Site icon Sulut Network

Persib Bandung Kampiun Super League 2025/2026, Michael Essien Turut Beri Selamat atas Dominasi Sejarah

Bandung – Persib Bandung telah mengukir sejarah baru dalam kancah sepak bola nasional dengan berhasil merengkuh gelar juara BRI Super League musim 2025/2026. Prestasi gemilang ini semakin istimewa dengan hadirnya ucapan selamat dari legenda sepak bola dunia sekaligus mantan pemain Chelsea, Michael Essien, yang pernah membela panji Maung Bandung. Keberhasilan Persib ini tidak hanya menandai dominasi mereka dalam beberapa musim terakhir, tetapi juga menempatkan mereka sebagai klub tersukses di era profesional Liga Indonesia.

sulutnetwork.com – Kemenangan bersejarah ini dipastikan setelah Persib Bandung bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara dalam laga penentu yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 23 Mei 2026. Hasil seri tersebut sudah cukup bagi skuad asuhan Bojan Hodak untuk mengamankan posisi puncak klasemen, meskipun mereka memiliki poin yang sama dengan tim runner-up, Borneo FC. Keunggulan Persib dalam perhitungan head-to-head menjadi faktor krusial yang mengantarkan mereka pada podium juara, memicu euforia tak terbendung di kalangan Bobotoh, suporter setia klub kebanggaan Jawa Barat ini.

Momen penentuan gelar juara di GBLA berlangsung dalam atmosfer yang sarat emosi dan ketegangan. Puluhan ribu Bobotoh memadati setiap sudut stadion, menciptakan lautan biru yang bergemuruh sepanjang 90 menit pertandingan. Meskipun Persib gagal mencetak gol ke gawang Persijap, penampilan solid di lini pertahanan memastikan gawang mereka tetap perawan. Strategi bermain aman namun efektif yang diterapkan oleh pelatih Bojan Hodak terbukti berhasil, mengingat satu poin adalah target minimal yang dibutuhkan untuk mengunci gelar. Persijap, yang bermain tanpa beban, mampu memberikan perlawanan yang cukup merepotkan, namun tidak cukup untuk menggagalkan pesta juara tuan rumah.

Laga tersebut menjadi penutup dari sebuah musim yang panjang dan penuh tantangan. Perjalanan Persib menuju gelar juara Super League 2025/2026 diwarnai dengan konsistensi luar biasa dan mental juara yang teruji. Mereka harus bersaing ketat dengan beberapa tim papan atas, termasuk Borneo FC yang terus membayangi hingga pekan terakhir. Borneo FC sendiri berhasil memenangkan pertandingan terakhir mereka, sehingga selisih gol dan poin menjadi sangat tipis. Namun, regulasi head-to-head yang menguntungkan Persib menjadi penentu mutlak, sebuah skenario yang menunjukkan betapa krusialnya setiap hasil pertandingan sepanjang musim.

Bagi Bojan Hodak, gelar ini merupakan puncak dari kerja keras dan dedikasinya dalam meracik strategi tim. Pelatih asal Kroasia ini berhasil membangun skuad yang tidak hanya tangguh secara taktik, tetapi juga memiliki kedalaman dan semangat juang yang tinggi. Keputusannya untuk merotasi pemain secara bijak, adaptasi taktik terhadap lawan yang berbeda, serta kemampuan memotivasi para pemain di momen-momen krusial, menjadi kunci sukses Persib di musim ini. Hodak telah membuktikan dirinya sebagai salah satu arsitek terbaik di kancah sepak bola Indonesia, mengantarkan Persib meraih kejayaan yang berkelanjutan.

Gelar BRI Super League 2025/2026 ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi Persib Bandung. Ini merupakan trofi liga ketiga yang berhasil mereka raih secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern sepak bola Indonesia. Lebih menakjubkan lagi, ketiga gelar tersebut didapatkan dalam tiga format kompetisi yang berbeda: Liga 1 pada musim sebelumnya, kemudian Championship Series, dan kini Super League. Adaptabilitas Persib terhadap perubahan format kompetisi menunjukkan kematangan dan profesionalisme klub dalam mengelola tim di berbagai kondisi.

Pada musim 2023/2024, Persib Bandung berhasil menjuarai Liga 1 dalam format reguler yang diikuti oleh semua tim dalam satu tabel klasemen. Kemudian, pada musim 2024/2025, kompetisi bertransformasi menjadi Championship Series, di mana empat tim teratas di babak reguler akan bertarung dalam babak gugur untuk memperebutkan gelar juara. Persib kembali menunjukkan dominasinya dengan memenangkan format ini. Kini, dengan format Super League yang diperkenalkan pada musim 2025/2026, yang mungkin melibatkan struktur liga yang lebih elit atau sistem promosi-degradasi yang berbeda, Persib tetap menjadi yang terdepan, menegaskan status mereka sebagai raja kompetisi di Indonesia.

