Site icon Sulut Network

Barcelona Gagal Capai 100 Poin Setelah Takluk dari Alaves Meski Sudah Kunci Gelar LaLiga

Musim 2025/2026 yang penuh gemilang bagi Barcelona di kancah LaLiga harus diwarnai dengan sedikit noda setelah mereka menelan kekalahan tipis 0-1 dari Deportivo Alaves. Kekalahan ini terjadi di Estadio de Mendizorroza pada Kamis (14/5/2026) dini hari WIB, hanya beberapa waktu setelah Blaugrana secara resmi mengunci gelar juara liga domestik. Hasil minor ini sekaligus mengubur ambisi Barcelona untuk menutup musim dengan raihan sempurna 100 poin, sebuah capaian prestisius yang menjadi incaran pelatih Hansi Flick dan para punggawa tim.

sulutnetwork.com – Pertandingan pekan ke-36 LaLiga tersebut menjadi penanda berakhirnya rentetan 11 kemenangan beruntun Barcelona di liga, sebuah rekor impresif yang telah mereka bangun sejak kekalahan terakhir pada 16 Februari dari Girona dengan skor 1-2. Meskipun gelar juara sudah dalam genggaman, kekalahan dari Alaves ini menunjukkan bahwa tidak ada pertandingan mudah di LaLiga, terutama ketika menghadapi tim yang berjuang mati-matian untuk bertahan di kasta tertinggi. Dengan 91 poin yang terkumpul dan menyisakan dua pertandingan, poin maksimal yang bisa diraih Barcelona kini hanya mencapai 97, menjadikan target 100 poin mustahil untuk dicapai.

Kekalahan di Mendizorroza itu terasa pahit, bukan karena mengancam posisi mereka di puncak klasemen, melainkan karena memupuskan peluang Barcelona untuk mengukir sejarah sebagai salah satu dari sedikit tim di LaLiga yang mampu mencapai batas magis 100 poin dalam semusim. Prestasi ini sebelumnya hanya pernah dicatatkan oleh Real Madrid pada musim 2011/2012 di bawah asuhan Jose Mourinho dan Barcelona sendiri pada musim 2012/2013 bersama Tito Vilanova. Angka 100 poin bukan sekadar catatan statistik, melainkan simbol dominasi absolut dan konsistensi luar biasa sepanjang kampanye liga yang panjang dan melelahkan.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, yang baru saja berhasil mempersembahkan gelar LaLiga di musim debutnya, tidak menyembunyikan kekecewaannya terkait kegagalan mencapai target 100 poin. Namun, Flick juga memahami konteks pertandingan dan keputusan strategis yang diambilnya. Dalam laga kontra Alaves, Flick melakukan sejumlah rotasi pemain, memberikan kesempatan kepada beberapa nama yang kurang mendapatkan menit bermain sepanjang musim. Ini adalah langkah yang umum dilakukan oleh tim yang sudah mengunci gelar, dengan tujuan menjaga kebugaran pemain kunci dan memberikan pengalaman berharga bagi anggota skuad lainnya.

"Kami ingin memberikan menit bermain kepada pemain yang tidak banyak tampil. Di babak pertama, kami memegang kendali permainan tapi itu bukan malam yang mudah. Mereka berjuang untuk bertahan (di LaLiga) dan ini wajar. Saya senang dengan apa yang saya lihat," ujar Flick, seperti dilansir Football Espana. Pernyataan ini mencerminkan apresiasinya terhadap perjuangan timnya, meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan. Flick menambahkan, "Kami maunya menang dan mencapai 100 poin. Itu tidak memungkinkan, tapi saya sudah bilang ke para pemain kalau saya suka yang saya lihat. Saya kecewa (tidak mencapai 100 poin), tapi kami harus menerimanya."

