Yogyakarta, sebuah kota yang senantiasa memancarkan pesona budaya dan sejarah, baru-baru ini menjadi saksi bisu petualangan seorang selebgram ternama asal Korea Selatan, Ayana Jihye Moon. Kedatangan sosok yang dikenal luas setelah memutuskan menjadi mualaf ini sontak menarik perhatian publik dan para penggemarnya, terutama di Indonesia. Melalui unggahan media sosialnya, Ayana membagikan momen-momen seru dan mendalam saat menjelajahi ikon-ikon pariwisata Yogyakarta, dari hiruk pikuk Malioboro hingga keagungan Candi Borobudur, sekaligus menyiratkan sebuah jalinan erat antara budaya dan spiritualitas.

Foto Liburan Ayana Moon di Yogyakarta, Makin Cantik Memakai Batik

sulutnetwork.com – Syanti Mustika dari detikTravel melaporkan pada Selasa, 27 Januari 2026 pukul 22:02 WIB bahwa Ayana Moon secara aktif mendokumentasikan perjalanannya di Yogyakarta. Unggahan-unggahan tersebut tidak hanya menampilkan keindahan kota pelajar ini, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Ayana, dengan gaya khasnya, mampu beradaptasi dan menikmati setiap sudut destinasi yang ia kunjungi. Kehadirannya di Yogyakarta ini menjadi sorotan utama, tidak hanya karena statusnya sebagai selebgram internasional, tetapi juga karena latar belakang spiritualnya yang menarik simpati banyak masyarakat Indonesia.

Ayana Jihye Moon, yang lahir di Korea Selatan, pertama kali mencuri perhatian dunia setelah mengumumkan keputusannya untuk memeluk agama Islam. Perjalanan spiritualnya ini mendokumentasikan sebuah kisah inspiratif yang resonan di kalangan Muslim global, khususnya di Asia Tenggara. Sebelum menjadi mualaf, Ayana dikenal sebagai seorang model dan memiliki latar belakang sebagai trainee idola K-pop. Namun, pencarian akan makna hidup membawanya pada Islam, sebuah keputusan yang mengubah arah hidupnya secara drastis dan menjadikannya figur publik yang berpengaruh di komunitas Muslim. Dengan jutaan pengikut di berbagai platform media sosial, Ayana kini menjadi suara penting dalam menyuarakan perdamaian, toleransi, dan keindahan Islam, sekaligus menjadi jembatan budaya antara Korea Selatan dan dunia Islam.

Foto Liburan Ayana Moon di Yogyakarta, Makin Cantik Memakai Batik

Yogyakarta, pilihan destinasi Ayana, bukanlah tanpa alasan. Kota ini adalah episentrum kebudayaan Jawa yang kental, dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai pusatnya. Julukan "Kota Budaya" dan "Kota Pelajar" melekat erat pada Yogyakarta, menawarkan perpaduan harmonis antara tradisi luhur, pendidikan berkualitas, dan pariwisata yang menarik. Dari arsitektur kuno hingga seni kontemporer, dari kuliner legendaris hingga kerajinan tangan yang memukau, Yogyakarta menyajikan pengalaman yang kaya dan otentik bagi setiap pengunjung. Kehadiran Ayana di kota ini seolah menegaskan daya tarik universal Yogyakarta sebagai destinasi yang mampu memikat berbagai kalangan wisatawan dari seluruh dunia, termasuk mereka yang mencari pengalaman budaya dan spiritual yang mendalam.

Perjalanan Ayana di Yogyakarta dimulai dengan menjelajahi Malioboro, sebuah jalan legendaris yang menjadi denyut nadi kota. Malioboro adalah surga bagi para pecinta belanja dan kuliner. Di sepanjang jalan ini, deretan toko menjajakan batik, kerajinan perak, wayang kulit, dan berbagai suvenir khas Yogyakarta. Suasana Malioboro selalu ramai, dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang menjajakan makanan lokal seperti gudeg, bakpia, dan wedang ronde, serta seniman jalanan yang menampilkan pertunjukan musik dan tari tradisional. Ayana terlihat menikmati suasana Malioboro, berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan mengabadikan momen di salah satu ikon pariwisata paling populer di Indonesia ini. Senyumnya yang khas dan hijabnya yang menawan menambah semarak pemandangan di jalanan yang tak pernah tidur tersebut.

Foto Liburan Ayana Moon di Yogyakarta, Makin Cantik Memakai Batik

Tak hanya Malioboro, Ayana juga menyempatkan diri berpose di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Lokasi ini merupakan salah satu spot foto paling ikonik di kota, dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang megah seperti Kantor Pos Besar, Benteng Vredeburg, dan Gedung Agung. Titik Nol Kilometer bukan hanya sekadar penanda geografis, tetapi juga simbol historis yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini Yogyakarta. Di sinilah seringkali wisatawan berkumpul untuk menikmati suasana kota, melihat aktivitas warga, atau sekadar berfoto dengan latar belakang arsitektur kolonial yang indah. Ayana tampak membaur dengan keramaian, menunjukkan kegembiraannya berada di pusat kota budaya ini, mengundang decak kagum para penggemar yang mengikuti setiap unggahannya.

