Erling Haaland masih kokoh di puncak daftar top skor Liga Inggris musim 2025/2026 dengan koleksi 20 gol, mempertahankan keunggulan signifikan meskipun sedang melewati periode puasa gol yang tidak biasa bagi striker sekaliber dirinya. Bintang Manchester City ini memimpin empat gol di atas pesaing terdekat, Igor Thiago dari Brentford, menjadikan perburuan Sepatu Emas Premier League tetap menarik meski ada sedikit guncangan dalam performa golnya.
sulutnetwork.com – Sejak tanggal 7 Januari 2026, Haaland belum berhasil menambah pundi-pundi golnya di berbagai kompetisi. Total lima pertandingan telah dilalui tanpa satu pun gol, termasuk dua laga Premier League yang berakhir tanpa kontribusi skor darinya. Fenomena ini memicu berbagai spekulasi dan analisis di kalangan pengamat sepak bola, mengingat reputasi Haaland sebagai mesin gol yang hampir tak terhentikan. Paceklik gol ini, meskipun singkat, menjadi sorotan tajam karena sangat kontras dengan performa eksplosif yang telah ditunjukkannya sejak bergabung dengan Manchester City. Namun, keunggulan golnya yang masif di awal musim memberinya bantalan yang cukup untuk tetap berada di posisi teratas, setidaknya untuk saat ini.
Musim 2025/2026 ini diharapkan menjadi kelanjutan dominasi Haaland di liga paling kompetitif di dunia. Setelah memecahkan rekor gol dalam debutnya dan terus menjadi predator ulung di depan gawang, ekspektasi terhadapnya selalu tinggi. Koleksi 20 golnya hingga pertengahan musim adalah bukti nyata kapasitasnya, namun periode tanpa gol ini menyoroti tantangan yang mungkin dihadapi oleh setiap striker top, bahkan yang paling produktif sekalipun. Para penggemar dan staf pelatih Manchester City tentu berharap masa paceklik ini tidak berlangsung lama dan Haaland dapat segera menemukan kembali sentuhan magisnya untuk membantu tim meraih target-target musim ini, baik di liga domestik maupun kompetisi Eropa.
Di sisi lain, posisi Erling Haaland di puncak daftar pencetak gol terbanyak Liga Inggris masih aman karena pesaing terdekatnya, striker andalan Brentford, Igor Thiago, juga mengalami nasib serupa. Thiago, yang telah mengumpulkan 16 gol musim ini, belum berhasil menambah koleksinya sejak tanggal 7 Januari. Ini berarti kedua striker teratas di liga ini sama-sama menghadapi periode kering gol dalam dua pertandingan Premier League terakhir mereka. Kondisi ini secara tidak langsung membantu Haaland mempertahankan keunggulannya, meski performa pribadinya sedang menurun. Thiago sendiri telah menunjukkan performa yang sangat impresif bersama Brentford, menjadi motor serangan utama dan memberikan kontribusi krusial bagi timnya. Keberhasilannya menembus jajaran atas pencetak gol di Premier League adalah pencapaian signifikan, terutama mengingat profil klubnya. Konsistensi dalam mencetak gol menjadi kunci bagi Brentford untuk bersaing di papan tengah atau bahkan mengincar posisi Eropa, dan Thiago telah membuktikan dirinya mampu mengemban tugas tersebut sebelum paceklik gol ini.
Performa Igor Thiago patut mendapat apresiasi khusus. Sebagai striker dari tim yang mungkin tidak memiliki kedalaman skuad atau daya serang sekompleks Manchester City, 16 gol adalah torehan yang luar biasa. Kemampuannya dalam memanfaatkan peluang, kekuatan fisiknya, serta insting golnya telah menjadikannya salah satu penyerang paling berbahaya di liga. Paceklik gol yang dialaminya, sama seperti Haaland, bisa jadi merupakan bagian dari dinamika musim yang panjang dan melelahkan, di mana pemain akan menghadapi pasang surut performa. Namun, dengan jarak empat gol dari Haaland, Thiago masih memiliki peluang untuk menekan dan mungkin saja menyalip, jika ia bisa mengakhiri masa tanpa golnya lebih cepat dari striker Norwegia tersebut.
Sementara itu, Antoine Semenyo muncul sebagai nama menarik di urutan ketiga dengan 11 gol. Perjalanan Semenyo menjadi semakin sorotan karena ia telah resmi menjadi bagian dari Manchester City sejak jendela transfer Januari 2026, setelah sebelumnya membela Bournemouth. Kepindahannya ke salah satu klub raksasa Premier League ini menandai babak baru dalam kariernya dan juga menunjukkan bagaimana Manchester City terus memperkuat skuadnya dengan talenta-talenta menjanjikan. Semenyo tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat dampak instan. Gol perdananya bersama Manchester City di Premier League tercipta pada akhir pekan lalu, ketika tim barunya berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Wolverhampton Wanderers. Gol tersebut tidak hanya penting bagi Man City untuk mengamankan tiga poin, tetapi juga menjadi penanda adaptasi cepat Semenyo di lingkungan barunya.
