Tim Nasional Futsal Indonesia memulai perjalanan di Piala Asia Futsal 2026 dengan performa yang sangat impresif, membantai Korea Selatan dengan skor telak 5-0 dalam laga pembuka Grup A. Kemenangan dominan ini langsung menempatkan Skuad Garuda di puncak klasemen sementara, memberikan sinyal kuat tentang ambisi mereka di turnamen bergengsi yang diselenggarakan di kandang sendiri ini.
sulutnetwork.com – Kemenangan telak atas Korea Selatan dengan skor 5-0 menjadi penanda awal yang gemilang bagi Timnas Futsal Indonesia di ajang Piala Asia Futsal 2026. Laga perdana yang berlangsung pada Selasa, 27 Januari 2026, di hadapan ribuan suporter yang memadati Indonesia Arena, Jakarta, tidak hanya menghasilkan tiga poin krusial, tetapi juga menegaskan kekuatan ofensif dan soliditas pertahanan tim asuhan Hector Souto. Hasil ini menempatkan Indonesia pada posisi strategis untuk melaju ke fase gugur, seiring dengan target tinggi yang diusung oleh federasi dan seluruh elemen tim.
Sejak peluit babak pertama ditiup, Timnas Indonesia langsung menunjukkan intensitas tinggi. Bermain di hadapan publik sendiri, para pemain Garuda tampil penuh semangat dan determinasi. Serangan demi serangan dilancarkan ke pertahanan Korea Selatan yang terlihat kesulitan mengimbangi kecepatan dan kreativitas pemain Indonesia. Dominasi lapangan tengah menjadi kunci bagi Indonesia untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Penguasaan bola yang efektif dipadukan dengan pergerakan tanpa bola yang dinamis seringkali merepotkan barisan pertahanan lawan.
Gol pembuka yang memecah kebuntuan datang dari Mochammad Iqbal. Dengan insting gol yang tajam, Iqbal berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Korea Selatan untuk melepaskan tembakan akurat yang tidak mampu dihalau kiper lawan. Gol ini sontak membakar semangat para pemain dan suporter di Indonesia Arena. Keunggulan 1-0 membuat Indonesia semakin percaya diri dan terus meningkatkan tekanan. Tidak berselang lama, Rio Pangestu menggandakan keunggulan Indonesia. Melalui skema serangan balik cepat yang terorganisir, Rio dengan tenang menuntaskan peluang menjadi gol kedua, mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia tidak mengendurkan serangannya. Instruksi dari pelatih Hector Souto tampaknya sangat efektif, karena para pemain tetap menjaga fokus dan disiplin dalam menjalankan taktik. Mochammad Iqbal kembali menjadi momok bagi pertahanan Korea Selatan. Ia mencetak gol keduanya di pertandingan ini, sekaligus gol ketiga bagi Indonesia, menunjukkan ketajaman yang luar biasa di depan gawang. Gol ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penyerang kunci bagi Timnas.
Pesta gol Indonesia berlanjut dengan kontribusi dari pemain lain. Israr Megantara, yang masuk sebagai pemain pengganti, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencatatkan namanya di papan skor. Gerakan lincah dan penempatan posisi yang baik memungkinkannya menjebol gawang Korea Selatan untuk keempat kalinya. Puncaknya, Reza Gunawan menutup keran gol Indonesia dengan sebuah gol indah yang memastikan kemenangan telak 5-0. Hasil ini bukan hanya sekadar kemenangan biasa, melainkan sebuah pernyataan tegas dari Timnas Indonesia tentang kesiapan mereka untuk bersaing di level tertinggi futsal Asia.
Kemenangan dengan margin lima gol ini membawa Indonesia memimpin klasemen sementara Grup A dengan perolehan tiga poin. Keunggulan selisih gol yang signifikan (+5) menjadi faktor penentu posisi mereka di puncak. Pada pertandingan Grup A lainnya, Irak berhasil meraih kemenangan 4-2 atas Kirgistan. Meskipun sama-sama mengoleksi tiga poin, Irak harus puas berada di posisi kedua karena selisih gol mereka yang lebih kecil (+2). Kirgistan dan Korea Selatan, yang keduanya belum mengumpulkan poin, masing-masing menempati posisi ketiga dan keempat. Kondisi ini membuat persaingan di Grup A tetap menarik, namun Indonesia telah menempatkan diri pada posisi yang sangat menguntungkan.
