Pertarungan sengit antara dua raksasa Liga Inggris, Arsenal dan Manchester United, di Emirates Stadium pada Minggu, 25 Januari 2026, menyuguhkan drama menegangkan yang berakhir imbang 1-1 pada babak pertama. Tim tuan rumah, Arsenal, sempat unggul lebih dulu melalui gol bunuh diri yang tidak disengaja oleh bek Manchester United, Lisandro Martinez, di menit ke-29. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Bryan Mbuemo berhasil menyamakan kedudukan bagi Setan Merah, memanfaatkan kesalahan fatal di lini pertahanan Arsenal. Hasil imbang ini mencerminkan intensitas tinggi dan pertarungan taktik yang ketat antara kedua tim dalam lanjutan kompetisi paling bergengsi di tanah Inggris.
sulutnetwork.com – Laga ini telah dinanti-nantikan oleh jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia, mengingat rivalitas panjang dan sejarah pertemuan yang selalu penuh gejolak antara Arsenal dan Manchester United. Keduanya memasuki pertandingan dengan ambisi besar untuk mengamankan poin penuh demi memperbaiki atau mempertahankan posisi di papan atas klasemen Liga Inggris musim 2025/2026. Emirates Stadium, markas The Gunners, dipenuhi oleh sorak sorai dan nyanyian suporter yang memadati setiap sudut stadion, menciptakan atmosfer elektrik yang menjadi ciri khas derby klasik ini. Cuaca cerah di London menambah semaraknya jalannya pertandingan, menjanjikan tontonan sepak bola berkualitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan.
Sejak awal babak pertama, Arsenal langsung mengambil inisiatif serangan, menunjukkan dominasi mereka di kandang sendiri. Dengan dukungan penuh dari para pendukungnya, pasukan Meriam London mencoba menggebrak pertahanan Manchester United dengan umpan-umpan pendek cepat dan pergerakan tanpa bola yang dinamis. Gelandang-gelandang kreatif seperti Martin Odegaard dan Declan Rice menjadi motor serangan, mencoba membongkar blok pertahanan Setan Merah yang terkenal kokoh. Pemain sayap lincah seperti Bukayo Saka di sisi kanan dan Leandro Trossard di sisi kiri (atau Gabriel Jesus yang juga bisa bergerak melebar) terus-menerus mencari celah untuk melepaskan umpan silang atau menusuk ke dalam kotak penalti.
Manchester United, di bawah arahan pelatih mereka, tidak gentar menghadapi tekanan awal dari tuan rumah. Mereka memilih untuk bermain lebih disiplin dan terorganisir di lini pertahanan, membangun blok tengah yang solid untuk meredam gelombang serangan Arsenal. Duet bek tengah Harry Maguire dan Lisandro Martinez tampil sigap dalam menghalau setiap ancaman yang datang, sementara Casemiro dan Kobbie Mainoo bekerja keras di lini tengah untuk memutus aliran bola Arsenal dan melindungi barisan pertahanan. Strategi ini terbukti cukup efektif, membuat Arsenal kesulitan menciptakan peluang emas meskipun memegang kendali penuh atas penguasaan bola di awal-awal pertandingan. Pertarungan taktik di lini tengah menjadi sangat krusial, di mana setiap perebutan bola menjadi indikator intensitas laga.
Pada menit ke-15, Arsenal mulai menemukan celah pertama yang cukup menjanjikan. Bukayo Saka, dengan kecepatan dan dribelnya yang khas, berhasil mendapatkan ruang di sisi kanan kotak penalti setelah melakukan penetrasi apik. Ia kemudian melepaskan umpan tarik mendatar yang akurat ke arah tengah. Declan Rice, yang merangsek maju dari lini tengah, menyambar bola dengan tembakan keras. Namun, upaya Rice tersebut berhasil digagalkan oleh Lisandro Martinez yang dengan sigap melakukan blok krusial, menunjukkan insting defensifnya yang tinggi. Bola pantulan pun berhasil diamankan oleh pertahanan United, menggagalkan peluang awal Arsenal untuk memecah kebuntuan. Momen ini menjadi peringatan bagi United akan ancaman konstan dari sayap Arsenal.
Empat menit berselang, pada menit ke-19, Arsenal kembali menciptakan peluang emas yang hampir mengubah kedudukan. Kali ini, sebuah tendangan bebas yang dieksekusi dengan cerdik oleh Declan Rice dari posisi strategis di dekat kotak penalti, berhasil disambut dengan sundulan keras oleh Martin Zubimendi. Pemain yang tampil di lini tengah Arsenal ini menanduk bola dengan kekuatan dan akurasi, mengarahkannya ke sudut gawang. Namun, penjaga gawang Manchester United, Sanne Lammens, menunjukkan refleks luar biasa. Kiper muda tersebut dengan gemilang mampu menepis sundulan Zubimendi, mencegah bola masuk ke gawangnya dan menjaga skor tetap 0-0. Penyelamatan heroik Lammens ini sontak disambut tepuk tangan meriah dari para pendukung Setan Merah.
Meskipun peluang-peluang tersebut belum membuahkan hasil, Arsenal tidak mengendurkan serangannya. Mereka terus mengurung lini pertahanan Manchester United, menggempur dari berbagai sisi dengan kombinasi umpan dan pergerakan tanpa henti. Tekanan yang konsisten ini akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-29. Bukayo Saka kembali menjadi kreator utama. Setelah menerima bola di sisi kanan kotak penalti, ia sekali lagi melepaskan umpan tarik yang presisi ke jantung pertahanan United. Kali ini, bola berhasil disambar oleh kapten tim, Martin Odegaard, yang melepaskan tembakan mengarah ke gawang. Bola tembakan Odegaard, yang tampaknya akan masuk, membentur kaki Lisandro Martinez dan berbelok arah secara tak terduga, mengecoh kiper Sanne Lammens. Bola pun bergulir masuk ke gawang Manchester United, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Arsenal. Gol ini resmi dicatat sebagai gol bunuh diri Lisandro Martinez, sebuah pukulan telak bagi United.