Pertandingan di Estadio de Mendizorroza sendiri berjalan ketat. Deportivo Alaves, yang di bawah arahan pelatih mereka, dikenal dengan organisasi pertahanan yang solid dan semangat juang tinggi, memanfaatkan status mereka sebagai tim tuan rumah yang sangat membutuhkan poin untuk menjauh dari zona degradasi. Sejak peluit kick-off dibunyikan, Alaves menunjukkan intensitas tinggi, menekan lini tengah Barcelona dan membatasi ruang gerak para gelandang kreatif tim tamu. Gol tunggal Alaves dicetak pada babak kedua, berawal dari sebuah skema serangan balik cepat yang berhasil mengeksploitasi celah di pertahanan Barcelona yang sedikit dirombak. Penyerang Alaves, dengan determinasi tinggi, berhasil mengkonversi peluang tersebut menjadi gol yang disambut gegap gempita oleh para pendukung tuan rumah.

Bagi Barcelona, meskipun mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang, efektivitas di depan gawang menjadi masalah utama. Robert Lewandowski, yang memimpin lini serang, didukung oleh pemain-pemain muda dan cadangan yang berusaha membuktikan diri. Namun, ketidakpaduan yang wajar akibat rotasi dan determinasi lini pertahanan Alaves yang kokoh membuat mereka kesulitan menembus gawang lawan. Beberapa peluang emas berhasil digagalkan oleh penampilan gemilang kiper Alaves, sementara tendangan dari luar kotak penalti kerap kali melebar atau membentur mistar gawang.

Kekalahan ini, meskipun tidak mengubah status Barcelona sebagai juara LaLiga 2025/2026, tetap menjadi pengingat bahwa sepak bola adalah olahraga yang dinamis dan penuh kejutan. Bagi Alaves, kemenangan atas juara liga adalah suntikan moral yang luar biasa dalam perjuangan mereka untuk bertahan di LaLiga. Tiga poin krusial ini memungkinkan mereka sedikit bernapas lega dan menatap dua pertandingan sisa dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi. Kemenangan ini juga membuktikan bahwa tidak ada tim yang bisa diremehkan di LaLiga, terlepas dari posisi mereka di klasemen.

Musim 2025/2026 ini merupakan musim yang penuh transisi dan adaptasi bagi Barcelona di bawah Hansi Flick. Kedatangan pelatih asal Jerman itu membawa filosofi baru yang menekankan pada intensitas, pressing tinggi, dan penguasaan bola yang lebih direct. Setelah periode awal penyesuaian, tim mulai menunjukkan performa yang konsisten dan memukau, terutama dalam rentetan 11 kemenangan beruntun yang mengantarkan mereka pada gelar juara. Para penggemar Barcelona tentunya puas dengan raihan gelar ini, yang menandai kembalinya tim ke puncak sepak bola Spanyol setelah beberapa musim yang penuh tantangan.

Meskipun target 100 poin gagal tercapai, pencapaian 91 poin dengan dua pertandingan tersisa tetap merupakan performa yang sangat impresif. Ini menunjukkan kualitas skuad Barcelona dan keberhasilan Hansi Flick dalam meramu strategi serta memotivasi para pemain. Fokus kini akan beralih ke dua pertandingan terakhir musim ini. Meskipun tidak ada lagi target gelar yang harus dikejar, pertandingan-pertandingan tersebut tetap penting untuk menjaga momentum, menguji kedalaman skuad lebih lanjut, dan mungkin memberikan kesempatan bagi beberapa pemain untuk mencetak rekor individu atau memperkuat posisi mereka di tim inti untuk musim depan.

Secara keseluruhan, kekalahan dari Alaves hanyalah kerikil kecil dalam perjalanan gemilang Barcelona di musim 2025/2026. Gelar LaLiga telah diamankan, dan itu adalah pencapaian utama yang patut dirayakan. Hansi Flick telah membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih papan atas, dan para pemain telah menunjukkan komitmen serta kualitas yang luar biasa. Meski target 100 poin gagal diraih, musim ini akan tetap dikenang sebagai musim di mana Barcelona kembali mendominasi LaLiga dengan gaya dan efektivitas yang memukau.

Exit mobile version