Puncak perjalanan spiritual dan budaya Ayana di Yogyakarta adalah kunjungannya ke Candi Borobudur. Terletak tidak jauh dari kota, Candi Borobudur merupakan mahakarya arsitektur Buddha abad ke-9 dan Situs Warisan Dunia UNESCO yang paling terkenal di Indonesia. Kemegahan candi ini, dengan ribuan stupa dan relief yang menceritakan kisah-kisah Buddha, selalu berhasil memukau siapa saja yang mengunjunginya. Ayana terlihat mengenakan baju batik, sebuah simbol kebanggaan budaya Indonesia, saat berpose di tengah keagungan Borobudur. Pilihan busana ini menunjukkan apresiasi Ayana terhadap budaya lokal dan kesediaannya untuk menyelami kekayaan tradisi Indonesia.

Foto Liburan Ayana Moon di Yogyakarta, Makin Cantik Memakai Batik

Dalam beberapa foto yang diunggahnya, Ayana terlihat menaiki tangga candi, mengagumi detail relief, dan menikmati panorama alam di sekitar Borobudur yang menenangkan. Pengalaman ini tidak hanya sekadar tur wisata, melainkan sebuah perjalanan yang mungkin juga sarat makna spiritual bagi Ayana, mengingat latar belakang keislamannya yang kental dengan pencarian akan kedamaian dan kebijaksanaan. Kehadirannya di Borobudur, sebuah situs Buddha bersejarah, juga mengirimkan pesan kuat tentang toleransi dan keharmonisan antarumat beragama, sebuah nilai yang sangat dijunjung tinggi di Indonesia.

Selain destinasi yang telah disebutkan, Ayana Moon juga meluangkan waktu untuk berkunjung ke Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kraton ini adalah istana resmi Sultan Yogyakarta dan pusat kebudayaan Jawa yang masih hidup hingga saat ini. Di dalam kompleks Kraton, pengunjung dapat menyaksikan berbagai benda pusaka, artefak sejarah, serta mempelajari adat istiadat dan tradisi keraton yang masih dilestarikan. Kunjungan Ayana ke Kraton ini menunjukkan ketertarikannya yang mendalam terhadap sejarah dan kebudayaan lokal. Ia berkesempatan untuk melihat lebih dekat bagaimana tradisi luhur Jawa dipertahankan dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Foto Liburan Ayana Moon di Yogyakarta, Makin Cantik Memakai Batik

Momen-momen yang dibagikan Ayana melalui akun Instagram pribadinya, @ayanamoon_official, dengan cepat menjadi viral. Jutaan pengikutnya dari berbagai belahan dunia, terutama dari Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya di Asia Tenggara, memberikan respons yang sangat antusias. Banyak komentar yang menyatakan kekagetan dan kebahagiaan melihat Ayana berlibur di Jogja. Para penggemar membanjiri kolom komentar dengan ucapan selamat datang, rekomendasi tempat lain yang harus dikunjungi, dan ungkapan kekaguman atas keindahan Yogyakarta yang terekam melalui lensa Ayana.

Dampak dari kunjungan selebgram sekelas Ayana Moon ini tidak hanya terbatas pada euforia di media sosial. Secara tidak langsung, kehadirannya turut mempromosikan pariwisata Yogyakarta ke khalayak global. Dengan jangkauan audiens yang luas, unggahan Ayana berfungsi sebagai endorsement yang sangat efektif, menarik perhatian calon wisatawan internasional untuk memasukkan Yogyakarta dalam daftar destinasi impian mereka. Hal ini tentu membawa angin segar bagi industri pariwisata lokal, yang terus berupaya bangkit dan berkembang setelah berbagai tantangan.

Foto Liburan Ayana Moon di Yogyakarta, Makin Cantik Memakai Batik

Kunjungan Ayana juga menegaskan peran penting influencer dan selebriti dalam mempromosikan destinasi wisata di era digital. Foto-foto dan cerita yang dibagikan secara personal memiliki kekuatan persuasif yang lebih besar dibandingkan iklan tradisional. Mereka menciptakan koneksi emosional dengan audiens, menginspirasi untuk melakukan perjalanan dan merasakan pengalaman serupa. Dalam konteks ini, Ayana Moon bukan hanya seorang turis, tetapi juga duta budaya tidak resmi yang berhasil menyebarkan pesona Yogyakarta ke penjuru dunia.

Lebih jauh lagi, petualangan Ayana di Yogyakarta ini menjadi simbol dari semakin eratnya hubungan antarbudaya dan antarnegara. Melalui sosok Ayana, yang merupakan representasi dari persilangan budaya Korea dan Islam, Indonesia khususnya Yogyakarta, berhasil menunjukkan keramahan dan kekayaan budayanya yang inklusif. Kisah perjalanannya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk menjelajahi dunia, memahami perbedaan, dan merayakan kebersamaan dalam keberagaman. Ini adalah bukti bahwa budaya dan spiritualitas dapat menjadi jembatan yang kuat untuk menyatukan manusia dari latar belakang yang berbeda.

Foto Liburan Ayana Moon di Yogyakarta, Makin Cantik Memakai Batik

Secara keseluruhan, perjalanan Ayana Jihye Moon di Yogyakarta pada awal tahun 2026 ini bukan sekadar liburan biasa, melainkan sebuah peristiwa budaya dan sosial yang signifikan. Ia berhasil menangkap esensi Yogyakarta sebagai kota yang menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan alam, kekayaan sejarah, kedalaman spiritual, dan keramahan penduduknya. Kehadirannya di Malioboro, Titik Nol Kilometer, Candi Borobudur, dan Keraton, serta interaksinya dengan budaya lokal, telah menciptakan gelombang positif yang akan terus resonan, memperkuat citra Yogyakarta di mata dunia, dan menginspirasi lebih banyak orang untuk merasakan langsung keajaiban kota ini.