Transfer Antoine Semenyo ke Manchester City di tengah musim adalah langkah strategis yang menarik dari kedua belah pihak. Bagi Semenyo, ini adalah kesempatan emas untuk bermain di level tertinggi, bersaing memperebutkan gelar, dan mengembangkan kemampuannya bersama pemain-pemain kelas dunia. Bagi Manchester City, kedatangan Semenyo menambah kedalaman lini serang, memberikan opsi tambahan bagi pelatih Pep Guardiola, terutama di tengah potensi kelelahan atau cedera pemain kunci seperti Haaland. Kemampuan Semenyo untuk mencetak gol dari posisi yang berbeda dan adaptasinya yang cepat adalah nilai plus yang sangat berharga. Dengan 11 gol, meskipun tertinggal cukup jauh dari Haaland dan Thiago, Semenyo menunjukkan bahwa ia memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Kepindahannya juga berarti bahwa dua dari tiga pencetak gol terbanyak liga kini berada di Manchester City, sebuah gambaran betapa kuatnya kekuatan menyerang The Citizens.
Di luar tiga besar, persaingan untuk menjadi pencetak gol terbanyak musim ini juga menampilkan sejumlah nama familiar dan beberapa kejutan. Daftar tersebut menunjukkan bagaimana Premier League tetap menjadi ajang yang penuh dengan talenta menyerang dari berbagai klub. Dominic Calvert-Lewin dari Leeds United menempati posisi keempat dengan 9 gol. Kehadiran Calvert-Lewin di daftar ini mengindikasikan musim yang relatif baik baginya dan Leeds, yang mungkin sedang berjuang untuk mengamankan posisi di papan tengah atau bahkan mengincar zona Eropa. Kemampuannya dalam duel udara dan penyelesaian akhir menjadikannya ancaman konstan di kotak penalti lawan.
Selanjutnya, ada enam pemain yang sama-sama mengoleksi 8 gol, menunjukkan betapa ketatnya persaingan di bawah posisi tiga besar. Mereka adalah Hugo Ekitike dari Liverpool, Bruno Guimaraes dari Newcastle United, Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace, Joao Pedro dari Chelsea, Ollie Watkins dari Aston Villa, Danny Welbeck dari Brighton & Hove Albion, dan Harry Wilson dari Fulham. Keterwakilan berbagai klub dalam daftar ini mencerminkan distribusi kualitas penyerangan di seluruh liga.
Hugo Ekitike, yang membela Liverpool, dengan 8 golnya, menunjukkan kontribusinya bagi tim Merseyside. Kedatangannya ke Anfield, jika ini adalah musim pertamanya, tampaknya memberikan dampak positif bagi lini serang Liverpool yang selalu membutuhkan penyegaran dan opsi baru. Bruno Guimaraes, gelandang serang dari Newcastle United, dengan 8 golnya menunjukkan kemampuannya tidak hanya sebagai motor serangan dari lini tengah tetapi juga sebagai pencetak gol yang efektif. Kontribusinya sangat penting bagi ambisi Newcastle untuk bersaing di papan atas.
Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace dengan 8 gol membuktikan dirinya sebagai penyerang yang bisa diandalkan, meskipun bermain untuk tim yang mungkin lebih banyak mengandalkan serangan balik. Gol-golnya krusial untuk menjaga Crystal Palace tetap kompetitif. Joao Pedro dari Chelsea juga dengan 8 gol, mencerminkan perannya yang semakin penting di Stamford Bridge. Chelsea, yang seringkali memiliki skuad bertabur bintang, akan sangat mengandalkan kontribusi gol dari pemain seperti Pedro untuk meraih kesuksesan.
Ollie Watkins dari Aston Villa, yang sudah dikenal sebagai salah satu penyerang tajam di Premier League, kembali menunjukkan kualitasnya dengan 8 gol. Konsistensinya adalah aset berharga bagi Aston Villa dalam upaya mereka untuk bersaing di level Eropa. Danny Welbeck dari Brighton & Hove Albion, meskipun mungkin tidak selalu menjadi starter reguler, masih mampu menyumbangkan 8 gol, menunjukkan insting golnya yang tidak pudar dan pentingnya perannya sebagai pemain berpengalaman. Terakhir, Harry Wilson dari Fulham, dengan 8 gol, memberikan kontribusi signifikan bagi timnya, seringkali melalui tendangan bebas atau penyelesaian akhir yang cerdik.
Secara keseluruhan, daftar top skor Liga Inggris 2025/2026 menghadirkan narasi yang menarik. Dominasi awal Erling Haaland yang kemudian diuji oleh periode tanpa gol, munculnya Igor Thiago sebagai pesaing serius dari tim non-tradisional, dan transfer Antoine Semenyo yang langsung memberikan dampak di Manchester City, semuanya menambah dinamika perburuan Sepatu Emas. Dengan masih banyaknya pertandingan yang akan dimainkan, ada peluang bagi para pemain di bawah untuk mengejar atau bahkan menyalip, tergantung pada bagaimana mereka mengatasi tekanan dan menemukan konsistensi di sisa musim ini. Persaingan di Premier League selalu intens, dan perburuan gelar top skor adalah salah satu aspek yang paling menarik untuk diikuti setiap musimnya.




