Sulutnetwork.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakselerasi penanganan darurat pascabanjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya penanganan ini dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi, sejalan dengan kunjungan langsung Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan percepatan pemulihan.
Fokus penanganan darurat mencakup evakuasi korban, distribusi logistik, pemulihan infrastruktur vital termasuk listrik dan akses jalan—hingga penyusunan rencana rehabilitasi serta rekonstruksi jangka panjang.
Dalam fase darurat, BNPB menekankan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas, terutama di wilayah yang masih terisolir.
Per 7 Desember 2025, buffer stock logistik tercatat aman di dua lokasi utama:
1. *Lanud SIM Aceh*
* Logistik masuk: **270,5 ton**
* Telah disalurkan: *166,8 ton*
* Buffer stock: **103,7 ton**
2. *Bandara Internasional Minangkabau, Sumbar*
* Logistik masuk: *122,92 ton*
* Telah disalurkan: *98,8 ton*
* Buffer stock: *24,12 ton*
Jenis logistik yang didistribusikan meliputi pangan–minuman, selimut, tenda, matras, perlengkapan kesehatan, hingga alat penerangan seperti genset.
Untuk memastikan komunikasi antartim tetap lancar, BNPB menggelar Starlink, VSAT Satelit Satria, serta akses WiFi publik di berbagai titik pengungsian. Infrastruktur ini juga dipantau langsung oleh Presiden dalam kunjungannya.
Pemulihan infrastruktur menjadi tantangan terbesar.
Di Aceh, meski *81% wilayah telah kembali terang*, kerusakan mencapai *2.143 tiang listrik* dan *100 gardu*.
PLN mengerahkan *1.347 personel* dengan target *listrik pulih 100% pada 8 Desember 2025 pukul 12.00 WIB*, sesuai arahan Presiden Prabowo yang menekankan percepatan pemulihan layanan publik.
Di Sumatera Utara, wilayah yang sebelumnya terisolir Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan telah berhasil memperoleh distribusi logistik. Enam desa di dua kecamatan Taput dan satu desa di Humbahas kini terakses kembali.
*Kerugian Besar, Pemerintah Siapkan Langkah Rehabilitasi*
BNPB merilis data kerusakan per 7 Desember 2025:
*Aceh*
* Total rumah rusak: *37.546 unit*
* 17.408 Rusak Berat
* 6.082 Rusak Sedang
* 14.056 Rusak Ringan
* Kebutuhan pemulihan sektor perumahan: *Rp 1,43 triliun*
* Infrastruktur:
* 318 titik jembatan
* 450 titik jalan
* Kebutuhan pemulihan: *Rp 3,78 triliun*
*Sumatera Utara*
* Kebutuhan pemulihan perumahan: *Rp 227,71 miliar*, dengan 2.492 unit Rusak Berat.
Total estimasi pemulihan tiga provinsi menurut Kementerian PUPR mencapai Rp 51,82 triliun.
Untuk mempercepat pembangunan dan relokasi, BNPB mengusulkan penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) merujuk pada skema percepatan pemulihan pada:
* Gempabumi NTB 2018
* Gempabumi, Tsunami, dan Likuefaksi Sulawesi Tengah 2018
Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dan diprioritaskan untuk masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana.




