Jakarta – Erling Haaland, striker fenomenal Manchester City, kembali menunjukkan ketajamannya di kompetisi Eropa setelah berhasil memecah kebuntuan golnya di Liga Champions. Momentum "buka puasa" gol ini datang setelah periode minim kontribusi di Premier League sepanjang Januari. Kini, pertanyaan besar yang menggantung adalah kapan mesin golnya akan kembali panas dan mengakhiri paceklik di kancah domestik, terutama menjelang laga krusial kontra Tottenham Hotspur akhir pekan ini.

sulutnetwork.com – Periode awal tahun 2026 menjadi sorotan bagi Haaland dan Manchester City. Sejak pergantian tahun, performa pencetak gol ulung asal Norwegia ini di liga domestik memang tidak segemerlap biasanya. Dari sejumlah pertandingan Premier League yang dilakoni, sumbangan golnya tercatat minim, memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi fisik, adaptasi taktis lawan, hingga faktor psikologis. Namun, sinyal kebangkitan yang dinanti-nanti akhirnya muncul di ajang Liga Champions. Haaland berhasil mencetak satu gol penting saat City menundukkan Galatasaray dengan skor 2-0 dalam laga UEFA Champions League (UCL), memberikan secercah harapan bagi para penggemar dan staf pelatih. Gol ini bukan hanya sekadar angka, melainkan sebuah injeksi kepercayaan diri yang vital setelah sebelumnya Haaland gagal menjebol gawang lawan ketika Man City secara mengejutkan tunduk 1-3 melawan Bodo/Glimt di partai UCL.

Paceklik gol Haaland di Premier League menjadi perhatian serius, mengingat statusnya sebagai salah satu predator kotak penalti paling mematikan di dunia. Gol terakhirnya di liga domestik tercatat pada 7 Januari lalu, saat ia mencetak gol dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 melawan Brighton. Sejak saat itu, serangkaian pertandingan Premier League dilalui Haaland tanpa tambahan gol. Periode kering ini tidak hanya terbatas di liga; di seluruh ajang kompetisi, Haaland sempat tidak mencetak gol dalam lima pertandingan beruntun antara awal hingga pertengahan Januari, sebelum akhirnya mengakhiri puasa golnya di Liga Champions. Situasi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai kapan striker andalan Pep Guardiola ini akan kembali ke performa terbaiknya di liga domestik.

Menganalisis performa Haaland dalam beberapa laga terakhir memberikan gambaran lebih jelas mengenai tantangan yang dihadapinya. Pada 7 Januari, ia mencetak gol tunggal saat Man City bermain imbang 1-1 dengan Brighton di EPL, bermain penuh 90 menit. Tiga hari berselang, pada 10 Januari, ia hanya bermain 45 menit di ajang FA Cup saat Man City membantai Exeter 10-1, namun tidak mencetak gol. Kemudian, di EPL, ia gagal mencetak gol dalam tiga pertandingan beruntun: saat melawan Newcastle (13 Januari, bermain 90 menit, City menang 2-0), melawan Man United (17 Januari, bermain 80 menit, City kalah 0-2), dan melawan Wolves (24 Januari, bermain hanya 17 menit, City menang 2-0). Di antara pertandingan liga tersebut, pada 20 Januari, Haaland juga gagal mencetak gol saat Man City kalah 3-1 dari Bodo/Glimt di UCL, bermain penuh 90 menit. Barulah pada 28 Januari, dalam laga UCL melawan Galatasaray, Haaland kembali mencatatkan namanya di papan skor, bermain 90 menit dan menyumbang satu gol dalam kemenangan 2-0 City. Statistik ini menunjukkan bahwa meskipun menit bermainnya bervariasi, ada periode signifikan di mana efektivitasnya dalam mencetak gol menurun drastis.

Tabel performa Erling Haaland dalam beberapa laga terakhir: Tanggal Kompetisi Laga Skor Menit Main Gol
7 Jan EPL Man City vs Brighton 1-1 90′ 1
10 Jan FA Cup Man City vs Exeter 10-1 45′
13 Jan EPL Newcastle vs Man City 0-2 90′
17 Jan EPL Man United vs Man City 2-0 80′
20 Jan UCL Bodø/Glimt vs Man City 3-1 90′
24 Jan EPL Man City vs Wolves 2-0 17′
28 Jan UCL Man City vs Galatasaray 2-0 90′ 1

Momentum kebangkitan ini datang di waktu yang sangat menarik dan krusial. Akhir pekan ini, The Citizens dijadwalkan akan menghadapi Tottenham Hotspur dalam laga English Premier League (EPL) pada hari Minggu (1/2/2026) malam WIB. Pertandingan ini tidak hanya penting dalam perburuan gelar juara Premier League bagi Manchester City, tetapi juga menjadi panggung potensial bagi Haaland untuk mengakhiri "puasa" golnya di liga domestik. Tekanan untuk mencetak gol dan kembali menjadi penentu hasil pertandingan sangat tinggi, mengingat ekspektasi besar yang selalu menyertai penyerang sekelas dirinya.

Potensi Haaland untuk "buka puasa" di Premier League saat dijamu Spurs adalah salah satu topik pembicaraan utama menjelang pertandingan. Manchester City membutuhkan setiap poin untuk tetap bersaing ketat di puncak klasemen, dan kontribusi gol dari Haaland sangat vital. Laga melawan Tottenham Hotspur dikenal sebagai salah satu pertandingan yang sulit bagi banyak tim, dan Spurs sendiri memiliki lini pertahanan yang solid serta kemampuan untuk menyulitkan penyerang lawan. Oleh karena itu, kemampuan Haaland untuk melewati penjagaan ketat dan menemukan ruang di kotak penalti akan menjadi kunci.

