Persebaya Surabaya kini tengah merasakan angin segar kebangkitan yang signifikan di bawah arahan pelatih anyar, Bernardo Tavares. Setelah sempat terseok-seok di awal musim, Bajul Ijo berhasil menyapu bersih tiga pertandingan terakhir sejak juru taktik asal Portugal itu resmi menukangi tim. Performa impresif ini tidak hanya mengembalikan kepercayaan diri skuad, tetapi juga menumbuhkan optimisme di kalangan Bonek, para suporter setia Persebaya, akan prospek tim di Super League musim ini.

sulutnetwork.com – Transformasi Persebaya Surabaya menjadi salah satu kisah paling menarik di kancah sepak bola nasional belakangan ini. Dari tim yang diliputi ketidakpastian dan inkonsistensi, kini mereka menjelma menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan. Kedatangan Bernardo Tavares di kursi kepelatihan terbukti menjadi katalisator perubahan, membawa dampak instan yang tercermin dari rentetan hasil positif. Kemenangan demi kemenangan yang diraih Persebaya bukan sekadar angka di papan skor, melainkan refleksi dari perubahan fundamental dalam strategi, mentalitas, dan semangat juang para pemain. Kebangkitan ini tidak hanya dirasakan di lapangan, namun juga menular ke tribun penonton, menghidupkan kembali gairah dan harapan yang sempat meredup.

Sebelum era Tavares, Persebaya menghadapi periode yang menantang dan jauh dari ekspektasi. Statistik mencatat, Bajul Ijo hanya mampu mengemas lima kemenangan, tujuh hasil imbang, dan menelan tiga kekalahan dari sejumlah pertandingan di awal musim. Angka-angka ini menggambarkan sebuah tim yang kesulitan menemukan ritme, konsistensi, dan identitas permainan. Persebaya kerap kesulitan untuk mencetak gol meskipun mendominasi penguasaan bola, sementara lini pertahanan terkadang rapuh di momen-momen krusial. Tekanan pun tak terhindarkan membayangi skuad, terutama setelah beberapa hasil minor yang membuat mereka tertahan di papan tengah klasemen sementara. Situasi ini memicu desakan dari berbagai pihak untuk melakukan perubahan, demi menyelamatkan musim yang berpotensi berakhir antiklimaks.

Kondisi tersebut akhirnya berujung pada keputusan manajemen untuk melakukan pergantian pelatih. Eduardo Perez, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih kepala, harus lengser dari posisinya setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan. Dalam masa transisi pencarian pelatih baru yang ideal, Uston Nawawi sempat dipercaya untuk mengemban tugas sebagai caretaker tim. Uston, dengan pengalamannya yang mumpuni di lingkungan Persebaya, berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga stabilitas tim dan semangat para pemain. Namun, kebutuhan akan sosok pelatih definitif dengan visi jangka panjang menjadi prioritas utama. Setelah melalui proses seleksi yang cermat, nama Bernardo Tavares akhirnya diumumkan sebagai nahkoda baru Persebaya pada akhir Desember 2025. Tavares kemudian mulai aktif menangani tim dan memimpin sesi latihan perdana pada awal Januari 2026, membawa harapan baru bagi segenap elemen klub.

Bernardo Tavares bukanlah nama asing di persepakbolaan Indonesia. Reputasinya sebagai pelatih yang mampu membangun tim dengan karakter kuat dan disiplin tinggi telah terbukti sukses bersama klub sebelumnya. Kedatangannya ke Persebaya disambut dengan antusiasme sekaligus ekspektasi tinggi. Ia dikenal sebagai pelatih yang mengedepankan taktik, disiplin, dan etos kerja keras. Filosofi permainannya seringkali melibatkan pressing tinggi, transisi cepat, dan organisasi pertahanan yang kokoh. Dalam waktu singkat, Tavares harus mampu mengadaptasikan filosofi tersebut dengan karakter para pemain Persebaya, sekaligus memulihkan mentalitas juara yang sempat luntur. Tantangan pertamanya pun tidak main-main, langsung berhadapan dengan salah satu rival abadi mereka.

