Blitar, sebuah kota yang tak hanya dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir Proklamator Bung Karno, namun juga menyimpan kisah-kisah mistis yang telah mengakar kuat dalam budaya lokal. Salah satunya adalah legenda Makam Gantung, sebuah situs pemakaman unik yang konon menjadi persemayaman terakhir seorang tokoh sakti mandraguna, pemilik Ajian Pancasona. Bentuknya yang tidak biasa, seolah "tergantung" di atas tanah, telah memicu rasa penasaran dan kekaguman masyarakat selama berabad-abad, menjadikannya salah satu warisan budaya yang paling menarik di Blitar.

sulutnetwork.com – Di Jalan Melati, Kepanjenkidul, berdiri Pesanggrahan Djojodigdo, sebuah kompleks rumah tua yang menjadi pusat legenda ini. Tempat ini lebih populer disebut ‘Makam Gantung’ oleh masyarakat setempat. Di sinilah terukir kisah Patih Djojodigdo, seorang tokoh yang diyakini menguasai Ajian Pancasona, sebuah ilmu kesaktian yang sering disamakan dengan Aji Rawa Rontek dalam berbagai cerita rakyat dan film-film kepahlawanan masa lalu. Ajian ini dipercaya memberikan kekebalan luar biasa; pemiliknya tidak akan bisa mati selama tubuhnya menyentuh tanah, bahkan mampu bangkit kembali dari kematian, sebuah konsep yang menjadi inti misteri Makam Gantung dan perdebatan mengenai