Liga Italia Serie A memasuki pekan ke-24 dengan tensi persaingan yang semakin memuncak, terutama di papan atas. Inter Milan memiliki kesempatan emas untuk melebarkan jarak signifikan dari rival sekota, AC Milan, saat mereka melakoni laga tandang. Di sisi lain, Juventus dan Napoli juga bertekad meraih poin penuh demi memperbaiki posisi mereka di klasemen, menghadapi tantangan berat dari lawan-lawan masing-masing yang siap memberikan perlawanan sengit.

sulutnetwork.com – Sorotan utama pekan ini tertuju pada perjalanan Inter Milan ke markas Sassuolo, sebuah laga yang berpotensi krusial dalam perburuan Scudetto. Nerazzurri, yang sedang dalam performa terbaik, akan berusaha memanfaatkan absennya AC Milan yang tidak bertanding karena Stadion San Siro digunakan untuk upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026. Situasi ini membuka jalan bagi Inter untuk memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen, namun mereka juga harus mewaspadai rekor buruk kala berhadapan dengan Sassuolo yang sering menjadi batu sandungan bagi tim-tim besar.

Inter Milan akan melawat ke Mapei Stadium, markas Sassuolo, pada Senin (9/2/2026) dini hari WIB. Tim asuhan Simone Inzaghi ini tiba dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi, menyusul serangkaian hasil positif di kancah domestik. Mereka mencatatkan tiga kemenangan beruntun di Serie A dan memperpanjang catatan tak terkalahkan di 11 laga terakhir liga, sebuah indikator konsistensi dan soliditas tim yang patut diacungi jempol. Rentetan hasil ini didukung oleh penampilan impresif dari lini depan yang dipimpin oleh Lautaro Martinez dan Marcus Thuram, serta lini tengah yang kreatif dan kokoh dengan Hakan Calhanoglu dan Nicolo Barella sebagai motor penggerak. Pertahanan mereka yang disiplin, dengan trio bek Alessandro Bastoni, Francesco Acerbi, dan Benjamin Pavard, juga menjadi kunci keberhasilan menjaga gawang tetap aman.

Selain performa gemilang di liga, Inter baru saja memastikan langkah ke babak semifinal Coppa Italia. Pencapaian ini menjadi lebih mengesankan karena mereka berhasil melakukannya dengan menurunkan sebagian besar pemain lapis kedua, menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa dan kemampuan para pemain cadangan untuk tampil di level tertinggi. Keberhasilan ini tidak hanya menjaga momentum positif tetapi juga meningkatkan moral seluruh tim, sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain kunci untuk mendapatkan istirahat yang cukup menjelang jadwal padat. Dengan kondisi fisik dan mental yang prima, Inter memiliki potensi besar untuk melanjutkan tren kemenangan mereka di kandang Sassuolo.

Di sisi lain, Sassuolo sebagai lawan Inter Milan, sedang dalam periode yang kurang menguntungkan. Tim berjuluk Neroverdi ini hanya mampu mencetak empat gol dari lima laga terakhir mereka di Serie A, sebuah statistik yang mengindikasikan tumpulnya lini serang mereka. Performa ini menempatkan Sassuolo di papan bawah klasemen, berjuang untuk menjauh dari zona degradasi. Meskipun demikian, mereka seringkali tampil mengejutkan saat menghadapi tim-tim besar, terutama di kandang sendiri. Pemain kunci seperti Domenico Berardi (jika masih memperkuat Sassuolo dan dalam kondisi fit) akan menjadi ancaman utama yang harus diwaspadai oleh pertahanan Inter, mengingat kemampuannya dalam menciptakan peluang dan mencetak gol dari situasi sulit.

Jika Inter Milan berhasil membawa pulang tiga poin dari Mapei Stadium, mereka akan melebarkan jarak menjadi delapan poin atas AC Milan di puncak klasemen Serie A. Jarak delapan poin adalah keunggulan yang signifikan dalam perburuan gelar, memberikan tekanan psikologis yang besar kepada rival-rivalnya. Keunggulan ini juga akan memungkinkan Inter untuk sedikit lebih nyaman dalam mengelola skuad mereka menjelang jadwal pertandingan yang padat, termasuk partisipasi di kompetisi Eropa. Namun, Nerazzurri harus tetap waspada terhadap catatan kurang menguntungkan mereka setiap kali bertemu Sassuolo. Pada pertemuan terakhir, 5 Mei, Inter takluk 0-1 dari Sassuolo, sebuah hasil yang menunjukkan bahwa Sassuolo adalah tim yang tidak bisa dianggap remeh, terlepas dari posisi mereka di klasemen. Sassuolo seringkali bermain dengan motivasi ekstra saat menghadapi tim-tim papan atas, menjadikan mereka ‘pembunuh raksasa’ yang merepotkan.

