Al Nassr semakin memantapkan posisinya di puncak klasemen Liga Arab Saudi setelah meraih kemenangan krusial atas tuan rumah Al Shabab. Dalam laga sengit yang digelar di King Fahd Stadium, Riyadh, Jumat (8/5/2026) dini hari WIB, The Global One berhasil menundukkan rival sekota mereka dengan skor 4-2, berkat penampilan gemilang Joao Felix yang mencetak hat-trick. Hasil ini membawa Al Nassr unggul lima poin dari pesaing terdekat, Al Hilal, dan menempatkan mereka di ambang gelar juara liga.

sulutnetwork.com – Kemenangan dramatis Al Nassr atas Al Shabab bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah pernyataan kuat dalam perburuan gelar Liga Arab Saudi musim 2025/2026. Pertandingan yang diwarnai jual beli serangan dan ketegangan hingga menit-menit akhir ini menjadi cerminan intensitas persaingan di papan atas. Dengan hanya beberapa pertandingan tersisa, setiap poin menjadi sangat berharga, dan Al Nassr berhasil melewati ujian berat ini dengan performa yang layak diacungi jempol, terutama dari penyerang pinjaman mereka, Joao Felix.

Sebelum peluit kick-off dibunyikan, atmosfer di King Fahd Stadium sudah terasa memanas. Pertandingan ini memiliki signifikansi besar bagi kedua tim. Bagi Al Nassr, kemenangan adalah harga mati untuk menjaga jarak dari Al Hilal dan mengukuhkan dominasi mereka di puncak klasemen. Sementara itu, Al Shabab, meski tidak lagi dalam perburuan gelar, selalu menyajikan perlawanan sengit, terutama dalam derbi Riyadh, dan ingin mengakhiri musim dengan catatan positif serta merusak ambisi rival sekota mereka. Al Nassr datang ke pertandingan ini dengan modal performa yang cukup stabil, meskipun beberapa laga terakhir menunjukkan adanya tekanan yang mulai terasa. Pelatih Luis Castro menurunkan skuad terbaiknya, dengan Cristiano Ronaldo dan Sadio Mane di lini depan, didukung oleh kreativitas di lini tengah dan soliditas di lini belakang. Di kubu Al Shabab, pemain-pemain kunci seperti Yannick Carrasco dan Yacine Adli diharapkan mampu menjadi motor serangan dan menciptakan kejutan.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Al Nassr langsung menunjukkan niat menyerang sejak peluit dibunyikan. Koordinasi lini tengah yang digalang oleh Marcelo Brozovic dan Otavio segera menguasai alur bola, mencoba membongkar pertahanan Al Shabab yang dikawal ketat. Upaya keras The Global One tidak membutuhkan waktu lama untuk membuahkan hasil. Pada menit ketiga, Al Nassr berhasil membuka keunggulan. Serangan balik cepat dilancarkan dari sisi kanan, di mana Abdulrahman Ghareeb menunjukkan akselerasi briliannya. Ia berhasil melewati satu penjaga sebelum melepaskan umpan terobosan cerdik ke dalam kotak penalti Al Shabab. Bola diterima dengan sempurna oleh Joao Felix, yang dengan tenang mengontrol bola sejenak untuk mencari celah. Dengan sekali sentuhan, Felix melepaskan sepakan terukur menggunakan kaki kanannya. Bola meluncur deras ke sudut bawah gawang, tak mampu dijangkau oleh kiper Marcelo Grohe, membuat skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Al Nassr. Gol cepat ini sontak membakar semangat para pendukung Al Nassr yang memadati stadion.

Keunggulan satu gol tidak membuat Al Nassr mengendurkan serangan. Mereka terus menekan pertahanan Al Shabab, yang tampak sedikit terguncang oleh gol cepat tersebut. Hanya berselang tujuh menit dari gol pertama, Al Nassr kembali menggandakan keunggulan. Pada menit ke-10, lagi-lagi Joao Felix menjadi momok bagi pertahanan Al Shabab. Berawal dari skema serangan yang rapi di sisi kiri, Sadio Mane melepaskan umpan silang akurat yang diarahkan ke tiang jauh. Bola melambung melewati beberapa pemain bertahan Al Shabab dan jatuh tepat di kepala Felix yang bergerak tanpa kawalan berarti. Dengan timing yang sempurna, Felix menanduk bola dengan jitu, mengarahkannya ke pojok gawang yang tak terjangkau oleh Marcelo Grohe. Gol kedua Felix ini semakin memperlebar jarak menjadi 2-0 dan menempatkan Al Nassr di atas angin, seolah-olah akan menjalani pertandingan yang mudah.