Tidak hanya mencetak rekor tiga gelar beruntun, Persib Bandung juga menahbiskan diri sebagai tim tersukses di era profesional Liga Indonesia sejak dimulai pada tahun 1994. Dengan total lima gelar juara liga, Maung Bandung kini melewati catatan Persipura Jayapura yang sebelumnya memegang rekor dengan empat gelar. Prestasi ini merupakan buah dari perjalanan panjang klub, yang telah melalui berbagai pasang surut, namun selalu didukung oleh basis suporter yang fanatik dan manajemen yang visioner. Gelar-gelar sebelumnya termasuk Liga Indonesia musim 1994/1995 dan Liga 1 musim 2014, yang semuanya berkontribusi pada total lima mahkota juara yang kini mereka miliki.

Kabar kemenangan Persib ini sontak membanjiri lini masa media sosial, dengan ucapan selamat yang datang dari berbagai kalangan. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah dari Michael Essien, mantan gelandang bertahan kelas dunia yang pernah memperkuat Persib. Melalui akun X (sebelumnya Twitter) pribadinya, Essien mengunggah foto skuad Persib yang sedang merayakan dengan lima trofi juara, disertai dengan pesan singkat namun penuh makna. "Selamat untuk Persib. Selamat memenangkan liga lagi," tulis Essien dalam bahasa Inggris, menambahkan tagar #bobotoh, #bandung, dan #Indonesia, menunjukkan bahwa ia masih mengikuti perkembangan mantan klubnya.

Ucapan dari Essien ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah bentuk pengakuan dari seorang bintang global terhadap pencapaian Persib. Michael Essien memiliki sejarah yang cukup signifikan dengan Persib Bandung, meskipun singkat. Ia bergabung dengan Maung Bandung pada tahun 2017 sebagai salah satu transfer paling mengejutkan dalam sejarah Liga Indonesia. Kedatangan Essien, yang saat itu masih berusia 34 tahun, menciptakan kegemparan besar dan menarik perhatian media internasional terhadap sepak bola Indonesia. Ia tiba dengan reputasi mentereng sebagai gelandang tangguh yang pernah meraih berbagai gelar bergengsi di Eropa.

Sebelum bergabung dengan Persib, Essien adalah nama besar di kancah sepak bola Eropa. Ia dikenal luas berkat kiprahnya bersama Chelsea, di mana ia menjadi salah satu pilar utama di lini tengah. Bersama The Blues, Essien berhasil meraih dua gelar Premier League, empat Piala FA, satu Piala Liga, dan puncaknya adalah trofi Liga Champions UEFA pada musim 2011/2012. Ia juga sempat memperkuat klub-klub top Eropa lainnya seperti Real Madrid dan AC Milan, menjadikannya salah satu gelandang paling dihormati di generasinya. Pengalamannya bermain di level tertinggi dunia membawa ekspektasi besar saat ia memutuskan untuk berpetualang di Indonesia.

Selama periode 2017 hingga 2018, Essien tercatat bermain sebanyak 30 kali untuk Persib di semua kompetisi. Ia berhasil menyumbangkan 5 gol dan 1 assist, menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang box-to-box yang memiliki kemampuan mencetak gol. Kehadirannya di lapangan memberikan dampak positif, baik dari segi permainan maupun mental tim. Namun, meskipun membawa aura bintang dan pengalaman yang tak ternilai, Essien gagal menghadirkan trofi juara dalam petualangannya di Bandung. Ia menjadi saksi dari perjuangan Persib di musim-musim yang penuh tantangan, namun tidak sempat merasakan manisnya mengangkat piala bersama Bobotoh.

Fakta bahwa Essien, yang tidak berhasil membawa Persib juara pada masanya, kini turut merayakan kesuksesan klub menunjukkan ikatan emosional yang kuat antara dirinya dengan Maung Bandung dan para penggemarnya. Ini juga menegaskan bahwa sepak bola Indonesia, khususnya klub-klub besar seperti Persib, memiliki daya tarik yang mampu menjalin koneksi jangka panjang bahkan dengan pemain kelas dunia sekalipun. Dukungan dari Essien secara tidak langsung turut mengangkat citra dan pengakuan terhadap kualitas kompetisi serta klub-klub di Indonesia.

Pencapaian Persib Bandung di Super League 2025/2026 ini bukan hanya sekadar gelar juara, melainkan sebuah penegasan dominasi yang akan dikenang dalam sejarah. Ini menjadi inspirasi bagi klub-klub lain di Indonesia untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas. Bagi Bobotoh, gelar ini adalah hadiah atas kesetiaan dan dukungan tanpa henti mereka, yang selalu menjadi ‘pemain ke-12’ bagi tim. Dengan raihan ini, Persib Bandung kini menatap tantangan yang lebih besar, kemungkinan besar akan mewakili Indonesia di kompetisi antarklub Asia, di mana mereka diharapkan dapat berbicara banyak dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Exit mobile version