Analisis lebih lanjut terhadap pertandingan Irak vs Kirgistan menunjukkan bahwa Irak, yang juga merupakan tim kuat di kawasan Asia, harus bekerja lebih keras untuk meraih kemenangan. Skor 4-2 menyiratkan bahwa Kirgistan mampu memberikan perlawanan yang cukup sengit, mencetak dua gol balasan. Hal ini menjadi catatan penting bagi Indonesia, yang akan menghadapi Kirgistan di laga berikutnya. Tim asuhan Hector Souto tidak boleh meremehkan lawan, meskipun Kirgistan menelan kekalahan di laga perdana mereka. Setiap pertandingan di turnamen sekelas Piala Asia Futsal memiliki tingkat kesulitan tersendiri.
Pertandingan berikutnya bagi Timnas Indonesia adalah melawan Kirgistan, yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, masih di Indonesia Arena. Laga ini akan menjadi ujian berikutnya bagi kekuatan dan konsistensi Tim Garuda. Kemenangan atas Kirgistan akan sangat krusial, tidak hanya untuk mengamankan posisi di puncak klasemen, tetapi juga untuk membuka jalan menuju perempat final. Jika Indonesia berhasil mengalahkan Kirgistan dan di saat yang sama Irak mampu menundukkan Korea Selatan, maka Indonesia secara matematis akan memastikan satu tiket ke babak gugur lebih awal. Dua tim teratas dari setiap grup memang berhak melaju ke fase perempat final.
Perjalanan Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia Futsal memiliki sejarah panjang dan penuh tantangan. Meskipun belum pernah meraih gelar juara, Indonesia selalu menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah futsal Asia Tenggara, dan perlahan mulai menapaki level yang lebih tinggi di Asia. Dengan status sebagai tuan rumah di edisi 2026 ini, ekspektasi terhadap Timnas Futsal sangat tinggi. Dukungan penuh dari suporter diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk menampilkan performa terbaik dan mencapai target yang telah ditetapkan, yaitu melaju sejauh mungkin, bahkan hingga merebut gelar juara.
Keberadaan Indonesia Arena sebagai venue utama juga memberikan keuntungan tersendiri. Arena modern dengan fasilitas kelas dunia ini mampu menampung ribuan penonton, menciptakan atmosfer pertandingan yang membara dan penuh semangat. Pengalaman bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh dari suporter tentu menjadi faktor pendorong moral yang signifikan bagi Timnas. Pelatih Hector Souto, yang memiliki rekam jejak bagus dalam melatih tim-tim futsal, diharapkan mampu meracik strategi terbaik untuk setiap pertandingan, memanfaatkan potensi para pemain dan kondisi lapangan.
Pengembangan futsal di Indonesia sendiri telah menunjukkan kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Popularitas olahraga ini terus meningkat, tidak hanya di kalangan pemain profesional, tetapi juga di tingkat akar rumput dan komunitas. Banyak liga amatir, turnamen antar kampus, dan kompetisi di berbagai level yang bermunculan, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap futsal. Keberhasilan Timnas Futsal di kancah internasional, seperti yang terlihat dalam kemenangan atas Korea Selatan ini, diharapkan dapat semakin memicu minat dan investasi dalam pengembangan olahraga futsal di Indonesia, baik dari segi infrastruktur, pembinaan usia dini, maupun kualitas pelatih.
Piala Asia Futsal 2026 tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan platform penting bagi negara-negara Asia untuk menunjukkan kekuatan dan perkembangan futsal mereka. Turnamen ini juga menjadi bagian dari kualifikasi untuk Piala Dunia Futsal FIFA di masa mendatang, menambah urgensi dan prestise bagi setiap pertandingan. Bagi Indonesia, kesempatan menjadi tuan rumah adalah momentum emas untuk menunjukkan kapasitas organisasi dan kualitas tim futsal nasional. Kemenangan telak di laga perdana ini adalah awal yang sangat menjanjikan, namun jalan menuju puncak masih panjang dan penuh rintangan. Konsistensi, fokus, dan kerja keras akan menjadi kunci utama bagi Timnas Futsal Indonesia untuk mencapai tujuan tertinggi mereka di Piala Asia Futsal 2026.
Klasemen Sementara Grup A Piala Asia Futsal 2026
| Pos | Tim | Main | M | S | K | GM | GK | SG | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Indonesia | 1 | 1 | 0 | 0 | 5 | 0 | +5 | 3 |
| 2 | Irak | 1 | 1 | 0 | 0 | 4 | 2 | +2 | 3 |
| 3 | Kirgizstan | 1 | 0 | 0 | 1 | 2 | 4 | -2 | 0 |
| 4 | Korea Selatan | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | 5 | -5 | 0 |