Unggul dua gol dalam waktu singkat membuat Al Nassr semakin bernafsu untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya. Serangan demi serangan terus dilancarkan, dengan Cristiano Ronaldo dan Sadio Mane yang bergerak aktif di lini serang, mencari celah di pertahanan Al Shabab. Beberapa kali, upaya mereka nyaris membuahkan hasil, namun ketangguhan Marcelo Grohe di bawah mistar gawang Al Shabab patut diacungi jempol. Kiper veteran itu melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk menepis tendangan keras Ronaldo dari luar kotak penalti dan menggagalkan peluang Sadio Mane dalam situasi satu lawan satu. Pertahanan Al Shabab perlahan mulai menata diri, meskipun masih terlihat goyah di beberapa momen.

Di tengah dominasi Al Nassr, Al Shabab secara mengejutkan berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-30. Momen ini datang ketika Al Nassr sedikit lengah setelah terus-menerus menyerang. Yannick Carrasco, yang sepanjang babak pertama menunjukkan pergerakan lincah dan kemampuan individu yang luar biasa, menjadi inisiator gol ini. Ia menerima umpan terobosan di tepi kotak penalti, melakukan kontrol bola yang presisi untuk melewati satu bek Al Nassr. Dengan ruang tembak yang terbuka, Carrasco melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh gawang yang dijaga oleh Beto. Bola melesat cepat dan bersarang di gawang Al Nassr, mengubah skor menjadi 2-1. Gol Carrasco ini sontak membangkitkan semangat Al Shabab dan memberikan harapan baru bagi mereka, sekaligus sedikit mengejutkan kubu Al Nassr.

Gol balasan Al Shabab mengubah dinamika pertandingan. Al Nassr tidak lagi bermain seleluasa sebelumnya, dan Al Shabab mulai menemukan kepercayaan diri mereka untuk melancarkan serangan balik. Sisa waktu di babak pertama diwarnai dengan pertarungan sengit di lini tengah, di mana kedua tim saling berusaha menguasai bola dan menciptakan peluang. Al Nassr masih mendominasi penguasaan bola, namun Al Shabab lebih berhati-hati dalam bertahan dan efektif dalam transisi. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum, menjanjikan babak kedua yang lebih menarik dan penuh tensi.

Memasuki babak kedua, Al Nassr masih mempertahankan dominasi mereka dalam penguasaan bola dan inisiatif menyerang. Pelatih Luis Castro kemungkinan telah memberikan instruksi untuk lebih fokus dalam penyelesaian akhir dan menjaga konsentrasi di lini belakang. Cristiano Ronaldo dan Sadio Mane terus menjadi andalan utama di lini serang, mencoba memanfaatkan kecepatan dan kekuatan mereka untuk memecah pertahanan Al Shabab. Namun, Al Shabab tidak menyerah begitu saja. Mereka menunjukkan perlawanan yang lebih terorganisir di babak kedua, dengan Yannick Carrasco dan Yacine Adli dari lini tengah menjadi motor serangan balik yang beberapa kali merepotkan Beto di bawah mistar gawang Al Nassr. Adli, dengan visi umpannya, beberapa kali menciptakan peluang bagi rekan-rekannya, memaksa lini belakang Al Nassr yang dikawal Aymeric Laporte dan Ali Al-Amri untuk bekerja keras.

Pertarungan sengit di lini tengah dan depan terus berlangsung. Al Nassr mencoba berbagai cara untuk menembus pertahanan lawan, termasuk melalui tembakan jarak jauh dan umpan silang. Marcelo Brozovic dan Otavio terus bekerja tanpa lelah, mendistribusikan bola dan mencoba membuka ruang. Ketegangan semakin terasa ketika pertandingan memasuki pertengahan babak kedua. Al Nassr terus menekan, dan tekanan itu akhirnya membuahkan hasil yang sangat dinantikan.

Pada menit ke-75, Cristiano Ronaldo mencetak gol ketiga untuk Al Nassr, sekaligus mengembalikan keunggulan dua gol timnya dan mengubah skor menjadi 3-1. Gol ini berawal dari pergerakan brilian Sadio Mane di sisi kiri lapangan. Mane, yang menunjukkan kecepatan dan kelincahannya, berhasil melewati dua penjaga Al Shabab sebelum melepaskan umpan silang mendatar yang sangat akurat ke dalam kotak penalti. Bola meluncur di antara para pemain bertahan Al Shabab dan jatuh tepat di kaki Ronaldo yang berdiri bebas di posisi strategis. Tanpa kesulitan berarti, kapten Al Nassr itu dengan mudah menceploskan bola ke gawang Al Shabab dengan sepakan kaki kirinya. Gol Ronaldo ini disambut dengan sorak sorai meriah dari para pendukung Al Nassr, yang merasa bahwa kemenangan sudah di depan mata. Gol ini juga menjadi bukti betapa pentingnya kontribusi Ronaldo dalam momen-momen krusial.