Derbi Jawa Timur melawan Madura United menjadi ujian perdana yang harus dilalui Bernardo Tavares bersama Persebaya. Pertandingan sarat gengsi ini selalu menyajikan tensi tinggi dan drama di lapangan. Di bawah asuhan Tavares, Persebaya menunjukkan semangat juang yang berbeda. Meskipun hanya meraih kemenangan tipis 1-0, hasil tersebut sangat krusial. Kemenangan di laga derbi memberikan suntikan moral yang luar biasa, tidak hanya bagi para pemain tetapi juga bagi seluruh staf dan pendukung. Kemenangan ini membuktikan bahwa sentuhan Tavares mulai memberikan efek positif, terutama dalam hal organisasi pertahanan dan efektivitas serangan. Memulai era baru dengan kemenangan di laga penting adalah awal yang sempurna dan membangun momentum yang dibutuhkan.

Setelah berhasil melewati rintangan derbi, Persebaya kembali dihadapkan pada lawan yang tangguh, yakni Malut United. Tim promosi ini memiliki rekor yang mengesankan, dengan catatan tanpa kekalahan dalam 11 pertandingan sebelumnya. Menghadapi tim yang sedang dalam performa puncak tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persebaya dan Tavares. Namun, Bajul Ijo sekali lagi menunjukkan mental baja mereka. Dengan strategi yang matang dan semangat pantang menyerah, Persebaya berhasil menaklukkan Malut United dengan skor tipis 2-1. Kemenangan ini tidak hanya menambah poin krusial, tetapi juga mengakhiri rekor fantastis Malut United, sekaligus menegaskan bahwa Persebaya di bawah Tavares adalah tim yang patut diwaspadai dan mampu menghadapi tekanan dari tim manapun.

Puncak dari rentetan kemenangan ini terjadi saat Persebaya melumat PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (25/1/2026). Persebaya tampil dominan dan berhasil meraih kemenangan telak 3-0. Kemenangan ini terbilang sangat impresif mengingat PSIM Yogyakarta adalah tim yang memiliki rekor solid di kandang, dengan hanya menelan satu kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir mereka. Hasil 3-0 ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas serangan Persebaya, kemampuan mereka untuk mengonversi peluang, serta solidnya lini pertahanan yang berhasil menjaga gawang tetap perawan. Ini adalah demonstrasi kekuatan yang jelas, mengindikasikan bahwa filosofi Tavares mulai terinternalisasi dengan baik di dalam skuad Bajul Ijo.

Rentetan hasil positif ini secara langsung berdampak pada posisi Persebaya di klasemen Super League. Dari sebelumnya yang berkutat di papan tengah, kini Bajul Ijo berhasil merangkak naik ke peringkat ke-7 dengan koleksi 17 poin. Peningkatan posisi ini memberikan ruang gerak yang lebih baik bagi Persebaya untuk menatap sisa musim. Jarak poin dengan tim-tim di papan atas pun mulai terpangkas, membuka peluang bagi Persebaya untuk bersaing memperebutkan posisi yang lebih prestisius di akhir musim. Momentum ini sangat penting untuk dijaga, agar Persebaya dapat terus merangkai hasil positif dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Meskipun sedang dalam tren positif, Bernardo Tavares tetap menunjukkan sikap rendah hati dan profesional. Usai laga melawan PSIM Yogyakarta, ia menyampaikan pesan yang bijak, "Kami harus rendah hati, karena ketika kita menang, bukan berarti semuanya baik, ketika kita kalah, bukan berarti semuanya buruk." Pernyataan ini mencerminkan mentalitas seorang pelatih yang tidak mudah terlena dengan euforia kemenangan, namun tetap fokus pada evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Tavares memahami bahwa perjalanan musim masih panjang dan tantangan akan selalu ada. Sikap rendah hati ini juga diharapkan menular kepada para pemain, agar mereka tidak cepat puas dan terus menjaga konsentrasi serta kerja keras di setiap pertandingan.

Berikut adalah detail tiga kemenangan beruntun Persebaya Surabaya di bawah asuhan Bernardo Tavares:

No Lawan Skor
1 Madura United 1-0
2 Malut United 2-1
3 PSIM Yogyakarta 3-0

Melihat performa impresif ini, Persebaya Surabaya kini menatap laga berikutnya dengan penuh optimisme. Pada pekan ke-19 Super League, Bajul Ijo akan menjamu Dewa United. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 Februari, di markas kebanggaan mereka, Gelora Bung Tomo, Surabaya. Bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh dari Bonek tentu akan menjadi motivasi tambahan bagi Persebaya untuk melanjutkan tren kemenangan. Laga melawan Dewa United akan menjadi ujian selanjutnya bagi Tavares dan anak asuhnya untuk membuktikan konsistensi dan kemampuan mereka dalam bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Keberhasilan menjaga momentum positif ini akan menjadi kunci bagi Persebaya untuk mencapai ambisi mereka di musim ini.