmasi adanya kontak yang cukup untuk dianggap sebagai pelanggaran.

Sadio Mane, dengan kepercayaan diri penuh dan tanggung jawab besar, maju sebagai eksekutor penalti. Mantan bintang Liverpool itu menunjukkan ketenangannya di bawah tekanan tinggi, melepaskan tembakan keras dan terarah yang tak mampu dijangkau oleh kiper Predrag Rajkovic, meskipun ia sudah bergerak ke arah yang tepat. Bola bersarang mulus di jala gawang Al Ittihad, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Al Nassr. Gol ini disambut dengan sorakan histeris dari para pendukung tuan rumah, yang lega melihat tim kesayangan mereka akhirnya memecah kebuntuan dan memimpin pertandingan.

Tertinggal satu gol di menit-menit akhir pertandingan, Al Ittihad mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan mereka. Mereka mulai bermain lebih terbuka, mendorong lebih banyak pemain ke depan untuk mencari gol penyeimbang. Namun, keputusan ini justru menjadi bumerang yang harus dibayar mahal. Di masa injury time, Al Nassr berhasil memanfaatkan celah di pertahanan Al Ittihad yang mulai kendur dan tidak terorganisir. Angelo Gabriel, yang menunjukkan performa impresif sepanjang pertandingan dengan kecepatan dan kelincahannya, melakukan solo run brilian dari area pertahanan sendiri. Menggiring bola dengan kecepatan dan skill individu yang memukau, ia berhasil melewati beberapa hadangan pemain lawan sebelum memasuki kotak penalti Al Ittihad. Dengan tenang dan akurat, Angelo melepaskan tembakan yang kembali menaklukkan Rajkovic, menggandakan keunggulan Al Nassr menjadi 2-0. Gol ini menjadi penutup manis bagi Al Nassr dan sekaligus mengunci kemenangan mereka atas Al Ittihad, mengamankan tiga poin penuh di kandang.

Performa individu pemain Al Nassr patut diacungi jempol, terutama mengingat absennya sosok vital seperti Cristiano Ronaldo. Sadio Mane, yang mengemban beban berat sebagai salah satu penyerang utama, tampil sebagai pahlawan dengan gol penaltinya yang krusial. Selain gol, pergerakannya tanpa bola, usahanya untuk menciptakan peluang, dan kepemimpinannya di lini depan sangat terlihat. Joao Felix menunjukkan kelasnya sebagai playmaker, seringkali menjadi otak di balik serangan-serangan Al Nassr, dengan umpan-umpan terukur dan pergerakan cerdasnya. Angelo Gabriel, pencetak gol kedua, bisa dibilang menjadi "man of the match" dengan gol spektakulernya yang mengunci kemenangan. Pemain muda ini menunjukkan potensi besar dengan kecepatan, dribbling, dan penyelesaian akhirnya yang mematikan. Di lini tengah, Marcelo Brozovic adalah motor penggerak yang tak kenal lelah, mengendalikan tempo permainan dan mendistribusikan bola dengan akurasi tinggi. Kingsley Coman dan Abdullah Al Khaibari juga memberikan keseimbangan yang diperlukan di lini tengah, baik dalam bertahan maupun menyerang. Pertahanan Al Nassr yang digalang Mohamed Simakan dan Inigo Martinez tampil kokoh, berhasil menahan gempuran Al Ittihad dan memastikan kiper Bento relatif tidak terlalu banyak diuji dengan tembakan-tembakan berbahaya.

Di kubu Al Ittihad, Fabinho bekerja keras di lini tengah, mencoba memutus serangan Al Nassr dan memulai serangan balik. Namun, usahanya belum cukup untuk membendung gelombang serangan tuan rumah di babak kedua yang semakin intens. Predrag Rajkovic di bawah mistar gawang juga melakukan beberapa penyelamatan penting yang mencegah Al Nassr mencetak gol lebih awal, namun tidak mampu membendung dua gol yang bersarang di gawangnya. Danilo Pereira, meskipun melakukan pelanggaran yang berujung penalti, secara umum tampil cukup solid di lini belakang, namun satu kesalahan fatal tersebut harus dibayar mahal oleh timnya. Moussa Diaby dan Youssef En-Nesyri di lini serang Al Ittihad tampak kesulitan menemukan ritme terbaik mereka dan jarang mengancam gawang Al Nassr, yang menunjukkan efektivitas pertahanan tuan rumah.

Kemenangan 2-0 ini memiliki implikasi besar bagi perjalanan Al Nassr di Liga Arab Saudi. Hasil ini tidak mengubah posisi kedua tim di papan klasemen; Al Nassr tetap berada di urutan kedua dengan 49 poin, sementara Al Ittihad di posisi ketujuh dengan 34 poin. Namun, bagi Al Nassr, tiga poin ini sangat berharga untuk menjaga tekanan terhadap Al Hilal yang berada di puncak klasemen dan menjaga asa dalam perburuan gelar. Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa Al Nassr mampu tampil solid dan meraih hasil positif bahkan tanpa kehadiran bintang utamanya, Cristiano Ronaldo. Ini bisa meningkatkan kepercayaan diri tim dan menunjukkan kedalaman skuad yang mereka miliki, sebuah sinyal positif menjelang fase krusial musim ini.

Di sisi lain, bagi Al Ittihad, kekalahan ini adalah kemunduran yang menyakitkan dalam upaya mereka untuk naik ke posisi empat besar dan mengamankan tiket ke kompetisi antarklub Asia. Mereka perlu segera mengevaluasi performa dan strategi mereka untuk dapat bersaing lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Konsistensi menjadi kunci bagi Al Ittihad jika mereka ingin mencapai target mereka di musim ini, dan kekalahan ini menjadi cambuk yang harus segera direspons. Mengenai situasi Cristiano Ronaldo, kemenangan Al Nassr tanpa dirinya bisa jadi menimbulkan berbagai interpretasi. Di satu sisi, ini menunjukkan bahwa tim tidak sepenuhnya bergantung pada satu pemain, yang bisa menjadi argumen bagi manajemen PIF untuk tidak terlalu tunduk pada tuntutan Ronaldo. Namun, di sisi lain, absennya Ronaldo tetap menjadi isu besar yang perlu segera diselesaikan. Konflik internal yang berlarut-larut berpotensi mengganggu stabilitas tim di masa depan, terutama saat menghadapi pertandingan-pertandingan yang lebih besar dan krusial, termasuk di kompetisi domestik dan mungkin juga di Liga Champions Asia. Para penggemar Al Nassr tentu berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan secara damai demi kebaikan klub dan tercapainya ambisi juara yang telah lama mereka dambakan.

Susunan Pemain

Al Nassr: Bento; Sultan Alganham, Mohamed Simakan, Inigo Martinez, Abdulelah Al-Amri; Kingsley Coman, Marcelo Brozovic, Abdullah Al Khaibari, Sadio Mane; Joao Felix, Angelo Gabriel.

Al Ittihad: Predrag Rajkovic; Muhammad Shanqeeti, Danilo Pereira, Hassan Kadesh, Mario Mitaj; Fab