Sementara itu, AC Milan, yang merupakan rival terdekat Inter, tidak akan bertanding pada akhir pekan ini. Penundaan pertandingan Milan melawan Como bukan karena alasan teknis sepak bola, melainkan karena Stadion San Siro akan digunakan untuk upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026. Keputusan ini, meskipun memberikan waktu istirahat ekstra bagi para pemain Milan, juga dapat menimbulkan kerugian. Ketiadaan ritme pertandingan dapat memengaruhi performa tim, dan jadwal padat yang menanti mereka di kemudian hari akibat penundaan ini dapat memperberat beban fisik dan mental para pemain. Pelatih AC Milan, Stefano Pioli (jika masih menjabat), perlu merancang program latihan yang tepat agar timnya tetap berada dalam kondisi terbaik dan siap menghadapi tantangan selanjutnya setelah jeda tak terduga ini.

Di pertandingan lain, Juventus akan mencoba bangkit dari hasil buruk setelah tersingkir secara mengejutkan di perempatfinal Coppa Italia. Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi ambisi Bianconeri untuk meraih trofi domestik. Setelah menghadapi Napoli di Coppa, kini Lazio akan menjadi ujian berikutnya bagi Juventus. Tim asuhan Massimiliano Allegri ini bertekad meraih empat kemenangan dari lima laga terakhir mereka di Serie A untuk kembali ke jalur positif. Dengan 45 poin di posisi keempat, Juventus ingin mengejar Napoli di posisi ketiga yang hanya unggul tiga poin. Pertandingan melawan Lazio akan menjadi krusial dalam perebutan zona Liga Champions, dan kemenangan akan sangat penting untuk menjaga asa mereka bersaing di papan atas. Formasi pragmatis Allegri akan diuji oleh gaya menyerang Lazio di bawah Maurizio Sarri, dengan pemain seperti Dusan Vlahovic dan Federico Chiesa diharapkan mampu membongkar pertahanan lawan.

Lazio, di bawah asuhan Maurizio Sarri, dikenal dengan gaya bermain ‘Sarriball’ yang mengandalkan penguasaan bola dan pergerakan cepat. Mereka memiliki sejumlah pemain kunci seperti Ciro Immobile, striker veteran yang selalu menjadi ancaman di kotak penalti, serta gelandang kreatif seperti Luis Alberto yang mampu menciptakan peluang dari lini tengah. Pertandingan antara Juventus dan Lazio selalu menyajikan drama dan intensitas tinggi, mengingat rivalitas historis kedua klub. Bagi Juventus, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa kekalahan di Coppa Italia hanyalah sebuah anomali, dan bahwa mereka masih memiliki kapasitas untuk bersaing di level tertinggi.

Sementara itu, Napoli akan melawat ke markas Genoa pada Minggu (8/2/2026) dini hari WIB. Sebagai juara bertahan, performa Napoli di musim ini jauh dari harapan. Mereka kini sudah tertinggal empat poin dari Milan di posisi kedua dan sembilan angka dari Inter di puncak klasemen. Ini tentu bukan statistik yang bagus bagi tim yang baru saja merayakan Scudetto di musim sebelumnya. Penurunan performa ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ‘post-Scudetto syndrome’, perubahan di jajaran manajemen atau staf pelatih, hingga cedera pemain kunci atau kesulitan mengintegrasikan pemain baru.

Pertandingan melawan Genoa menjadi sangat penting bagi Napoli untuk menjaga persaingan dengan Inter dan Milan di papan atas, serta untuk mengamankan posisi Liga Champions. Mengingat Genoa kini terpuruk di posisi ke-14 dan sedang berjuang untuk menghindari zona degradasi, ada potensi besar bagi Napoli untuk meraih tiga poin penuh. Namun, Genoa di kandang sendiri seringkali tampil militan, didukung oleh para penggemar yang bersemangat. Mereka kemungkinan akan menerapkan strategi bertahan yang rapat dan mengandalkan serangan balik cepat untuk mengejutkan Napoli. Kemenangan akan krusial bagi Napoli untuk membangun kembali kepercayaan diri dan menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kapasitas untuk bersaing di papan atas. Kegagalan meraih poin penuh bisa semakin memperburuk krisis kepercayaan di tubuh tim juara bertahan.

Secara keseluruhan, Giornata ke-24 Serie A menjanjikan pertarungan yang sengit dan penuh drama. Persaingan di puncak klasemen antara Inter dan Milan semakin memanas, dengan Inter memiliki keuntungan psikologis dari pertandingan tunda rivalnya. Sementara itu, Juventus dan Napoli juga berjuang mati-matian untuk mengamankan posisi di zona Liga Champions dan menjaga asa mereka di sisa musim. Tim-tim lain seperti Atalanta, AS Roma, dan Fiorentina juga akan berjuang keras untuk meraih poin demi memperebutkan tiket ke kompetisi Eropa lainnya. Setiap pertandingan di pekan ini akan memiliki dampak signifikan terhadap posisi akhir di klasemen, menjadikan setiap poin sangat berharga.

Berikut adalah jadwal lengkap Liga Italia Pekan ke-24:

Sabtu (7/2/2026)
02.45 Hellas Verona vs Pisa

Minggu (8/2/2026)
00.00 Genoa vs Napoli
02.45 Fiorentina vs Torino
18.30 Bologna vs Parma
21.00 Lecce vs Udinese

Senin (9/2/2026)
00.00 Sassuolo vs Inter
02.45 Juventus vs Lazio

Selasa (11/2/2026)
00.30 Atalanta vs Cremonese
02.45 AS Roma vs Cagliari