Namun, drama belum berakhir. Hanya lima menit berselang, Al Shabab kembali memberikan kejutan dan membuat jantung para penggemar Al Nassr berdegup kencang. Pada menit ke-80, Ali Albuyahi berhasil memangkas skor menjadi 3-2, menghidupkan kembali harapan bagi Al Shabab dan menambah tensi pertandingan. Gol ini berawal dari skema bola mati yang dieksekusi dengan baik. Umpan sundulan dari Hammam Al Hammami di kotak penalti berhasil diteruskan oleh Albuyahi yang berdiri bebas. Dengan tembakan akurat, ia mengarahkan bola ke pojok kiri gawang Beto, yang tak mampu menjangkaunya. Gol kedua Al Shabab ini mengubah atmosfer pertandingan secara drastis, dari yang semula terasa aman bagi Al Nassr menjadi kembali penuh ketegangan. Al Nassr harus berjuang keras di sisa waktu untuk mempertahankan keunggulan tipis mereka.

Menjelang akhir pertandingan, kedua tim melakukan beberapa pergantian pemain untuk menyegarkan skuad dan mencari strategi baru. Al Nassr memasukkan Abdullah Al Hamdan untuk menambah daya gedor dan menjaga penguasaan bola. Al Shabab juga mencoba memasukkan pemain-pemain dengan energi baru untuk mencari gol penyeimbang. Pertandingan berjalan semakin intens, dengan Al Shabab berusaha keras untuk menyamakan kedudukan, sementara Al Nassr berusaha keras untuk mengamankan kemenangan dan mencari gol penentu.

Di masa injury time yang panjang, Al Nassr akhirnya berhasil memastikan kemenangan mereka dan meredakan ketegangan yang menyelimuti. Pada menit ke-98, Joao Felix melengkapi hat-trick-nya dan mencetak gol keempat untuk Al Nassr melalui titik penalti. Insiden penalti ini terjadi ketika Abdullah Al Hamdan, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, berhasil menembus pertahanan Al Shabab dengan kecepatan luar biasa. Kiper Marcelo Grohe terpaksa keluar dari sarangnya untuk mencoba menghentikan Al Hamdan, namun ia melakukan pelanggaran yang jelas di dalam kotak terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Joao Felix, dengan kepercayaan diri penuh setelah mencetak dua gol sebelumnya, mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor. Dengan sepakan kencang dan terarah ke pojok kiri atas gawang, Felix berhasil menaklukkan Grohe. Gol ini menjadi penutup yang sempurna bagi penampilan individunya dan memastikan kemenangan 4-2 bagi Al Nassr.

Tambahan tiga poin dari pertandingan yang penuh drama ini membuat Al Nassr kokoh di puncak klasemen Liga Arab Saudi dengan total 82 poin dari 32 pertandingan. Mereka kini unggul lima angka dari Al Hilal, pesaing terdekat mereka yang juga tampil konsisten musim ini. Kemenangan ini bukan hanya sekadar angka di tabel klasemen, tetapi juga dorongan moral yang sangat besar bagi Al Nassr menjelang laga krusial berikutnya.

Analisis pasca-pertandingan menunjukkan bahwa Joao Felix adalah bintang utama dengan hat-trick-nya yang krusial, menunjukkan mengapa Al Nassr sangat berinvestasi pada dirinya. Kontribusi Cristiano Ronaldo dengan satu golnya juga tak kalah penting, sementara Sadio Mane berperan besar dengan assist-nya. Di sisi Al Shabab, Yannick Carrasco menjadi pemain paling menonjol dengan golnya yang indah dan pergerakan agresifnya. Meskipun kalah, Al Shabab menunjukkan semangat juang yang patut dipuji, terutama setelah dua kali memangkas ketertinggalan. Namun, pertahanan mereka masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Pekan depan, Al Nassr akan menghadapi pertandingan yang disebut-sebut sebagai penentuan gelar juara. Mereka akan bertandang ke Al Awwal Park untuk menghadapi Al Hilal dalam sebuah Derby Riyadh yang sarat gengsi dan makna. Pertandingan ini akan menjadi klimaks dari persaingan ketat di Liga Arab Saudi musim ini. Dengan keunggulan lima poin, Al Nassr memiliki sedikit kelonggaran, namun Al Hilal tentu tidak akan menyerah begitu saja. Kemenangan atas Al Shabab ini memberikan momentum penting bagi Al Nassr, tetapi mereka harus tetap fokus dan tampil maksimal di pertandingan berikutnya untuk memastikan trofi Liga Arab Saudi berada di tangan mereka. Dunia sepak bola menantikan duel sengit yang akan menentukan siapa yang layak menjadi raja Saudi Pro League musim 2025/2026.