Secara keseluruhan, Erling Haaland sudah menghadapi Tottenham Hotspur sebanyak tujuh kali bersama Manchester City di berbagai musim dan kompetisi. Pengalaman ini memberinya pemahaman tentang bagaimana Spurs cenderung bermain dan bagaimana mereka berusaha menetralkan ancaman darinya. Penampilan terbaiknya dalam catatan tersebut terjadi pada Mei 2024, saat Man City bertandang ke markas Spurs. Kala itu, Haaland mencetak dua gol krusial yang menjadi pembeda dalam laga tersebut, membantu City meraih kemenangan penting. Ini menunjukkan bahwa ia memiliki kapasitas untuk bersinar bahkan di hadapan pertahanan Spurs yang tangguh.

Namun, tidak semua pertemuan berjalan mulus bagi striker Norwegia ini. Dalam beberapa laga lain, termasuk duel-duel yang lebih baru, Haaland kerap dijaga ketat oleh barisan pertahanan Tottenham dan kesulitan mendapat ruang gerak yang cukup di kotak penalti. Strategi pertahanan berlapis, pressing ketat, dan upaya memutus rantai pasokan bola ke Haaland seringkali berhasil diterapkan oleh Spurs, membuat penyerang berpostur tinggi ini frustrasi.

Melihat rekor individual Haaland melawan Tottenham Hotspur secara lebih rinci, ada beberapa pola yang bisa diidentifikasi:

No Tanggal Menit Gol Assist Shot SOT
1 19 Jan 2023 89 1 0 3 2
2 5 Feb 2023 90 0 0 0 0
3 3 Des 2023 90 0 1 5 0
4 14 Mei 2024 89 2 0 2 2
5 23 Nov 2024 90 0 0 7 2
6 26 Feb 2025 90 1 0 3 3
7 23 Agt 2025 90 0 0 1 0

Dari tujuh pertemuan tersebut, Haaland telah bermain total 628 menit melawan Tottenham. Dalam periode tersebut, ia berhasil mencetak 4 gol dan menyumbang 1 assist. Statistik tembakan menunjukkan ia melepaskan total 21 tembakan, dengan 9 di antaranya tepat sasaran (SOT).

Rincian per pertandingan menunjukkan dinamika yang menarik. Pada pertemuan pertamanya di 19 Januari 2023, Haaland langsung mencetak satu gol dari tiga tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran, menunjukkan efisiensi. Namun, di pertandingan berikutnya pada 5 Februari 2023, ia bermain penuh 90 menit tanpa melepaskan satu pun tembakan, sebuah indikasi betapa ketatnya penjagaan Spurs saat itu. Pada 3 Desember 2023, meski bermain 90 menit dan melepaskan lima tembakan, tidak ada yang tepat sasaran, namun ia berhasil menciptakan satu assist. Puncak performanya, seperti disebutkan sebelumnya, terjadi pada 14 Mei 2024 dengan dua gol dari dua tembakan tepat sasaran. Pertemuan pada 23 November 2024 juga menarik, di mana ia melepaskan tujuh tembakan (jumlah tertinggi dalam satu laga melawan Spurs) dengan dua di antaranya tepat sasaran, namun tidak ada yang berbuah gol, menunjukkan bahwa ia mampu menciptakan peluang tetapi penyelesaian akhir belum maksimal. Sementara pada 26 Februari 2025, ia kembali mencetak gol dengan tiga tembakan yang semuanya tepat sasaran, menunjukkan ketajamannya. Pertemuan terakhir pada 23 Agustus 2025 kembali menunjukkan tantangan, di mana ia hanya mampu melepaskan satu tembakan tanpa ada yang tepat sasaran.

Statistik ini menggarisbawahi bahwa meskipun Haaland memiliki kapasitas untuk menghancurkan pertahanan Spurs, ia juga seringkali menghadapi kesulitan besar. Kemampuan Tottenham untuk beradaptasi dan menerapkan strategi bertahan yang efektif terhadapnya adalah faktor kunci. Penjagaan ketat di area kotak penalti, upaya memblokir jalur umpan silang, dan menekan para gelandang City yang bertugas menyuplai bola ke Haaland telah menjadi taktik yang berulang kali diandalkan oleh Spurs. Hal ini memaksa Haaland untuk seringkali keluar dari posisi idealnya atau berhadapan dengan situasi satu lawan dua atau bahkan tiga.

Dengan momentum gol di Liga Champions yang baru saja diraih, Haaland tentu memiliki dorongan moral yang signifikan. Gol tersebut bisa menjadi katalisator yang dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan dirinya di depan gawang, terutama di Premier League. Namun, tantangan yang menanti di kandang Tottenham tidaklah mudah. Spurs di bawah asuhan pelatih mereka saat ini dikenal memiliki semangat juang yang tinggi dan kemampuan untuk memberikan kejutan, terutama di kandang sendiri.

Bagi Manchester City, kembalinya Haaland ke performa mencetak gol yang konsisten di Premier League adalah hal yang krusial dalam upaya mereka mempertahankan gelar juara. Setiap pertandingan liga adalah final, dan gol-gol dari penyerang utama mereka sangat dibutuhkan untuk mengungguli pesaing-pesaing di puncak klasemen. Laga melawan Tottenham Hotspur akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Haaland, apakah gol di Liga Champions hanyalah secercah harapan sementara, ataukah itu adalah pertanda bahwa "mesin gol" telah benar-benar kembali dan siap untuk mengganas di kancah domestik sekali lagi. Pertandingan ini bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang pernyataan individu dari seorang Erling Haaland yang haus gol.