Setelah tertinggal satu gol, Manchester United berusaha merespon dengan cepat. Mereka mulai meningkatkan intensitas serangan dan mencoba membangun pergerakan yang lebih agresif. Dua menit setelah gol Arsenal, tepatnya pada menit ke-31, Setan Merah hampir saja menyamakan kedudukan. Bryan Mbuemo, yang tampil menonjol di lini depan United, mengawali sebuah serangan balik cepat yang berbahaya. Dengan visi dan kecepatannya, Mbuemo berhasil menyodorkan bola ke Bruno Fernandes yang berada dalam posisi menjanjikan di dalam kotak penalti. Gelandang serang asal Portugal itu melepaskan tembakan, namun sayangnya masih melebar tipis dari sasaran. Peluang ini menunjukkan bahwa United memiliki kemampuan untuk menyerang balik dan menciptakan ancaman serius.
Bruno Fernandes kembali menjadi pusat perhatian tak lama setelah itu. Ia berhasil mencuri peluang saat muncul secara tak terduga dari belakang, memanfaatkan kelengahan sesaat di lini pertahanan Arsenal. Namun, bek tengah Arsenal, William Saliba, dengan sigap bereaksi. Pemain bertahan asal Prancis itu melakukan tekel krusial pada saat yang tepat, mengganggu Bruno Fernandes sehingga sambaran bolanya tidak sempurna. Upaya Bruno pun gagal membuahkan hasil, dan Arsenal berhasil mempertahankan keunggulan tipis mereka. Momen-momen ini menunjukkan bahwa pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi dan kedua tim saling berbalas serangan.
Namun, drama di babak pertama belum berakhir. Pada menit ke-40, sebuah kesalahan fatal di lini tengah Arsenal justru menjadi bumerang bagi mereka. Martin Zubimendi, yang sebelumnya tampil cukup baik, melakukan umpan backpass yang ceroboh dan tidak akurat. Bola yang seharusnya mengarah ke rekan setimnya, justru mengarah langsung ke Bryan Mbuemo yang berdiri bebas dan tidak terkawal di area berbahaya. Mbuemo, dengan ketenangannya yang luar biasa, berhasil mengecoh kiper Arsenal, David Raya, yang mencoba maju untuk menutup ruang. Setelah melewati Raya, Mbuemo dengan mudah melepaskan sepakan mendatar ke gawang Arsenal yang sudah kosong. Gol ini sontak membuat skor berubah menjadi 1-1. Kesalahan individual ini membatalkan keunggulan Arsenal dan memberikan momentum kembali kepada Manchester United menjelang akhir babak pertama.
Pertandingan kembali memanas setelah gol penyama kedudukan dari Mbuemo. Kedua tim berusaha keras untuk mencetak gol tambahan sebelum peluit turun minum dibunyikan. Arsenal mencoba untuk kembali menekan, mencari celah di pertahanan United yang kini semakin percaya diri. Sementara itu, Manchester United tampak lebih berhati-hati, menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Pertarungan di lini tengah semakin sengit, dengan Casemiro dan Mainoo berhadapan langsung dengan Rice dan Odegaard, masing-masing berusaha mendominasi area sentral lapangan. Fisik dan mentalitas pemain diuji dalam setiap perebutan bola.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama, skor imbang 1-1 tetap bertahan. Drama gol bunuh diri Lisandro Martinez yang memberikan keunggulan kepada Arsenal, dan kemudian gol balasan dari Bryan Mbuemo yang memanfaatkan kesalahan Martin Zubimendi, menjadi sorotan utama di 45 menit pertama. Kedua tim menunjukkan kekuatan dan kelemahan masing-masing. Arsenal dengan dominasi penguasaan bola dan serangan yang terorganisir, sementara Manchester United dengan pertahanan yang solid dan kemampuan serangan balik yang mematikan. Babak kedua diprediksi akan berjalan lebih sengit, mengingat kedua tim memiliki motivasi tinggi untuk meraih kemenangan di laga krusial ini.
Susunan Pemain Kedua Tim:
Arsenal:
Penjaga Gawang: David Raya
Lini Pertahanan: Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie
Lini Tengah: Martin Odegaard (Kapten), Martin Zubimendi, Declan Rice
Lini Depan: Bukayo Saka, Gabriel Jesus, Leandro Trossard
Manchester United:
Penjaga Gawang: Sanne Lammens
Lini Pertahanan: Diogo Dalot, Harry Maguire, Lisandro Martinez, Luke Shaw
Lini Tengah: Casemiro, Kobbie Mainoo, Amad Diallo
Lini Depan: Bruno Fernandes (Kapten), Dorgu, Bryan Mbuemo
Perubahan susunan pemain yang terlihat, seperti kehadiran Piero Hincapie di lini belakang Arsenal dan Martin Zubimendi di lini tengah, menunjukkan kedalaman skuad dan mungkin strategi adaptif dari pelatih Arsenal. Di sisi Manchester United, masuknya Sanne Lammens sebagai penjaga gawang, serta Bryan Mbuemo dan Dorgu di lini depan, mengindikasikan pergeseran taktik atau adaptasi terhadap formasi yang diterapkan oleh lawan. Dengan pemain-pemain kunci di kedua sisi lapangan, babak kedua diharapkan akan menyajikan lebih banyak drama dan momen-momen krusial yang dapat menentukan hasil akhir pertandingan klasik ini. Pertandingan ini bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang gengsi dan dominasi di Liga Inggris.




