Sulutnetwork.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menegaskan komitmennya untuk terlibat langsung dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menyampaikan bahwa setelah masa tanggap darurat berakhir, langkah pemulihan akan dilakukan melalui mekanisme berjenjang, dimulai dari evaluasi dan asesmen pemerintah daerah.

“Setelah tanggap darurat dinyatakan selesai, Pemkab akan melakukan evaluasi dan assessment untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Agus saat meninjau Posko Bencana Cisarua, Jumat (6/2).

Agus menambahkan, hasil asesmen akan menjadi pijakan utama dalam menentukan kebutuhan hunian, infrastruktur dasar, serta fasilitas pendukung lainnya. Jika kemampuan fiskal Pemkab Bandung Barat tidak mencukupi, penanganan akan ditingkatkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat siap mengambil alih bila kendala masih terjadi di tingkat provinsi.

Tahap rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya menyangkut pembangunan rumah warga, tetapi juga penataan ulang lingkungan serta infrastruktur penunjang kehidupan masyarakat. “Bagaimana pembangunan rumahnya, apakah tetap di lokasi semula atau relokasi, kemudian jalannya, listrik, dan jaringan air, semua akan dikaji,” jelas Agus.

Kemensos RI memastikan dukungan tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Bantuan akan berlanjut hingga masyarakat menempati hunian tetap, termasuk kebutuhan dasar rumah tangga. “Setelah rehabilitasi dan rekonstruksi, kami juga akan memberikan bantuan untuk kebutuhan lauk pauk dan pengisian rumah,” tambahnya.

Di tengah proses pemulihan, Agus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, terutama pada periode musim hujan Desember hingga April. Deteksi dini dan respons cepat dinilai menjadi kunci meminimalkan korban.

“Kita harus terus waspada supaya bisa memitigasi. Jika ada gejala bencana, masyarakat harus segera menjauh dari titik rawan,” tandasnya.

Dengan komitmen ini, Kemensos RI berharap proses pemulihan pascabencana longsor Cisarua dapat berjalan efektif, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di masa mendatang.***